Jumat, 29 Mei 2020

FITNAH WANITA DAN BAHAYANYA WANITA YANG KELUAR RUMAH

*CATATAN KAJIAN ONLINE*
_Pembahasan Mau’idzoh lin- nisa’ / Nasehat untuk Para Wanita (Bagian 3)_
_Ustadz Emha Amiinullah_
Sabtu, 18 Sya'ban 1441 H / 11 April 2020
From Wag Bali mengaji
~~~~~~~~~~

*FITNAH WANITA DAN BAHAYANYA WANITA YANG KELUAR RUMAH*

Ketika Islam melarang wanita untuk keluar rumah, bercampur dengan laki-laki, apalagi untuk bertabarruj, maka sesungguhnya hal tersebut untuk menjaga kemuliaan wanita.

Sudah menjadi fitrah laki-laki akan tertarik syahwatnya jika melihat wanita, dan wanita diciptakan dengan keadaan yang lebih indah sehingga menarik laki-laki.

Sungguh keindahan wanita akan menjadi fitnah (ujian/cobaan/musibah) bagi laki-laki.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
_“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari & Muslim)_

... فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
_"...Berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita.” (shahih)_

Sejarah peradaban menunjukkan bahwa fitnah wanita dapat menjadi penyebab hancurnya sebuah peradaban, yaitu ketika wanita mulai keliar rumah dan bertabarujj sehingga menjadi fitnah bagi laki-laki kaum muslimin.

 *Maka Pilihlah Posisimu Wahai Wanita!*
Apakah kau ingin menjadi wanita perusak umat karena fitnahmu, atau menjaga kemuliaanmu dan menjadi penyokong munculnya laki-laki soleh yang akan bermanfaat bagi urusan agama dan dunia?

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا
_"Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya." (HR Tirmidzi)_

 *Sebaik-baiknya sholat seorang wanita adalah di dalam rumahnya*

Seorang shahabiah bernama Ummu Humaid As-Sa’idi, pernah mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata bahwa ia sangat ingin sekali shalat berjamaah bersama Rasulullah ﷺ. Beliau lalu menjawab:
قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى
_“Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).” (HR Ahmad)_

Namun Rasulullah ﷺ tidak pernah melarang wanita untuk sholat ke masjid dengan syarat-syarat yang bisa menghindarkannya dari fitnah.

Salah satunya adalah dengan pemilihan posisi dalam shaf. Sebaik-sebaik shaf bagi anita adalah yang paling belakang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
_"Sebaik-baik shaf (barisan di dalam shalat) bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang paling depan' (HR. Muslim & Tirmidzi)_

🌷 *Kisah Qailah binti Makhramah*
Dikisahkan seorang muallaf bernama Qailah binti Makhramah yang kala itu baru saja masuk Islam. Ia datang ke masjid Nabi saat sholat subuh sudah berlangsung. Saat itu gelap dan ia tidak menyadari dimana letak shaf laki-laki dan perempuan. Ia langsung mengambil tempat dalam barisan shaf tanpa menyadari bahwa itu adalah shaf laki-laki.

Seorang sahabat lelaki di sampingnya bertanya, “Kamu ini laki-laki atau perempuan?” Qailah menjawab, “Aku perempuan”. Sahabat laki-laki tersebut berkata, “Engkau hampir saja memfitnahku. Pergilah, shalatlah bersama para wanita di belakang." Qailah baru menyadari dan langsung berpindah ke shaf wanita di bagian belakang.

Hikmah kisah:_
Dari kisah tsb diatas, kita bisa mengambil hikmah, bahwa dalam melakukan ibadah (sholat) pun wanita masih bisa menjadi fitnah bagi laki-laki. Apalagi untuk perkara-perkara dunia yang sedikit manfaatnya. Untuk itulah sebaik-baik tempat wanita adalah dirumahnya, sehingga dapat mencegah fitnah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar