MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK
From Wag Bali Mengaji
🌹🍃🌹🍃🌹
Banyak orang tua merasa kesulitan saat berhadapan dengan anak-anak, padahal semua cara sudah dilakukan. Fakta yang paling mendasar dalam melihat perkembangan anak adalah bahwa setiap anak adalah berbeda, Karena semua individu berbeda maka tidak dapat diharapkan bahwa dua orang akan bertindak sama dengan cara yang sama terhadap rangsangan dari lingkungan yang sama, karena setiap individu mempunyai sifat bawaan dan pengalaman yang berbeda. Untuk itu perlu dipahami berbagai bentuk karakter perilaku anak.
🌹 *BENTUK PERILAKU ANAK*
• *Pembangkangan* : Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak
• *Agresi* : Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi
• *Berselisih* : Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
• *Menggoda* : menggoda merupakan perilaku terhadap orang lain dalam bentuk verbal (ejekan atau cemoohan)
• *Persaingan* : Keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain.
• *Kerja sama* : sikap mau bekerja sama dengan orang lain
• T *ingkah laku berkuasa* : tingkah laku untuk menguasai situasi sosial atau mendominasi
• *Mementingkan diri sendiri* : sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya
• *Simpati/empati* :sikap emosional untuk menaruh perhatian terhadap orang lain
❓ *_Bagaimana membangun suatu situasi kondusif bagi terlaksananya disiplin positif_*
1. _Sosialisasi tindakan_ : memberikan apa yang harus dilakukan oleh anak
2. _Penetapan batas_ : menetapkan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh
3. _Beri kesempatan mereka mengalami akibat alami dari perbuatannya_
4. _Otoritas sebagai orang tua_ : orang tua harus mencegah sebelum anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan dan bertindak saat cepat saat melihat ada pelanggaran
❓ *_Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua dan dari mana kita memulainya?*
• _Responding_ : menanggapi secara tepat terhadap sikap dan perilaku anak
• _Preventing_ : Mencegah munculnya perilaku-perilaku beresiko atau bermasalah
• _Monitoring_: Mengawasi interaksi anak dengan lingkungan sekitar
• _Mentoring_: Membantu secara aktif anak untuk memiliki perilaku-perilaku yang dikehendaki tanpa membatasi kreatifitas dan perkembangannya.
• _Modelling_: Menjadikan diri kita sebagai contoh yang positif dan konsisten bagi anak
Untuk itu diperlukan sikap orang tua yang:
• _Orangtua yang efektif._ Perkataan-perkataan dan perilaku-perilaku kita mempengaruhi bagaimana seharusnya anak-anak kita bersikap dan berperilaku
• _Orangtua yang konsisten_. Kita melakukan sesuatu sesuai dengan prinsip-prinsip yang kita ucapkan. Kesesuaian antara kata dengan tindakan
• _Orangtua yang aktif._ Kita berpartisipasi aktif dalam kehidupan anak-anak kita
• _Orangtua yang atentif_. Kita menaruh perhatian terhadap kehidupan anak-anak kita dan mengamati apa yang sedang terjadi pada diri mereka
From Wag Bali Mengaji
🌹🍃🌹🍃🌹
Banyak orang tua merasa kesulitan saat berhadapan dengan anak-anak, padahal semua cara sudah dilakukan. Fakta yang paling mendasar dalam melihat perkembangan anak adalah bahwa setiap anak adalah berbeda, Karena semua individu berbeda maka tidak dapat diharapkan bahwa dua orang akan bertindak sama dengan cara yang sama terhadap rangsangan dari lingkungan yang sama, karena setiap individu mempunyai sifat bawaan dan pengalaman yang berbeda. Untuk itu perlu dipahami berbagai bentuk karakter perilaku anak.
🌹 *BENTUK PERILAKU ANAK*
• *Pembangkangan* : Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak
• *Agresi* : Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi
• *Berselisih* : Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
• *Menggoda* : menggoda merupakan perilaku terhadap orang lain dalam bentuk verbal (ejekan atau cemoohan)
• *Persaingan* : Keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain.
• *Kerja sama* : sikap mau bekerja sama dengan orang lain
• T *ingkah laku berkuasa* : tingkah laku untuk menguasai situasi sosial atau mendominasi
• *Mementingkan diri sendiri* : sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya
• *Simpati/empati* :sikap emosional untuk menaruh perhatian terhadap orang lain
❓ *_Bagaimana membangun suatu situasi kondusif bagi terlaksananya disiplin positif_*
1. _Sosialisasi tindakan_ : memberikan apa yang harus dilakukan oleh anak
2. _Penetapan batas_ : menetapkan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh
3. _Beri kesempatan mereka mengalami akibat alami dari perbuatannya_
4. _Otoritas sebagai orang tua_ : orang tua harus mencegah sebelum anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan dan bertindak saat cepat saat melihat ada pelanggaran
❓ *_Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua dan dari mana kita memulainya?*
• _Responding_ : menanggapi secara tepat terhadap sikap dan perilaku anak
• _Preventing_ : Mencegah munculnya perilaku-perilaku beresiko atau bermasalah
• _Monitoring_: Mengawasi interaksi anak dengan lingkungan sekitar
• _Mentoring_: Membantu secara aktif anak untuk memiliki perilaku-perilaku yang dikehendaki tanpa membatasi kreatifitas dan perkembangannya.
• _Modelling_: Menjadikan diri kita sebagai contoh yang positif dan konsisten bagi anak
Untuk itu diperlukan sikap orang tua yang:
• _Orangtua yang efektif._ Perkataan-perkataan dan perilaku-perilaku kita mempengaruhi bagaimana seharusnya anak-anak kita bersikap dan berperilaku
• _Orangtua yang konsisten_. Kita melakukan sesuatu sesuai dengan prinsip-prinsip yang kita ucapkan. Kesesuaian antara kata dengan tindakan
• _Orangtua yang aktif._ Kita berpartisipasi aktif dalam kehidupan anak-anak kita
• _Orangtua yang atentif_. Kita menaruh perhatian terhadap kehidupan anak-anak kita dan mengamati apa yang sedang terjadi pada diri mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar