Jumat, 29 Juli 2022

JIKA TAK HADIRI MAJELIS ILMU

JIKA TAK HADIRI MAJELIS ILMU.

Apakah Anda termasuk orang yang jarang mendatangi majelis ilmu?!

Jika benar, kapan terakhir kali Anda berada di dalam suatu majelis yang disebut sebagai taman-taman surga itu?!

Kemarin, 3 hari yang lalu, sepekan yang lalu, atau bahkan Anda sendiri tidak ingat kapan terakhir kali mendatangi kajian ilmu?!

Kenapa ya, pertanyaan di atas terkesan mendikte kita untuk bersegera mendatangi majelis ilmu?

Coba simak dengan saksama perkataan Ibnul Qayyim dalam gambar di atas. Itulah pentingnya kita mendatangi majelis ilmu, agar hati kita bisa terus terjaga, tersirami, terisi, dan tidak mati.

Di dalam kitab yang sama, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

‎وَأَمَّا فَقْدُ العِلْمِ فَفِيْهِ فَقْدُ حَيَاةِ القَلْبِ وَالرُّوْحِ فَلاَ غِنَاءً لِلْعَبْدِ عَنْهُ طَرْفَةَ عَيْن

"Adapun luput dari ilmu akan membuat hilangnya kehidupan hati dan ruh. Setiap hamba pasti akan membutuhkan ilmu, tak bisa ia lepas darinya walau sekejap mata." (Miftah Daar As-Sa'adah, 1:305).

Maka, tolak ukur ilmu sebenarnya bukan kecerdasan, bukan cepat lambatnya menghafal, bukan banyak sedikitnya hafalan. Tapi ilmu diukur dari keindahan hati. Sudahkah hati kita terhiasi dan terisi oleh cinta dan penghormatan kepada Allah dan Rasul-Nya?

Sudahkah hati kita terwarnai oleh takut kepada murka dan siksa Allah? Sudahkah ilmu yang kita peroleh menjadikan hati kita ikhlas dalam setiap langkah ibadah kita? Karena kalau kita resapi firman Allah dan petuah-petuah para wali Allah, maka kita akan tahu bahwa sebenarnya ilmu ini adalah amalan hati.

Jika kita tidak merasakan getaran dalam hati atas pertanyaan-pertanyaan retorik tadi, jangan-jangan hati kita memang sudah mati.

Yuk, segera bawa hati kita mendatangi majelis ilmu. Karena majelis ilmu adalah sumber ketentraman hati, ketenangan jiwa, dan tempat me-recharge keimanan kita.

✍🏻 Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

♻️ *Baabulkhairaat West Covina*

🖥️ Youtube MT Baabulkhairaat WestCovina

Selasa, 19 Juli 2022

JIKA TUKANG JAGALNYA TIDAK SHALAT

BISMILLAH

 JIKA TUKANG JAGALNYA TIDAK SHALAT


Oleh : Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

هل يجوز الأكل من ذبائح تارك الصلاة عمداً - علما أنه إذا أخبر بذلك احتج بأنه كان ينطق بالشهادة ، كيف العمل إذا لم يوجد أي جزار يصلي ؟

Apakah boleh makan sembelihan orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dan kalau diberitahu ia beralasan bahwa dirinya masih bersyahadat, bagaimana seharusnya kalau tidak ada jagal yang mendirikan shalat ?

Jawaban :

الذي لا يصلي لا تؤكل ذبيحته ، هذا هو الصواب ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( بين الرجل والشرك والكفر ترك الصلاة ) أخرجه مسلم في صحيحه عن جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما

، وقول الرسول عليه الصلاة والسلام : ( العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر ) أخرجه الإمام أحمد وأهل السنن الأربع بإسناد صحيح من حديث بريدة بن الحصيب الأسلمي رضي الله عنه

وقوله صلى الله عليه وسلم : ( رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة ) أخرجه الإمام أحمد والترمذي بإسناد صحيح عن معاذ بن جبل رضي الله عنه

فكل شيء سقط عموده لا يستقيم ولا يبقى ، ومتى سقط العمود سقط ما عليه .

وبذلك يعلم أن الذي لا يصلي لا دين له ، ولا تؤكل ذبيحته ، وإذا كنت في بلد ليس فيها جزار مسلم فاذبح لنفسك ، واستعمل يدك فيما ينفعك ، أو التمس جزارا مسلما ولو في بيته حتى يذبح لك ، وهذا بحمد الله ميسر فليس لك أن تتساهل في الأمر

Orang yang tidak shalat, maka sembelihannya tidak boleh dimakan, inilah yang benar. Hal ini didasarkan pada sabda Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :

"(Perbedaan) antara seseorang dan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Hadist Riwayat Muslim dalam shahihnya, dari Jabir bin Abdullah al Anshari radhiyallahu 'anhuma).

Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang lain :

"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir." (Hadist Riwayat Ahmad, dan ahlus sunan yang empat, dengan sanad yang benar dari hadits Buraidah bin al Hushaib al Aslami radhiyallahu 'anhu)

Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :

"Pangkal segala sesuatu adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." (Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu)

Segala sesuatu yang roboh tiangnya, maka akan roboh pula bangunannya.

Oleh karenanya, dapat diketahui bahwa seseorang yang tidak shalat, tidak dianggap beragama, dan tidak boleh dimakan sembelihannya. Dan jika anda berada pada negara yang tidak ada jagal yang muslim, maka sembelihlah sendiri untuk diri anda, gunakan tangan anda untuk hal yang bermanfaat, atau carilah dulu jagal yang muslim meskipun di rumahnya, hingga ia menyembelih untuk anda, hal ini sebenarnya –alhamdulillah- mudah dilaksanakan, maka jangan sekali-kali anda meremehkannya.

(Majmu' Fatawa Syeikh bin Baaz: 10/ 274-276)

Wallahu'alam

Ketika Anak Bertanya Siapa Allah?

Ketika Anak Bertanya Siapa Allah?

Allah telah menciptakan dalam diri manusia kemampuan untuk menalar berbagai hal yang membantunya mengatur dan menggambarkan berbagai urusan. Sebagai contoh, ketika ada yang bercerita tentang seseorang yang belum pernah kita kenal, angan pun mengembara, mereka-reka seraut wajah yang dimaksud. Akan tetapi, tetap saja kita tidak mampu mengilustrasikan secara detail seperti apa wajahnya, seberapa tinggi badannya, apa warna kulitnya, dan sebagainya. Daya khayal kita tidak mampu memberikan gambaran konkret sesuatu yang bersifat abstrak.

Aqidah Islam mengimani apa yang diberitakan Allah dalam Al-Qur'an dan apa yang diberitakan Rasul-Nya dalam hadits tanpa takyif, ta'wil (mengubah makna yang asli ke makna yang lain atau mengubah lafalnya, baik dengan menambahi ataupun dengan mengurangi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menggunakan istilah tahrif untuk ini), ta'thil (mengingkari/menghilangkan maknanya), dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluknya, atau istilah lainnya tajsim). Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya, "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (Asy-Syura: 11).

Kaidah yang sering dipakai dalam masalah ini ialah perkataan Imam Malik ketika ditanya tentang arsy, "Istiwa" (bersemayam) itu diketahui, bagaimana caranya itu tidak diketahui, mengimaninya hukumnya wajib, dan mempertanyakanya adalah bid'ah."

Buku Anak Bertanya, Anda kelabakan

📲 Silakan disebarluaskan dengan tetap mencantumkan sumbernya. Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin. 
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Bergabung di grup parenting sunnah (Akhwat)*
*https://chat.whatsapp.com/DegizJMqgTCB03nMeYtaik .*

🌎 *Follow Akun Dakwah Parenting Sunnah & Salaf Project*

📷 *Instagram*
*https://www.instagram.com/kajianparentingsunnah .*

*https://www.instagram.com/salafproject*

*Telegram*
*https://t.me/KajianParentingSunnah*

📝 *informasi pendaftaran : http://bit.ly/GabungParentingSunnah*

📹 *YouTube*
https://www.youtube.com/c/KajianParentingSunnah
💝 Dikelola oleh Salaf Project
Sent from Android device