Senin, 19 September 2022

Do’a untuk Orang yang Hendak Pergi Haji

Do'a untuk Orang yang Hendak Pergi Haji


Apakah ada do'a khusus untuk keselamatan orang yang pergi haji?


Dalam masalah ini tentu kita harus merujuk pada dalil. Pergi haji sama dengan bentuk safar lainnya. Sehingga yang lebih tepat dalam masalah ini adalah cukup membacakan seperti halnya do'a saat safar. Berikut ada do'a yang bisa diamalkan.

1- Do'a orang yang hendak pergi haji pada orang yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

"Astawdi'ukallaha alladzi laa tadhi'u wa daa-i'uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)."

Dalilnya adalah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, "Astawdi'ukallaha alladzi laa tadhi'u wa daa-i'uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)" (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2– Do'a orang yang ditinggalkan pada orang yang hendak pergi haji

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ


"Astawdi'ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima 'amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)".

Dalilnya adalah,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا ادْنُ مِنِّى أُوَدِّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوَدِّعُنَا.فَيَقُولُ « أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ »

Sesungguhnya Ibnu 'Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, "Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: "Astawdi'ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima 'amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)".(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Begitu pula bisa membaca do'a pada orang yang pergi berhaji,

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْت


"Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada)."

Dalilnya adalah,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِى. قَالَ « زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ». قَالَ زِدْنِى بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى. قَالَ « وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ «

Dari Anas, ia berkata, "Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, "Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku." Beliau bersabda, "Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan)." "Tambahkan lagi padaku", mintanya. Beliau bersabda, "Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu)." "Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku", mintanya. Beliau bersabda, "Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada)." (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)




Adapun membuat acara ritual atau do'a khusus untuk mendo'akan jama'ah haji atau orang yang hendak pergi haji dengan berjama'ah atau dikomandoi, maka seperti itu tidak ada tuntunannya dalam Islam. Bersederhana dalam amalan yang ada tuntunan dari Rasul tentu lebih baik daripada banyak amalan namun mengada-ada.

Selesai disusun pada malam Jum'at, 14 Dzulqo'dah 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul

Artikel www.rumaysho.com

Sumber https://rumaysho.com/3639-do-a-untuk-orang-yang-hendak-pergi-haji.html

Waspada Dengan Fitnah Harta

 Waspada Dengan Fitnah Harta

Pada asalnya, harta tidaklah tercela. Allah bahkan menyebut harta sebagai "khair" (kebaikan) dalam Al-Quran.

 كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

"Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak (khair), berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Baqarah [2]: 180)

Allah juga menyebutkan bahwa harta Allah jadikan sebagai "qiyâm"; atau sesuatu yang menopang kehidupan manusia. Allah berfirman,

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum Sempurna akalnya (anak yatim yang belum baligh), harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan (qiyâman). (QS. An-Nisa [4]: 5)

As-Syaikh Sa'di –rahimahullah- berkata, "Allah melarang para wali untuk menyerahkan uang kepada mereka yang belum sempurna akalnya, khawatir mereka akan merusak dan menghancurkannya. Karena Allah menjadikan harta sebagai pokok kehidupan bagi hamba-hambanya baik dalam kemaslahatan agama atau dunianya." (Tasîr al Karîm 1/164)

Kemaslahatan harta dalam urusan dunia sangat jelas. Adapun kemaslahatannya dalam urusan agama, maka ia juga sangat banyak. Banyak jenis ibadah yang tidak bisa dilakukan kecuali dengan harta. Keterbatasan dalam harta bisa menjadi keterbatasan dalam beribadah. Dalam kendali dan pengaturan orang sholeh, harta adalah karunia terbaik yang mampu melesatkannya menjadi manusia mulia dan terhormat, baik dalam pandangan Allah, ataupun dalam pandangan manusia.

Hubungan dengan Allah akan semakin kuat, karena dengan hartanya seseorang akan lebih leluasa dalam mencari ilmu dan lebih tenang saat beribadah. Begitupun hubungannya dengan sesama, ia akan dengan mudah mempererat hubungan persaudaraan dan pergaulan dengan hartanya seperti dengan banyak memberi hadiah, makanan dan lain sebagainya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

"Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang shaleh." (HR Bukhari dalam al Adab al Mufrad: 299, dishahihkan al Albani)

Dari sisi yang lain, Allah sering mengingatkan, bahwa harta adalah fitnah. Sebagaimana dengan sebab harta manusia bisa beribadah, dengan sebab harta pula manusia bisa dengan mudah berbuat kemungkaran. Inilah diantara hikmah mengapa Allah membatasi rizki-Nya kepada sebagian manusia. Agar manusia tidak melakukan perbuatan melampaui batas. Allah berfirman,

 وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." (QS Asy-Syura [42]: 27)

Dengan harta biasanya manusia menjadi orang yang suka bermewah-mewahan. Dan, Allah mengabarkan kepada kita bahwa orang-orang yang hidup mewahlah yang selalu menjadi penentang para utusan Allah.

 وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

 "Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya." (QS Saba' [34]: 34)

Disebabkan harta, perhelatan manusia di dunia dalam mengumpulkan pundi-pundi kehidupan menjadi begitu ketat. Manusia saling berlomba, saling mengejar, dan tidak jarang saling menjatuhkan demi memperebutkan "nasib" dunianya. 

Rabu, 14 September 2022

ZIKIR-ZIKIR SETELAH SHALAT (SALAM)"SERI 1

┈┉┉━━━ ❁﷽❁ ━━
"ZIKIR-ZIKIR SETELAH SHALAT (SALAM)"*
_SERI 1_

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

Setelah selesai melakukan salam dari shalat fardhu, selanjutnya mengucapkan zikir-zikir berikut ini:

*أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (3×) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ*

*Astaghfirullaah (3x). Allaahumma antas-salaam, wa minkas-salaam, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom.*

_"Aku minta ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."_ *[HR. Muslim]*

• Kemudian membaca:

*لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ*

*Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir, allaahumma laa maani'a limaa a'thoita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jadd.*

_"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal salehnya). Hanya dariMu kekayaan dan kemuliaan."_ *[HR. Al-Bukhari dan Muslim]*

• Kemudian membaca:

*لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ*

*Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir, laa haula wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu, wa lahul fadhlu, wa lahuts-tsanaa-ul hasan, laa ilaaha illallaah, mukhlishiina lahud-diin, wa lau karihal kaafiruun.*

_"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. BagiNya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir membencinya."_ *[HR. Muslim]*

• Kemudian membaca 10 x zikir di bawah ini setelah shalat Magrib dan Subuh:

*لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ*

*Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyii wa yumiit, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir.*

_"Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."_ *[HR. At-Tirmidzi dan Ahmad 4/227]*

Faidah: Dalam hadis tersebut diterangkan bahwa *barang siapa membaca zikir tersebut setelah shalat Subuh dan Magrib sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan tulis setiap satu kali dengan kebaikan, dihapus sepuluh kejelekan, diangkat sepuluh derajat, Allah melindunginya dari setiap kejelekan, dan Allah melindunginya dari setan yang terkutuk.*

• Kemudian membaca:

*اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ*

*Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni 'ibaadatik.*

_"Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, serta beribadah dengan baik kepadaMu."_ *[HR. Abu Dawud no. 1522, An-Nasaa'i III/53, Ahmad V/244-245 dan lainnya]*

_Insya Allah bersambung..._

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
https://permatasunnah.com/zikir-zikir-setelah-shalat-salam/

┈┉┉━━━❅❁®❁❅━━━┉┉┈ 

Kamis, 08 September 2022

Mau Belajar Agama Selezat Makan Duren atau Coklat?


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mau Belajar Agama Selezat Makan Duren atau Coklat?


Salah satunya dengan belajar agama secara ta'siliy (belajar dari dasar), termasuk bahasa Arab yang paling dasar
.
Bukan belajar "semau gue", mau datang kajian bisa, tidak datang juga tidak masalah, belajar agama juga tidak sistematis atau belajar secara ta'siliy [belajar dari dasar] sehingga belajar agama terkesan berat dan membosankan dan tentu bukan ketenangan yang didapat. Sebagaimana jika kita belajar ilmu dunia, misalnya kedokteran, digunakan kurikulum dari dasar supaya lebih mudah, maka demikian juga ilmu agama.
.
Syaikh Muhammad Shalih bin Al-'Utsaimin rahimahullahu berkata mengenai hal ini
.
ألا يأخذ من كل كتاب نتفة، أو من كل فن قطعة ثم يترك؛ لأن هذا الذي يضر الطالب، ويقطع عليه الأيام بلا فائدة، فمثلاً بعض الطلاب يقرأ في النحو : في الأجرومية ومرة في متن قطر الندي، ومرة في الألفية. ..وكذلك في الفقه: مرة في زاد المستقنع، ومرة في عمدة الفقه، ومرة في المغني ، ومرة في شرح المهذب، وهكذا في كل كتاب، وهلم جرا ، هذا في الغالب لا يحصلُ علماً، ولو حصل علماً فإنه يحصل مسائل لا أصولاً
.
"Janganlah mempelajari buku sedikit-sedikit, atau setiap cabang ilmu sepotong-sepotong kemudian meninggalkannya, karena ini membahayakan bagi penuntut ilmu dan menghabiskan waktunya tanpa faidah,
.
Misalnya:
sebagian penuntut ilmu memperlajari ilmu nahwu, ia belajar kitab Al-Jurumiyah sebentar kemudian berpindah ke Matan Qathrun nadyi kemudian berpindah ke Matan Al-Alfiyah..
.
Demikian juga ketika mempelajari fikih, belajar Zadul mustaqni sebentar, kemudian Umdatul fiqh sebentar kemudian Al-Mughni kemudian Syarh Al-Muhazzab, dan seterusnya.
.
Cara seperti Ini umumnya tidak mendapatkan ilmu, seandainya ia memperoleh ilmu, maka ia tidak memperoleh kaidah-kaidah dan dasar-dasar."
*[Kitabul 'ilmi syaikh 'Utsaimin hal. 39, Darul Itqaan, Iskandariyah]*
.
Demikian semoga bermanfaat
.
Penyusun:   Raehanul Bahraen
Artikel*.muslimafiya🪷*


Sabtu, 03 September 2022

TAWAKAL DAN REZEKI

TAWAKAL DAN REZEKI


🎓 Dari sahabat mulia Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ؛ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ: تَغْدُوا خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا.

"Sungguh, bila kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, pasti (Allah Ta'ala) memberi rezeki sebagaimana burung yang terbang di pagi hari dalam keadaan perutnya kosong dan terbang kembali ke sarangnya dalam keadaan perutnya kenyang."

📕 HR. At-Tirmidzi, no. 2344, Ibnu Majah, no. 4164 dan Ahmad, no. 205

💫 Tawakal, yaitu sikap bersandar, pasrah, berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala dengan tanpa meninggalkan ikhtiar.

💫 Seseorang yang benar-benar bertawakal kepada Allah Subhanahu seraya berupaya menjalani sebab (berikhtiar), niscaya Allah Ta'ala memberi rezeki kepadanya. Sebagaimana burung yang terbang di pagi hari mencari makan. Kala sore hari pulang ke sarangnya dalam keadaan perutnya telah terisi penuh. Allah Yang Maha Pemurah telah memberi rezeki burung setiap hari.

📖 Allah Ta'ala adalah sebaik-baik yang memberi rezeki. Dia tak akan menelantarkan seorang hamba yang beribadah hanya kepada-Nya, yang bersungguh-sungguh berusaha mengais rezeki. Allah Yang Mahakaya akan membukakan bagi hamba-Nya pintu-pintu  rezeki. Sehingga, tiada yang perlu dikhawatirkan, tak perlu cemas, risau dan galau dalam masalah rezeki.

💫 Tawakal merupakan satu bentuk ibadah. Karenanya, setelah berupaya menunaikan ikhtiar, hendaklah diiringi dengan sikap tawakal hanya kepada Allah Subhanahu saja. Tidak kepada selain-Nya.

📖 Allah Subhanahu mencintai orang-orang yang bertawakal hanya kepada-Nya. Sikap pasrah dan berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala merupakan sikap yang terpuji.

📖 Ya, Allah bukakanlah kepada kami pintu-pintu rezeki, serta mudahkanlah kami untuk meraihnya. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi rezeki.

📝 ditulis oleh :
al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafizhahullah


💫 💟 Di Publikasi ulang oleh :
*MUTIARA CAHAYA ILMU*