Jumat, 29 Mei 2020

Hadits Ketiga Puluh Satu: Sebaik baik Yang Kita Tinggalkan

[HADITS 31 & 32]

KAJIAN ONLINE WAG BALI MENGAJI TEMA MUTIARA HADITS

📚 *40 Hadits Tentang Al Khairiyyah (Lebih Baik & Yang Terbaik) : Hadits ke-31 & ke-32*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

3️⃣1️⃣ *Hadits Ketiga Puluh Satu: Sebaik baik Yang Kita Tinggalkan*

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (خَيْرُ مَا يُخَلِّفُ الرَّجُلُ مِنْ بَعْدِهِ ثَلَاثٌ: وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ وَصَدَقَةٌ تَجْرِي يَبْلُغُهُ أَجْرُهَا وَعِلْمٌ يُعْمَلُ بِهِ مِنْ بَعْدِه)

Diriwayatkan dari Abu Qotadah radhiyallahu ’anhu berkata: _Rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik baik perkara yang ditinggalkan oleh seseorang setelah dia meninggal dunia itu ada tiga: anak yang sholih yang mau mendoakan kebaikan untuknya, sedekah yang pahalanya akan terus mengalir dan ilmu yang bermanfaat yang dia tinggalkan setelahnya”_
[HR. Ibnu Majah no. 237 dan Ibnu Hibban no. 93 dengan sanad yang shohih]

*Faedah Hadits:*
1. Anjuran untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum seseorang meninggal dunia.

2. Penjelasan bahwa sebaik baik perkara yang ditinggalkan oleh seseorang setelah dia meninggal dunia itu ada tiga:
- anak yang sholih yang mau mendoakan kebaikan untuknya
- sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir
- ilmu yang bermanfaat

3. Perintah untuk mendidik anak dengan pendidikan yang baik agar menjadi anak sholih/sholihah.

4. Anak sholih/sholihah adalah investasi akherat terbaik bagi seorang hamba

5. Isyarat bahwa doa kebaikan dari anak sholih atau darai saudara sesama muslim itu sampai kepada orang yang sudah meninggal dunia.

6. Anjuran untuk mengirimkan doa doa kebaikan kepada orang tua dan saudara yang sudah meninggal dunia.

7. Perintah untuk bersedekah dan memilih sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir sekalipun orang yang bersedekah sudah meninggal dunia.

8. Islam mengajarkan umatnya untuk membantu kepada sesama melalui sedekah. Islam adalah ajaran yang lengkap mengatur hubungan manusia dengan Alloh dan hubungannya dengan sesama.

9. Perintah untuk terus belajar ilmu dengan penuh keikhladan dan kesungguhan, mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain sesuai kemampuan masing masing.

10. Isyarat bahwa ilmu ada dua: Ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat. Dan kita senantiasa berdoa kepada Alloh agar menganugerahkan kita ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat.

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

3️⃣2️⃣ *Hadits Ketiga Puluh Dua: Sebaik baik Yang Kita Tinggalkan Untuk Ahli Waris*

عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ مِنْ وَجَعٍ اشْتَدَّ بِي فَقُلْتُ: (إِنِّي قَدْ بَلَغَ بِي مِنْ الْوَجَعِ وَأَنَا ذُو مَالٍ وَلَا يَرِثُنِي إِلَّا ابْنَةٌ أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَيْ مَالِي؟) قَالَ: (لَا) فَقُلْتُ: (بِالشَّطْرِ) فَقَالَ: (لَا) ثُمَّ قَالَ: (الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَبِيرٌ أَوْ كَثِيرٌ إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ)

Diriwayatkan dari Sa’ad ibn Abi Waqqash radhiyallahu ’anhu berkata: _Rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengunjungiku ketika aku sakit parah waktu Haji Wada’, lalu aku bertanya kepada beliau: Sungguh sakitku sangatlah parah dan aku adalah orang yang memiliki banyak harta sedangkan tidak ada seorangpun yang menjadi ahli waarisku kecuali anak perempuanku satu satunya, maka apakah boleh aku menyedekahkan dua pertiga dari hartaku? Beliau menjawab: “Tidak boleh”. Aku bertanya lagi: (Bagaimana jika –pent) setengah?” Beliau menjawab: “Tidak boleh” Lalu beliau bersabda : “Sepertiga saja dan sepertiga itu sudah banyak. Sesunguhnya jika kamu tinggalkan ahli warismu dalam kondisi kaya (berkecukupan) itu lebih baik daripada kamu tinggalkan mereka dalam kondisi miskin meminta minta kepada oorang lain. Dan tidaklah kamu menginfakkan hartamu dengan mengharap wajah Alloh melainkan kamu akan mendapatkan pahala dengan infakmu itu sampaipun yang kamu suapkan di mulut isterimu”_
[HR. Al Bukhari no. 1213 Muslim no. 3076]

*Faedah Hadits:*
1. Anjuran menjenguk orang sakit.

2. Sifat tawadlu’ nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dimana beliau tidak sungkan untuk menjenguk sahabatnya yang sedang sakit padahal beliau seorang pemimpin tertinggi.

3. Kewajiban bertanya tentang ilmu sebelum berkata dan berbuat sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Sa’ad ibn Abi Waqqash radliyallohu ‘anhu.

4. Anjuran untuk berwasiat wakaf harta sebelum meninggal dunia selama tidak merugikan ahli waris.

5. Penjelasan bahwa wasiat wakaf tidak boleh melebihi sepertiga dan jika lebih maka harus mendapatkan persetujuan dari semua ahli waris.

6. Kasih sayang dan perhatian yang besar dari rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam untuk umatnya.

7. Kewajiban memperhatikan kondisi ahli waris dan memberikan yang terbaik buat mereka sebelum kita meninggal dunia baik segi agama, ilmu, ekonomi dan lainnya.

8. Tidak boleh seseorang yang akan meninggal dunia melakukan hal hal yang merugikan ahli warisnya.

9. Luasnya kasih sayang Alloh dan kemuliaan ajaran Islam dimana nafkah yang kita berikan kepada keluarga kita juga berpahala, padahal itu merupakan kewajiban yang harus kita berikan kepada mereka.

10. Pentingnya keikhlasan dalam beramal dan beribadah.

11. Isyarat akan keharmonisan rumah tangga muslim muslimah dimana nabi shollallohu ‘alaihi wasallam menggambarkan dengan suapan yang kita letakkan di mulut isteri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar