Selasa, 22 Juni 2021

Foto dari SuCi

BAKTI TANPA BATAS

Ada kaidah menyebutkan bahwa "segala sesuatu ada batasnya".
Benar Bahwa segala sesuatu ada batasannya termasuk usia kita semua ada batasnnya yang kita semua bakal meninggal dunia.
Namun tidak ada batas usia untuk berbakti kepada orang tua, bahkan sampai mereka meninggal dunia kita tetap harus berbakti kepada mereka.

Karena terkadang kita merasa tidak lagi wajib berbakti kepada orang tua tatkala kita sudah tidak dibawah asuhannya, tatkala kita sudah punya rumah sendiri, sudah punya hasil jerih payah sendiri bahkan kita menjadikan mereka seperti pembantu dirumah kita karena kita menyuruh mereka mengasuh cucunya mengurus rumah kita ,  atau seperti orang yang mengemis dari hasil jerih payah kita karena mereka sampai meminta bantuan untuk kehidupan meraka.

Padahal seharusnya di masa tua mereka kita harus memperhatikan  dan totalitas berbakti kepada mereka sebagaimana Allah ﷻ tegaskan dalam ayatnya surat Al Isra': 23: 

‎وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا (٢٣) 


Dan Allah ﷻ telah memerintahkan agar engkau jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. 

Terkadang kita dapati seorang ibu dapat merawat 10 anak namun sebalikn 10 orang anak tidak dapat merawat ibu atau ayahnya tatkala mereka sudah tua, terkadang saling berlepas diri agar tidak merawat mereka.

Semoga Allah ﷻ jadikan kita anak yang berbakti dan semoga anak2 kita menjadi anak yang berbakti.


"Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya."

Maka marilah kita berdoa agar anak-anak kita menjadi penyejuk mata. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita penyejuk hati kita.

✍️ Ustadz Farid Novesa hafidzahullah

⁣⁣⁣⁣📲 Silakan disebarluaskan dengan tetap mencantumkan sumbernya. Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin. 

Minggu, 20 Juni 2021

HUKUM MEMBELI HERAN QURBAN DENGAN CARA BERHUTANG

 HUKUM MEMBELI HERAN QURBAN DENGAN CARA BERHUTANG

Permasalahan qurban yang hanya diselenggarakan setahun sekali adalah permasalahan yang paling ditunggu oleh kaum muslimin. Banyak terkandung keutamaan-keutamaan dalam menjalankan syariat ini, apalagi ini adalah perintah yang langsung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Kausar : 2

"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Berbagai cara bisa ditempuh agar ibadah yang satu ini bisa dijalankan oleh sebagian kaum muslimin, termasuk salah satunya adalah dengan cara berhutang untuk memberi hewan qurban.

Jika pada hari mendekati hari qurban, sementara belum memiliki uang untuk membeli hewan qurban, maka diperbolehkan dengan cara berhutang dengan syarat kita yakin dalam waktu dekat kita bisa membayarnya. 

Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah :

"Ketika seseorang tidak memiliki dana untuk qurban di hari 'id, namun dia berharap akan mendapatkan uang dalam waktu dekat, seperti pegawai, ketika di hari 'id dia tidak memiliki apapun. Namun dia yakin, setelah terima gaji, dia bisa segera serahkan uang qurban, maka dalam kondisi ini, dia boleh berhutang. Sementara orang yang tidak memiliki harapan untuk bisa mendapat uang pelunasan qurban dalam waktu dekat, tidak selayaknnya dia berutang. (Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin, 25/110)

Namun, jika harapan untuk mendapatkan uang masih belum ada kepastian, maka tidak dianjurkan untuk berhutang ketika membeli hewan qurban. 

Dan Berkata Syaikh Utsaimin rahimahullah :

"Jika tidak ada harapan untuk melunasinya dalam waktu dekat, kami tidak menganjurkannya untuk berhutang agar bisa berqurban. Karena semacam ini berarti dia membebani dirinya dengan hutang, untuk diberikan kepada orang lain. Sementara dia tidak tahu, apakah dia mampu melunasinya ataukah tidak. (Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin, 25/110)

Membeli hewan qurban adalah membeli dengan cara kelebihan dari nafkah wajib. Jika belum memiliki dana, maka tidak dianjurkan untuk merepotkan diri sendiri dengan cara berhutang.

Wallahu'alam

#PadangMangaji
Wakatunyo kito mangaji
.
❀━━━━━━❃❃❃━━━━━━❀

Rabu, 09 Juni 2021

Berhentilah Menceritakan Kesedihanmu Kepada Semua Orang!

Berhentilah Menceritakan Kesedihanmu Kepada Semua Orang!

Lihatlah Nabi Ya'qub 'alaihissalam ketika menghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknya yang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih. Maka dengarlah jawaban Nabi Ya'qub yang perlu diteladani setiap muslim,

‎قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى اللهِ

"Dia (Ya'qub) menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS Yusuf: 86)

Benar saja. Jika seseorang menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu tidak meringankan kesedihan terdebut. Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah, itu lah yang akan bermanfaat baginya. Bagaimana tidak? Sedangkan Allah Ta'ala telah menjanjikan hal itu dalam sejumlah firman-Nya. Jika Anda berkehendak, bacalah dan renungkanlah beberapa firman Allah ini,

‎وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." [QS Al Baqarah: 186]

Allah berfirman :

‎وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الوَرِيْدِ
"Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" [QS Qaf: 16]

Jika Allah saja dekatnya sedemikian, maka tidak perlu lagi mencari tempat-tempat curhat dan mengeluhkan problem kepada selain-Nya. Karena, "Bukankah Allah itu cukup untuk hamba-Nya." [QS Az Zumar: 36]