Selasa, 27 April 2021

Sungguh ...kita telah banyak menyia-nyiakan waktu


بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Sungguh, Kita Telah Banyak Menyia-nyiakan Waktu 

✍🏻 Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

 
 nasehat berharga dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan. Pada posting kali ini, kami akan menyajikan perkataan-perkataan ulama terdahulu mengenai menjaga waktu dan insya Allah nasehat ini sangat menyentuh qolbu. Semoga dengan merenungkan nasehat para ulama berikut, kita dapat menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.


Hasan Al Bashri mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
"Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya bagaikan hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu." (Hilyatul Awliya', 2/148, Darul Kutub Al 'Arobi)
Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah
Ja'far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi'ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,
إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل
"Sesungguhnya engkau bagaikan hari yang dapat dihitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian darimu juga akan pergi. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, namun engkau merasa seluruh yang ada padamu ikut pergi. Oleh karena itu, beramallah." (Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah)
Waktu Bagaikan Pedang
Imam Asy Syafi'i rahimahullah pernah mengatakan,
صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك
"Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu."
Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia
Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi'i di atas,

"Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل
Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)." (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al 'Ilmiyah)
Baca Juga: Aku Tidak Ingin Amal Ibadahku Sia-sia
Waktu Berlalu Begitu Cepatnya
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, "Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak."
Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu
Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, "Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya." (Al Jawabul Kafi, 109)
Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah
Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, "Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, 'Bertasbihlah sampai di pohon itu.' Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, 'Bertakbirlah sampai di pohon itu.' Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami." (Az Zuhud li Ahmad bin Hambal, 3/321, Asy Syamilah)
Semoga kita memanfaatkan waktu kita dalam ketaatan, ibadah dan berdzikir pada Allah.

Senin, 19 April 2021

Anjuran Tidak Tidur Setelah Sahur dan Subuh (Syariat dan Medis)

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
Anjuran Tidak Tidur Setelah Sahur dan Subuh (Syariat dan Medis)

Langsung tidur setelah shalat subuh ternyata tidak dianjurkan dalam Islam dan beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh (jika tidak ada udzur dan keperluan). Selain itu, kurang baik juga untuk pola hidup yang sehat. Setelah subuh adalah waktu turunnya berkah dan rezeki, jika tidur maka tidak mendapatkan berkah ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

 "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." [1]

 

Beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh. Urwah bin Zubair berkata,

كان الزبير ينهى بنيه عن التصبح ( وهو النّوم  في الصّباح )

"Zubair bin Awwam  melarang anaknya tidur setelah subuh."[2]

 

Jika berbicara tentang "berkah" terkadang tidak masuk logika dan hitungan matematika. Mungkin ada yang bilang:

"Saya sering tidur setelah subuh (bahkan kelewatan shalat subuh), tapi rezeki saya lancar"

Jawabnya: walaupun secara hitungan rezekinya banyak,  tetapi belum tentu berkah. Belum tentu ia qonaah dan bahagia dengan banyaknya hartanya. Bisa jadi banyak ia dapat, banyak juga ia keluarkan dalam hal yang tidak bermanfaat. Atau hartana "dibuang-buang" oleh anaknya dan keluarganya dalam hal maksiat dna dosa.

Sebaiknya jangan tidur setelah subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،

"Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan."[3]

 

Bahaya pola tidur setelah subuh secara medis

Secara medis, pola tidur setelah subuh kurang sehat. Perlu diingat yang namanya pola hidup tidak sehat, bukan sekarang akibatnya, tetapi akumulasi dan akan terasa ketika usia mulai menua karena pola hidup yang tidak sehat. Sebagaimana para perokok yang mengaku:
"Saya perokok tetapi masih kuat nih olahraga, masih sehat kok"
jawabnya: nanti kita lihat ketika ia sudah akan tua, banyak keluhan kesehatan bagi perokok ketika sudah tua.

Tidur setelah subuh tidak baik untuk kesehatan, karena saat itu adalah jam tubuh mulai melakukan metabolisme dan pemanasan. Jika tertidur lagi maka ibarat kendaraan yang tidak melakukan pemanasan. Ketika bangun jam 7 atau jam 8 pagi terasa masih lemas dan kurang bersemangat.

Tidur setelah subuh kurang sehat sebagaimana dijelaskan oleh ulama yang juga seorang dokter, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Beliau berkata,

وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ

"Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan karena melemahkan dan merusak badan karena sisa-sisa [metabolisme] yang seharusnya diurai dengan berolahraga/beraktifitas."[4]

 

Jika bergadang sebelumnya dan perlu tidur, diusahakan tidur setelah terbit matahari

Setelah begadang semalaman, tidurnya (untuk balas) tidak langsung setelah subuh, tetapi setelah terbit matahari sekitar jam 6 pagi atau jam 6.30 (waktu Indonesia).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

ومن المكروه عندهم : النوم بين صلاة الصبح وطلوع الشمس فإنه وقت غنيمة ….حتى لو ساروا طول ليلهم لم يسمحوا بالقعود عن السير ذلك الوقت حتى تطلع الشمس

"Di antara yang tidak disukai adalah tidur antara shalat pagi dan ketika matahari terbit, karena  tidur pada waktu itu kurang baik…. sampai-sampai jika seseorang berjalan (safar) sepanjang malam, mereka tidak diizinkan untuk duduk (tidur dan istirahat) sampai terbit matahari."

Beberapa ulama yang cukup sibuk melakukan seperti ini, mereka tidur sebentar setealah terbit matahari kemudian berangkat kerja dan mengajar.

 

Tips agar tidak tidur lagi setelah shalat subuh

Memang godaan tidur setelah subuh "luar biasa" dan "berat" bagi mereka yang tidak biasa. Ini hanya "masalah kebiasaan" saja.

kunci utama merubah kebiasaan adalah:

"Mencari kegiatan setelah shalat subuh, jika bisa jangan kegiatan sendiri"

Misalnya:

-Belajar setelah shalat subuh di masjid

-Memasak setelah shalat subuh

-Jalan-jalan dengan anak-anak

 

hendaknya kita punya kegiatan setelah subuh, seperti membaca atau menghapal Al-Quran dengan suara yang agak dibesarkan, menghapal hadist, berdzikir pagi-petang, menghapal doa-doa keseharian, setoran hapalan.

Namun ada juga yang mengaji atau berdzikir lama-kelamaan ketiduran, maka handaklah kita mencari kegiatan yang melibatkan orang banyak. Misalnya saling setoran hapalan dengan beberapa orang dimasjid, mengikuti majelis ilmu ba'da subuh dimasjid, belajar membaca dan memperbaiki Al-Quran.

Sangat tepat apa yang diucapkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

"Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil"[5]

 

Bisa juga faktor maksiat yang sering dilakukan dan belum bertaubat

Bangun shalat subuh juga kebiasaan, jika berat dan susah bangun mungkin faktor kebiasaan atau ada maksiat yang dilakukan sehingga susah melakukan ibadah shalat subuh.

Bisa sering begadang Atau dan karena ada kemaksiatan yang baru-baru dilakukan terus-menerus tanpa istigfar sehingga badan susah melakukan ketaatan, dan hati berat untuk dibawa beribadah. Sehingga yang sebelumnya kita bangun ketika adzan berkumandang, sekarang hati mulai keras dan telinga sudah tidak peka lagi dengan suara adzan, badanpun berat dibawa untuk menjawab panggilan masjid.

Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ:  كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya.  Itulah" raan" yang disebutkan Allah ta'ala,

"Sekali-kali tidak akan tetapi itulah" raan" yang disebutkan Allah dalam Al Qur'an".[6]

 

Ada yang manjadikan salah satu indikator hatinya mulai mengeras adalah susah bangun shalat subuh. Untuk selevel ulama salah mereka menjadikan susahnya shalat malam sebagai salah satu indikator hati mereka mulai mengeras.

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah beliau berkata,

حرمت قيام الليل خمسة أشهر بذنب أذنبته

 "Selama lima bulan aku terhalang untuk melakukan shalat malam karena dosa yang aku lakukan."[7]

 

Jika ada yang berkata, "saya bermaksiat setiap hari, tapi nanti malam saya bisa bangun malam jika saya mau". Maka kita katakan bahwa, hatinya sudah tidak peka lagi mendeteksi maksiat. Hati para ulama cukup bersih sehingga sangat peka terhadap maksiat. Ibarat tubuh yang sehat akan terasa jika ada sakit sedikit.

 

Demikian semoga bermanfaat

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen


[1] HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Abi Daud

[2] HR. Ibnu Abi Syaibah 5/222

[3] Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H

[4] Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibaad 4/222, Muassah Risalah, Beirut, cet. Ke-27, 1415 H

[5] Al Jawabul Kaafi hal 156, Darul Ma'rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah

[6] HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani

[7] Qiyaamul Lail, Fadhluhu wa Aadaabuh Reserved.

__
Follow akun Raehanul Bahraen (klik):

HUKUM MENGERASKAN BACAAN AL-QUR'AN YANG TERLARANG DAN DIBOLEHKAN

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
HUKUM MENGERASKAN BACAAN AL-QUR'AN YANG TERLARANG DAN DIBOLEHKAN

☘️☘️☘️
*1. Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur'an yang Terlarang.*

Di antara perbuatan yang mengganggu orang-orang yang sedang shalat (sunnah) sebelum iqamat adalah adanya jamaah yang membaca Al-Qur'an dengan suara keras. Perbuatan semacam ini akan mengganggu konsentrasi atau kekhusyu'an orang-orang yang sedang shalat atau yang sedang melakukan ibadah yang lainnya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang perbuatan semacam ini. Hal ini sebagaimana hadits yang diceritakan dari sahabat Abu Sa'id

Al-Khudhri radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di masjid, lalu beliau mendengar mereka (para sahabat) mengeraskan bacaan (Al-Qur'an) mereka.

Kemudian beliau membuka tirai sambil bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya kalian sedang berdialog dengan Rabb kalian. Oleh karena itu, janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain, dan jangan pula sebagian yang satu mengeraskan terhadap sebagian yang lain di dalam membaca Al-Qur'an" atau beliau mengatakan, "atau dalam shalatnya." (HR. Abu Dawud no. 1332, shahih)

☘️☘️☘️
*2. Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur'an yang Dibolehkan*

Adapun jika suara tersebut tidak mengganggu orang lain, maka terdapat hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya perbuatan tersebut. Lebih-lebih jika orang yang mengeraskan suara tersebut tidak khawatir akan tertimpa penyakit riya' atau mencari pujian dan popularitas. Dan mengeraskan suara ini lebih ditekankan lagi jika dalam rangka mengajarkan ilmu (Al-Qur'an).

Dari ibunda 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan,

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang membaca (Al-Qur`an) di dalam masjid, lalu beliau bersabda, "Semoga Allah merahmati si Fulan. Sesungguhnya dia telah mengingatkanku tentang ayat ini dan ini, yakni ayat yang aku lupa dari surat ini dan itu." (HR. Bukhari no. 5037 dan Muslim no. 788)

Muslim.or.id @ittiba.id 

Minggu, 18 April 2021

Air yang dipakai Mandi

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan hadis dengan mengatakan, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mandi dengan memakai satu ṣā' sampai lima mud (air). Maksudnya beliau tidak ‎boros dalam menggunakan air untuk bersuci. Seringnya beliau ‎mandi dengan takaran satu ṣā', yaitu empat mud atau mungkin lebih dari itu, sehingga beliau ‎mandi dengan menggunakan lima mud sesuai yang diperlukan tubuh beliau yang mulia.‎

Faedah Hadis:
1️⃣ Disyariatkannya hemat dalam menggunakan air untuk wudu, mandi dll meskipun air itu melimpah.
2️⃣ Praktek Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- juga hemat dalam menggunakan air yang berarti Sunnah Fi'liyyah beliau.
3️⃣ Hadits di atas hanyalah menceritakan kadar air yang telah mencukupi bagi wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan batas minimal yang diharuskan sehingga tidak boleh berwudhu atau mandi kurang dari kadar tersebut.
4️⃣ Seorang muslim juga dituntun untuk seimbang dan proporsional dalam ibadah.
5️⃣ Jika dalam ibadah saja Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencontohkan untuk menghemat air, lalu bagaimana lagi jika menggunakan air di luar keperluan ibadah kepada Allah Ta'ala? Tentu lebih layak lagi untuk berhemat dan disesuaikan dengan kebutuhan kita, serta jangan berlebih-lebihan!
6️⃣ Satu sha' sama dengan empat mud. Satu mud kurang lebih setengah liter atau kurang lebih (seukuran) memenuhi dua telapak tangan orang dewasa.

==========================
Official Media Channel Dakwah
Ustadz Thoriq Abdul Aziz At-Tamimi, Lc.,MA

#hijrahsantun #MariBerhijrah
#islam #tobat #istighfar #tawakal
#muslimah #beranihijrah #kembaliberhijrah #hijrahukhti
#hijrahislam #hijrahquote
#hijrahsantun #wanitasaleha
#hadits
#hijrahislam #hijrahyuk #islam #hijrah #sunnah #dakwahtauhid
#dakwahsunnah #salaf
#indonesiabertauhid #salafy
#dakwahsalaf 
#dakwah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 

Jumat, 16 April 2021

TUMA'NINAH DALAM SHALAT

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
TUMA'NINAH DALAM SHALAT

Di antara kesalahan besar yang terjadi pada sebagian orang yang shalat: tidak tuma'ninah ketika shalat. Nabi ﷺ  menganggapnya sebagai pencuri yang paling buruk, sebagaimana disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda,

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.

"Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya". Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?". Rasulullah berkata, "Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya." (HR Ahmad no 11532, dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami' 986)

Maka Nabi ﷺ menganggap perbuatan mencuri dalam shalat ini lebih buruk dan lebih parah daripada mencuri harta.

Tuma'ninah ketika mengerjakan shalat adalah bagian dari rukun shalat, shalat tidak sah kalau tidak tuma'ninah. Nabi ﷺ pernah berkata kepada orang yang shalatnya salah,

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا

"Jika Anda hendak mengerjakan shalat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat al Quran yang mudah bagi Anda. Kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan tumakninah, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud dengan tumakninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk sampai benar-benar duduk dengan tumakninah, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukan seperti itu pada seluruh shalatmu." (HR Bukhari 757 dan Muslim 397 dari sahabat Abu Hurairah)

Para ulama mengambil kesimpulan dari hadits ini bahwa orang yang ruku' dan sujud namun tulangnya belum lurus, maka shalatnya tidak sah dan dia wajib mengulangnya, sebagaimana Nabi ﷺ yang berkata kepada orang yang tata cara shalatnya salah ini, "Ulangi shalatmu, sejatinya Anda belumlah shalat".

Wallahu ta'ala a'lam bishawab.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Senin, 12 April 2021

Disunnahkan memberikan ucapan "Selamat Memasuki Ramadhan"

Disunnahkan memberikan ucapan 
*Selamat Memasuki Ramadhan*

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ* 

Alhamdulillah kita akan kembali memasuki bulan Ramadhan. 

Suatu hari Nabi Shalallahu Alahi Wa Sallam pernah keluar menemui para Sahabatnya dan bersabda :

"Telah datang pada kalian bulan yang diberkahi". 
(HR. An Nasaa'i no.2106, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dlm Shahihut Targhib no.999)

Berdasarkan hadits tadi sebagian Ulama (seperti Imam Suyuthi dalam kitabnya *"Wushuul Amaanii fii Ushuulit Tahaanii"*, dan juga Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali-rahimahumallah) berpendapat disunnahkannya untuk memberikan ucapan selamat (tahni'ah) ketika memasuki bulan Ramadhan.
  
Syaikh 'Ali Hasan Al-Halaby hafizhahullah, mengatakan sebagian 'Ulama lainnya juga membolehkan ucapan:

*"Baarokallohu lanaa walakum fiiy hadzaa syahru"*

Artinya :
Semoga Allah memberkahi kalian semua di bulan ini.

Oleh karenanya saya juga ikut mengucapkan kepada sahabat fillah:

*بارك الله لنا و لكم في هذا الشهر*

*Semoga Allah memberkahi kita semua dibulan ini*

*Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini.*

*Menjadikan siangnya untuk puasa, malamnya untuk Qiyamul lail, membaca Al Qur'an, shadaqah dan juga yang lainnya.*

Allahumma Aamiin.

Sumber :
Ceramah Syaikh 'Ali Hasan Al-Halaby yang berjudul 
*"Min Fiqhis Shiyaam"*

*@cahayasunnah*

MARHABAN YA SYAHRU RAMADHAN

MARHABAN YA SYAHRU RAMADHAN

  Bulan ramadhan insya Allah sebentar lagi akan mendatangi kita,apakah persiapan kita apa bila Ramadhan datang ? 

persiapan apakah bagi kita untuk menyambut Ramadhan?

persiapan kita adalah sebagai berikut :

 [1] MENYAMBUTNYA DENGAN RASA GEMBIRA DAN SUKA CITA

[2] MEMPERBARUI TENTANG ILMU MENGENAI SHAUM 
DAN YANG BERKAITAN DENGAN-NYA

[3] MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENGAMALKAN  AMALAN SUNNAH DIBULAN ITU

[4] DAN BERUSAHA UNTUK MENINGGALKAN TRADISI ADAT JAHILIYYAH YANG BERTENTANGAN DENGAN  SUNNAH RASULULLAH صلى الله عليه وسلم 

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1  DI WAJIBKAN BERPUASA 

183.  Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(Qs Al-Baqarah 2:183)

*2. DI BUKA PINTU SURGA DITUTUP PINTU NERAKA DI BELENGGU SETAN*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ

"Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Bila bulan Ramadlan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan pun dibelenggu".
(Hr Muslim :1793)   

  *3.DI TURUNKAN AL-QUR'AN*                                                                                                          

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ  

185.  (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
(Qs Al-Baqarah 2:185)

*4. ADANYA MALAM LAILATU QODR* 

1.  Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. 2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Qs Al-Qadar :1-5)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى تَابَعَهُ عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ أَيُّوبَ

"Dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda. Berkata, telah mengabarkan kepada saya bapakku dari 'Aisyah radliallahu 'anha dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: \"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan, pada sisa malam kesembilan, pada yang ketujuh, pada yang kelima\". Hadits ini dikuatkan pula oleh 'Abdul Wahhab dari Ayyub.: 
(Hr Al-Bukhari :1881)

*KEUTAMAAN BERPUASA*

 *(1)  PUASA ITU HANYA UNTUK ALLAH *

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ  
              
'Setiap amal anak Adam adalah teruntuk baginya kecuali puasa. Puasa itu adalah bagi-Ku, dan Akulah yang akan memberinya pahala.' 

 (2)  PUASA ITU SEBAGAI PRISAI /TAMENG DARI API NERAKA 

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَسْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ 

' Dan puasa itu adalah perisai. Apabila kamu puasa, maka janganlah kamu merusak puasamu dengan rafats, dan jangan pula menghina orang. Apabila kamu dihina orang atau pun diserang, maka katakanlah, 'Sesungguhnya saya sedang berpuasa.' 

 (3) BAU MULUT ORANG YANG BERPUASA HARUM DISISI ALLAHﷻ

   وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
 
Demi Allah, yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat kelak daripada wanginya kesturi.
(4)  ORANG YANG BERPUASA DI BERI DUA KEGEMBIRAAN  

  وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Dan bagi mereka yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ia merasa senang saat berbuka lantaran puasanya, dan senang pula saat berjumpa dengan Rabbnya juga karena puasanya.\"
(Hr Muslim dalam kitab shahih-Nya : 1944)

(5)   ORANG YANG BERPUASA AKAN DIHAPUSKAN DOSANYA YANG LALU

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًاَوَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadlan dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.\"
(Hr Muslim dalam kitab shahihnya:1268)

(6) PUASA DAPAT MENAHAN NAFSU BERAHI

  كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

: Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu Beliau bersabda: \"Barangsiapa yang sudah mampu (menafkahi keluarga), hendaklah dia kawin (menikah) karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak sanggup (manikah) maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi benteng baginya\".
(Hr Albukhari/ 1772)

(7) DIJAUHKAN DARI API NERAKA

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا ( رواه مسلم )

"Dari Abu Sa'id Al Khudri radliallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim."(Hr Muslim :1948)

 (8)MASUK SURGA MELALUI PINTU AR-ROYYAN

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

"Dari Sahl bin Sa'd radliallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Di dalam surga ada satu pintu yang disebut Ar Rayyan. Orang-orang yang diperkenankan masuk surga melalui pintu pada hari kiamat kelak hanyalah orang-orang yang berpuasa, sedangkan yang lainnya tidak diperkenankan. Mereka akan dipanggil; 'Manakah orang-orang yang sering berpuasa? ' Dan bila orang yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu pun segera ditutup, hingga tak seorang pun yang dapat memasukinya.\"  (HR MUSLIM dalam kitab shahih-Nya :1947)

 ADAB-ADAB BERPUASA

1  Makan sahur

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

"Dari Anas radliallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Makan sahurlah kalian, karena (makan) di waktu sahur itu mengandung barakah.\"
(HR MUSLIM:1835)

عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ 

"Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: \"Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.\" (HR MUSLIM :1836)

2  MENYEGERAKAN BERBUKA DAN BERDO'A

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

"Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam: Allah 'azza wajalla berfirman: \" Hambaku yang paling Aku sukai adalah dia yang selalu menyegerakan berbuka".(Hr AT-TIRMIZI:636)

    ذَهَبَ الظّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُإِنْ شَاءَ اللهُ ( رواه ابوداود والنساء حسن صحيح

   "Dzahabajh jhoma'u wabtalatil 'uruuqu,watsabatal ajru,insya Allah"

   "Telah hilang dahaga ,telah basah urat-urat,dan pahala telah di tetapkan,insya Allah."

*3 .SHALAT TARAWIH    (SHALAT LAIL)*

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( ]مَا] كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً, يُصَلِّي أَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ, ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ, ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا. قَالَتْ عَائِشَةُ, فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ? قَالَ: "يَا عَائِشَةُ, إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي")  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tidak pernah menambah dalam sholat malam Ramadhan atau lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau sholat empat rakaat dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau sholat tiga rakaat. 'Aisyah berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum sholat witir? Beliau menjawab: "Wahai 'Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur namun hatiku tidak." Muttafaq Alaihi.

 Selesai ditulis pada hari Rabu 21- sa'ban- 1432 / 20-juli-2011 

oleh:MUHAMMAD SYARIF

INTROPEKSI NIAT SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN

INTROPEKSI NIAT SEBELUM MEMASUKI RAMADHAN

# Beberapa Hal Yang Perlu Intropeksi Niat Sebelum Memasuki Ramadhan

Berikut beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam hal niat kita:

1. Musim jualan serba-serbi Ramadhan

2. Sibuk memilih-milih tempat berbuka puasa gratis yang enak

3. Mendadak lebih agamis dan Memakai hijab syar'i selama bulan Ramadhan saja

4. Penceramah dan imam yang mendapatkan "amplop"

5. Buka bersama tapi isinya kemaksiatan bersama

_________

Akan sangat banyak kata-kata jika kita gunakan untuk mengungkapkan kemuliaan dan keutamaan bulan suci Ramadhan. Sebagai seorang muslim tentunya kita sangat berharap bertemu serta merasa bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan. Kegembiran akan datangnya bulan Ramadhan telah dicontohkan oleh para salaf (pendahulu) kita.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أتاكم رمضان شهر مبارك. فرض الله عز وجل عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب السماء، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغلّ فيه مردة الشياطين، لله فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan."1

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata menjelaskan hadits,

ففي هذا الحديث بشارة من رسول الله (صلى الله عليه وسلم) لعباد الله الصالحين بقدوم شهر رمضان المبارك. لأن النبي (صلى الله عليه وسلم) أخبر الصحابة رضي الله عنهم بقدومه

"Pada hadis ini terdapat kabar gembira dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada hamba Allah yang shalih dengan datangnya bulanRamadhan yang diberkahi. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kepada para sahabat akan kedatangan Ramadhan."2

Bergembira datangnya Ramadhan hanya karena ada keuntungan dunia

Akan tetapi ada sebagian kecil kaum muslimin yang bergembira menyambut bulan Ramadhan karena ada keuntungan dunia di bulan suci ini. Bahkan bisa jadi mereka bergembira hanya karena ada keuntungan dunia saja bukan karena keuntungan dan kebahagiaan di akhirat.

Agar bulan suci Ramadhan tidak hanya sekedar tujuan dunia saja, maka kita perlu intropeksi niat kita sebelum memasuki bulan suci tersebut. Masalah niat adalah perkara yang cukup berat ketika kita berusaha untuk mengikhlaskannya.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata,

ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي ؛ لأنها تتقلب علي

" Tidaklah aku berusaha untuk mengobati sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak-balik."3

Berikut beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam hal niat kita:

1. Musim jualan serba-serbi Ramadhan

Memang bisnis pernak-pernih Ramadhan bisa sangat menguntungkan, misalnya jualan kurma, makanan menjelang berbuka, baju lebaran dan lain-lainnya. Sebaiknya jangan sampai bulan Ramadhan hanya fokus saja pada bisnis dan mencari keuntungan dunia sampai lupa mencari keuntungan akhirat atau lupa memanfaatkan berkah bulan Ramadhan untuk tujuan akhirat, bahkan lalai dalam beribadah, misalnya:

Di sela-sela shalat dan waktu senggang lebih sibuk menawarkan dagangan baik lewat sosmed atau yang lain sampai-sampai tidak ada waktu untuk membaca Al-Quran. Padahal Ramadhan adalah bulan Al-Quran.Malam hari sibuk dengan berjualan sampai lalai beribadah shalat malam dan membaca Al-Quran.Sangat sibuk berjualan ketika menjelang berbuka sampai-sampai shalat magrib sangat terlambat dan laki-laki tidak shalat berjamaah di masjid

Hendaknya jangan lupa bahwa ibadah di bulan Ramadhan sangat besar pahala dan keutamaannya. Karenanya pintu surga dibuka menunjukkan bahwa banyak amal ibadah yang bisa dilakukan dan difokuskan selama bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

"Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu."4

2. Sibuk memilih-milih tempat berbuka puasa gratis yang enak

Bagi para perantau semisal mahasiswa, di bulan Ramadhan bisa jadi buka puasa gratis ini sangat menghemat pengeluaran mereka. Umumnya buka puasa gratis biasanya ada pengajian pengantar sebelum berbuka. Sebenarnya tidak masalah datang untuk berbuka puasa karena memang disediakan gratis dari para muhsinin. Akan tetapi yang menjadi perhatian adalah jangan sampai sibuk memilih-milih tempat berbuka puasa di mana yang makanannya lebih enak, atau ada niat ikut pengajian menjelang membuka sekedar formalitas saja karena intinya ingin ikut buka puasa gratis saja.

Sebaiknya kita ikhlaskan lagi dan intropeksi niat kita. Jika memang panitia menyediakan makanan berbuka bagi mereka yang datang lebih awal dan mengikuti kajian, maka bagi yang sengaja datang terlambat karena ingin dapat berbuka gratis saja, sebaiknya mendahulukan jatah mereka yang sudah lebih dahulu datang.

Yang cukup penting juga adalah mendoakan mereka yang telah memberikan kita buka puasa dengan doa beberapa berikut:

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

Allahumma ath'im man ath'amanii wasqi man saqaa-nii

"Ya Allah, berilah makanan orang yang memberi aku makan dan berilah minum orang yang memberi aku minuman. "5

Atau doa:

اللَّهُمَّ بَارِك لَهُم فِيمَا رَزَقْـــتَهُم وَاغْفِرْ لَهُم وَارحَمْهُم

Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum

"Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau anugerahkan kepada mereka, ampuni mereka dan berikanlah rahmat kepada mereka." 6

3. Mendadak lebih agamis dan Memakai hijab syar'i selama bulan Ramadhan saja

Alhamdulillah jika memang benar-benar niatnya berubah dan lebih agamis. Memanfaatkan momentum dan berkah bulan Ramadhan untuk kembali ke jalan syariat yang benar untuk kesuksesan dunia dan akhirat. Akan tetapi jika niatnya hanya sementara saja selama bulan Ramadhan dan setelah Ramadhan kembali lagi, maka niat ini harus diperbaiki dan usahakan lebih ikhlas lagi serta berdoa semoga Allah tetap memberikan hidayah

Bagi yang memakai hijab syari selama bulan Ramadhan padahal sebelumnya tidak, maka berdoalah semoga tetap kokoh beragama. Hilangkan jauh-jauh tendensi dan tujuan dunia dengan memakai jilbab, misalnya lebih laku ketika menjadi model Ramadhan dengan berpenampilan agamis.

Mohon dan berdoalah agar tetap kokoh beragama baik selama maupun setelah Ramadhan sampai akhir hayat. Bacalah doa berikut:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

'Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wa hab lanaa min-ladunka rohmatan, innaka antal-wahhaab'

"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 8).

Atau doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

'Ya Muqallibal Quluubi Tsabbit Qalbiy 'Alaa Diinika'.

"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."7

4. Penceramah dan imam yang mendapatkan "amplop"

Alhamdulillah bulan Ramadhan insyaAllah banyak ilmu yang disampaikan dan kaum muslimin hadir di majelis ilmu untuk mendengarkannya. Sebagaimana kebiasaan kita, biasanya ada ceramah setelah shalat subuh atau setelah tarawih. Kita sangat bersyukur ada ustadz dan orang yang berilmu bisa membagi ilmu agama serta memberikan pencerahan ajakan ke jalan Allah kepada kaum muslimin. Bagi penceramah dan imam bisa jadi mereka mendapatkan "amplop" ketika akan mengisi pengajian atau ceramah (hukumnya boleh menerimanya).

Akan tetapi perlu diluruskan niatnya dan kita intropeksi diri dengan niat mengajak ke jalan Allah dan niat mendidik masyarakat. Sebaiknya hindari:

1. Mematok biaya ceramah
2. Memilih-milih mana yang isi amplopnya lebih banyak, tetapi pilih sesuai mashlahat dakwah yang lebih baik
3. Memberikan ceramah yang monoton satu tema untuk beberapa masjid tanpa peduli sama sekali kebutuhan materi dakwah yang lebih dibutuhkan.

Sebenarnya masih banyak lagi contohnya, semoga kita bisa lebih ikhlas dan menyambut Ramadhan dalam rangka tujuan akhirat yang lebih ikhlas.

Demikian semoga bermanfaat.

Penyusun: Raehanul Bahraen

Catatan kaki

1 HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

2 Majalis Ramadhaniyah, sumber: http://islamport.com/w/amm/Web/5224/5.htm

3 Jami' Al-'ulum wal hikam hal. 18, Darul Aqidah, Koiro, cet.I, 1422 H

4 HR. Muslim

5 HR. Muslim, No. 2055

6 HR. Muslim 2042

7 HR. At-Tirmidzi no.3522, Shahih Sunan At-Tirmidzi no.2792


__
Follow akun (klik):

Kamis, 08 April 2021

WANITA JUGA BISA JIHAD!!!

JIHADNYA WANITA itu BUKAN PERANG,apalagi sampai melakukan TERORISME BERKEDOK JIHAD.*

'Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah shallalallahu 'alaihi wasallam, 

يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ: جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ، اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ.

_"Wahai Rasulullah ﷺ , apakah ada jihad bagi wanita?" Beliau ﷺ  menjawab, "Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah"._
📗 *(HR Ibnu Majah II/968, No. 2901 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami'ish-Shaghir No. 2345).*


📝  Dan *JIHAD yang bisa dilakukan WANITA adalah dengan MENUNTUT ILMU serta MENGAJARKANNYA.*


Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ

_"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka"._
📚 *(QS At-Taubah: 73).*


Ibnul Qayyim menjelaskan ayat ini: 

_"Telah diketahui bersama bahwa jihad kepada orang munafik adalah dengan hujjah dan Al-Qur'an"._
📘 *(Miftah Daaris Sa'adah, 1/70).*


📝 *Menunjukkan bahwa MENUNTUT dan MENGAJARKAN ILMU juga MERUPAKAN JIHAD.*


📛  *_Jadi mbak-mbak, eneng-eneng, buibu dan para akhawat, JANGAN sampai kalian ikut-ikutan aksi-aksi "jihad" yang hakikatnya adalah terorisme!!_*


‼️ *Ikuti jihad yang diajarkan Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ bagi para wanita di atas, yaitu MENUNTUT dan MENGAJARKAN ILMU!!!*


_Semoga Allah ﷻ  memberi taufik._


✍  *Ustadz Yulian Purnama, S. Kom. _حفظه الله تعالى._*