DELAPAN PINTU SURGA
Ada delapan pintu surga. Ada empat pintu yang disebut langsung dalam satu hadits. Sisanya dilihat dari hadits-hadits lainnya. Adapun pintu surga yang disebutkan dalam satu hadits, yaitu: *(1) Pintu Shalat, (2) Pintu Jihad, (3) Pintu Sedekah, dan (4) Pintu Ar-Rayyan. Sedangkan yang disebutkan pada hadits yang lainnya adalah (5) Pintu Haji, (6) Pintu Al-Ayman, (7) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina 'an An-Naas. Dan (8) Pintu Dzikir, Pintu Ridha dan Pintu Ilmu.
*Tidak Ada Yang Semisal Surga*
Allah Ta'ala berfirman:
*{فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}*
*Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan {QS. As-Sajdah: 17}.*
Dalam hadits disebutkan:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، ذُخْرًا ، بَلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ » . ثُمَّ قَرَأَ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ )
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Ta'ala berfirman:
*Aku sediakan bagi hamba-Ku yang shalih berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam benak manusia. Kalau kalian mau, bacalah: Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan {QS. As-Sajdah: 17}.*
Balasan tersebut diberikan bagi orang yang beramal sembunyi-sembunyi. Allah merahasiakan pula balasan baginya dan dinampakkan dengan senyatanya pada hari kiamat kelak.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
أَخْفَى قَوْمٌ عَمَلَهُمْ فَأَخْفَى اللهُ لَهُمْ مَا لَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
*"Suatu kaum ada yang menyembunyikan amalan mereka. Allah pun membalasnya dengan menyembunyikan balasan untuk mereka yang tak pernah mereka pandang sebelumnya dan tak pernah terbetik dalam benak."* {HR. Ibnu Abi Hatim, dinukil dari Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, 6: 145}.
*Delapan Pintu Surga Yang Dijanjikan Allah*
Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan *Ar-Rayyan,* dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »
Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: *"Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa."* {HR. Bukhari no. 3257}.
Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu untuk yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.
Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
*Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: "Hai hamba Allah, inilah (balasan) kebaikan(mu)." (1) Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat, dia akan dipanggil dari pintu shalat. (2) Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. (3) Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. (4) Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah."*
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Ketika mendengar hadits ini, Abu Bakar pun bertanya: *"Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?"*
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun menjawab: *"Iya ada, dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka."* {HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027}.
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna: *"sepasang hartanya:"* Ada yang berpendapat, *bahwa yang dimaksud dengan sepasang harta' adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta.* Ibnu 'Arafah menyatakan: *segala sesuatu yang memiliki pasangan (berpasangan) disebut dengan "zauja."*
Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits tersebut mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan. Walau ada juga ulama yang menafsirkan, *yang dimaksudkan adalah khusus jihad saja.* Namun memberlakukan secara umum seperti pendapat pertama itu lebih bagus. Demikian ucapan dari Al-Qadhi 'Iyadh {Syarh Shahih Muslim, 6: 106}.
*Pintu Surga Al-Ayman.*
Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikatakan:
يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ
*Wahai (nabi) Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu "Al-Ayman," yang merupakan di antara 8 pintu surga (yang dijanjikan Allah).* Sedangkan pintu-pintu yang lainnya adalah pintu surga bagi semua orang. {HR. Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194}.
*Pintu Surga Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina 'an An-Naas" (Mudah menahan amarah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain).*
Terdapat dalam hadits dari Rawh bin 'Ubadah, dari Asy'ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal:
*《إِنَّ للهِ بَاباً فِي الجَنَّةِ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ مَنْ عَفَا عَنْ مَظْلَمَةٍ》*
*"Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman (orang lain)."* {Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28}.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, Al-Qadhi berkata: pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain, yaitu *pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina 'an An-Naas, Pintu Ridha.*
Demikian itulah pintu-pintu Surga yang ada disebutkan dalam berbagai hadits. Sedangkan yang 70.000 (Tujuh Puluh Ribu) orang yang masuk surga tanpa hisab itu akan masuk melalui pintu *Al-Ayman.* Itulah pintu kedelapan. {Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107}.
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: Dalam hadits disebutkan (secara eksplisit) ada empat pintu surga, dan di awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Maka dengan demikian, Rukun Islam yang tersisa adalah Haji, tentu ada pintu Surga khusus untuk orang yang berhaji. Dia menyebutnya sebagai *Pintu Surga kelima.*
Adapun tiga pintu lainnya, yaitu (6) Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina 'an An-Naas, terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin 'Ubadah dari Asy'ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal:
*"Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman."*
Ada juga pintu ketujuh, yaitu *Pintu Surga Al-Ayman,* yaitu pintu orang yang bertawakkal kepada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa.
*Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir, sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Imam Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu.* Wallahu a'lam." (Fath Al-Bari, 7: 28).
*Abu Bakar Dipanggil dari Delapan Pintu Surga*
Abu Bakar adalah orang yang memiliki berbagai bentuk amal shalih dan ketaatan. Hal itu terbukti sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya (kepada para sahabat): *"Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?"* Abu Bakar berkata: *"Saya."*
Beliau bertanya lagi: *"Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?"* Maka Abu Bakar berkata: *"Saya."*
Beliau kembali bertanya: *"Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?"* Maka Abu Bakar mengatakan: *"Saya."*
Lalu beliau bertanya lagi: *"Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit?"* Abu Bakar kembali mengatakan: *"Saya."*
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: *"Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga."* (HR. Muslim no. 1028).
Abu Bakar Al-Muzani berkomentar tentang sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu'anhu:
مَا فَاقَ أَبُوْ بَكْرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – أَصْحَابَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِصَوْمٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ كَانَ فِي قَلْبِهِ ، قَالَ : الَّذِي كَانَ فِي قَلْبِهِ الحُبُّ للهِ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَالنَّصِيْحَةُ فِي خَلْقِهِ
*"Tidaklah Abu Bakar itu melampaui para sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (semata-mata) karena (banyaknya) mengerjakan puasa atau shalat, akan tetapi karena iman yang bersemayam di dalam hatinya."*
Ibnu Aliyah mengomentari ucapan Al-Muzani tersebut, dia mengatakan: *"Sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya adalah rasa cinta kepada Allah 'azza wa jalla dan sikap nasihat (ingin terus memberi kebaikan) terhadap (sesama)."* {Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam oleh Ibnu Rajab, 1: 225}.
Semoga bermanfaat, semoga kita dimudahkan untuk memasuki pintu-pintu surga yang ada. Wallahu waliyyut taufiq.
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Adaptasi & dikirim oleh:
*📑Akhwat Ittiba' As-Sunnah*
❄️🌼❄️🌼❄️🌼