Jumat, 29 Mei 2020

SHOLAT TARAWIH



CATATAN KAJIAN ONLINE

Pembahasan : SHOLAT TARAWIH

Ustadz Zainuddin
10 Sya'ban 1441 H/ 3 April 2020_
-----------------------------------
From wag Bali mengaji

Sholat tarawih bermakna istirahat/ berangin-angin. Dimana yang diutamakan adalah panjangnya sholat, sehingga orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at.
Lebih baik sholat tarawih dilakukan di masjid, berjamaah bersama imam.

Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia menceritakan:
صلى النبي، صلى الله عليه وسلم، في المسجد ذات ليلة، فصلى بصلاته ناس، ثم صلى من القابلة، وكثر الناس، ثم اجتمعوا من الليلة الثالثة أوالرابعة، فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم، فلما أصبح قال
قد رأيت الذي صنعتم، فلم يمنعني من الخروج إليكم إلا أنني خشيت أن تفرض عليكم وذلك في رمضان

“Nabi shallallahualaihiwasallam shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang pun shalat bermakmum kepada beliau. Kemudian kabilah-kabilah pun ikut shalat bersama beliau, sehingga jumlahnya sangat banyak. Kemudian pada malam yang ketiga atau keempat mereka sudah berkumpul di masjid, namun Rasulullah shallallahualaihiwasallam tidak keluar. Ketika pagi hari tiba beliau bersabda: ‘Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah ada yang menghalangi aku untuk keluar kecuali aku khawatir shalat tersebut diwajibkan atas kalian’. Itu ketika bulan Ramadan” (HR. Bukhori)

Yang utama adalah melakukan sholat tarawih bersama imam, sampai selesai*

Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa yang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dicatat seperti melakukan shalat semalam suntuk."

Jika ingin menambahkan sholat malam setelah berjamaah bersama imam, ada pilihan yg bisa dilakukan:
🔹 Ikuti imam sampai dengan witirnya, namun saat imam salam di rakaat ke tiga, kita bangun dan menambah 1 rakaat lagi untuk menggenapkan rakaat. Kemudian nanti menambah sholat malam dan ditutup dg witir.
🔹 Ikuti imam sampai witir dan ikut salam. Kemudian nanti menambah sholat tanpa ditutup dg witir lagi.

Sholat tarawih yang dilakukan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah ﷻ, akan dapat menghapus dosa seseorang yg telah lampau*

Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (Muttafaqun'alaiih)

Perbedaan Makna Qiyamul Lail dan Sholat Tahajud:*
Qiyamul Lail artinya "menghidupkan malam"; mengisi malam dengan ibadah, baik dg sholat, dzikir, tilawah, dsb. Jadi qiyamul lail bersifat umum.
Sedangkan tahajjud sifatnya khusus, yaitu dengan ibadah sholat.
Ada ikhtilaf ulama mengenai perkara tahajjud. Ada yg mengatakan harus tidur terlebih dahulu, namun mayoritas ulama memperbolehkan sholat tahajjud tanpa harua tidur terlebih dahulu.

Hukum sholat tarawih adalah sunnah*
Namun melihat keutamaannya, hendaknya kaum muslimin mengerjakannya, jangan sampai meninggalkannya.

*JUMLAH RAKAAT SHOLAT TARAWIH*
Tidak ada penetapan jumlah rakaat oleh Rasulullah ﷺ. Hal ini merupakan perkara yang luas.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa ada sholat terawih yang dilakukan 20 rakaat (Imam Ahmad & Asy Syafi'i) , 36 rakaat (Imam Malik) dan ada pula 11 atau 13 rakaat. Kesemuanya adalah baik.

Inti shalat tarawih adalah panjang dan santainya sholat (tidak tergesa-gesa).*
Yang terpenting adalah kwalitas, bukan kwantitas.

Bahkan diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa para sahabat mengikuti qiyamul lail (tarawih) bersama Rasulullah ﷺ pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga awal malam. Kemudian pada malam 25 Ramadhan sampai sepertiga kedua malam. Kemudian pada malam 27 sampai para sahabat menyangka tidak akan sempat sahur. Hadits ini menunjukkan betawa shalat tarawih Rasulullah ﷺ sangatlah panjang.

Pada jaman kekhalifahan Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, seringkali dalam sebuah masjid terpencar-pencar orang sholat baik berjamaah dg imam berlainan. Kemudian beliau mengumpulkan semua orang untuk shalat tarawih berjamaah bermakmum kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu sebanyak 20 rakaat.

Semakin banyaknya rakaat maka seharusnya akan semakin lama (tidak terburu-buru)*
Tuma'ninah merupakan salah satu rukun sholat.
Tuma'ninah dalam rukuk dan sujud adalah minimal 1 kali tasbih. Hendaknya dalam setiap sholat ada kehadiran hati, seakan-akan ia melihat Rabb-nya, dan ia merenungi bacaan sholatnya.
Tentu saja dalam sholat yang terburu-buru tidak akan ada tuma'ninah dan kekhusyukan di dalamnya.

Bacaan yang tartil lebih baik daripada yang tergesa-gesa.*
Bacaan boleh cepat asalkan tetap ada tajwid dan tahsin. Jangan sampai ada huruf yang hilang, terutama dalam surah Al Fatihah.
Allah ﷻ mencela orang yang membaca Al Qur'an tanpa memahami maknanya, karena maksud diturunkannya Al Qur'an adalah untuk dipahami dan diamalkan, bukan hanya untuk dibaca.

Sekarang ini, didapati imam-imam masjid yang memimpin sholat tarawih secara tergesa-gesa, tanpa tuma'ninah dalam sholatnya. Sampai terkumpul di dalamnya; rakaat sedikit, tergesa-gesa dan bacaan yang buruk. Hal-hal tersebut tentunya sudah terlepas dari makna sholat tarawih yang sebenarnya.
Hendaknya imam-imam tersebut bertaqwa kepada Allah, memperbaiki sholatnya, dan janganlah ia mengharamkan orang-orang yg sholat di belakangnya untuk tarawih dengan seharusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar