*[HADITS 25 & 26]*
*KAJIAN ONLINE WAG BALI MENGAJI TEMA MUTIARA HADITS*
📚 *40 Hadits Tentang Al Khairiyyah (Lebih Baik & Yang Terbaik) : Hadits ke-25 & ke-26*
2️⃣5️⃣ *Hadits Kedua Puluh Lima: Sholat Sunnah Sebelum Shubuh*
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha dari nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : _“Dua roka'at (sunnah sebelum –pent) sholat Shubuh itu lebih baik daripada dunia seisinya”_
[HR. Muslim no. 1193 At Turmudzi no. 381 An Nasaa-i no. 1738]
Faedah Hadits:
1. Anjuran untuk sholat sunnah sebelum sholat Shubuh yang disebut dengan sholat sunnah Fajar. Jadi sholat sunnah Fajar bukan sebuah nama bagi sholat sunnah yang berdiri sendiri melainkan salah satu sholat rawatib yang dilakukan sebelum sholat Shubuh (artinya sholat qobliyah Shubuh)
2. Keutamaan sholat sunnah sebelum sholat Shubuh. Oleh sebab itu kita seharusnya tidak boleh meremehkannya. Bahkan nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik di waktu mukim ataupun safar, berbeda dengan sholat sholat sunnah rawatib lainnya yang beliau tinggalkan ketika beliau safar [Lihat kitab: Zaadul Ma’ad karangan al Imam Ibnul Qayyim 1/308].
3. Isyarat bahwa orang yang paling kaya di dunia ini adalah orang yang dimudahkan Alloh untuk melakukan sholat sunnah Fajar. Maka sebagai orang yang beriman tidak sepantasnya kita berkecil hati dan bersedih ketika melihat kekayaan dunia yang dimiliki oleh mereka yang bergelimang harta. Berbangga, berbahagia dan bersyukurlah karena ternyata apabila kita dimudahkan Alloh melakukan sholat sunnah Fajar pada hakekatnya kita lebih kaya dari mereka semua.
Catatan Penting berkaitan dengan Sholat Sunnah Fajar
a. Sholat sunnah rawatib yang paling dijaga dan diperhatikan oleh nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tidakah memberikan perhatian lebih terhadap sholat sholat sunnah melebihi perhatian beliau dengan dua roka'at sholat sunnah sebelum sholat Shubuh” [HR. Al Bukhari no. 1093]
b. Disunnahkan untuk dilakukan dengan tidak berlama lama tapi dengan ringkas.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ بِالْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْر)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam setelah selesai adzan, beliau melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh dengan ringkas”
[HR. Al Bukhari no. 590]
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh dengan ringkas sampai sampai aku mengira apakah beliau membaca surat Al Fatihah ataukah tidak” [HR. Al Bukhari no. 1095]
c. Disunnahkan setelah membaca surat Al Fatihah untuk membaca surat Al Kafirun di roka’at pertama dan surat Al Ikhlash di roka’at kedua
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiyallahu ’anhu bahwasanya rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam saat sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh membaca surat Al Kafirun (di roka’at pertama –pent) dan surat Al Ikhlash (di roka’at kedua –pent)”
[HR. Muslim no. 1195]
Atau membaca surat Al Baqoroh ayat 136 di roka’at pertama dan surat Ali Imran ayat 52 di roka’at kedua [Lihat HR. Muslim no. 1196]
d. Disunnahkan untuk berbaring sebentar setelah sholat sunnah Fajar sebelum melakukan sholat Shubuh
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam setelah melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh beliau berbaring miring ke sebelah kanan” [HR. Al Bukhari no. 1090 lihat pula Muslim no. 1216]
e. Dibolehkan mengqodlo sholat sunnah Fajar bagi mereka yang secara rutin melakukanya ketika tidak sempat melakukannya. Dan dilakukannya setelah sholat Shubuh atau menunggu setelah matahari terbit (dan ini lebih utama)
2️⃣6️⃣ *Hadits Kedua Puluh Enam: Kebaikan Belajar Al Qur’an Dan Mengajarkannya*
عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ)
Diriwayatkan dari Utsman ibn Affan radhiyallahu ’anhu dari _Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik baik kalian adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarknnya (kepada orang lain –pent)”_
[HR. Al Bukhari no. 4639]
Dalam riwayat lain disebutkan:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ)
Diriwayatkan dari Utsman ibn Affan radhiyallahu ’anhu berkata: _Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling utama diantara kalian adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarknnya (kepada orang lain –pent)”_
[HR. Al Bukhari no. 4640]
Faedah Hadits:
1. Keutamaan orang yang belajar al qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
2. Perintah untuk belajar al qur’an, baik cara membacanya (dengan mempelajari tajwid dan tahsinnya) ataupun mempelajari isi dan maknanya (dengan mempelajari tafsirnya).
3. Perintah untuk mengajarkan al qur’an kepada orang lain, baik cara membacanya ataupun makna dan kandungannya.
4. Isyarat bahwa mengajarkan sesuatu kepada orang lain itu harus berdasarkan ilmu, karena rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam mendahulukan kata “Belajar” lalu “Mengajar”.
5. Penjelasan bahwa orang yang berilmu memiliki kewajiban untuk mengajarkannya kepada orang lain.
6. Isyarat bahwa sebaik baik amalan adalah amalan yang bisa memberikan kemanfaatan dan kebaikan kepada orang lain selain untuk kebaikan diri sendiri. Karena rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam menggabungkan antara “Belajar” yang kebaikannya kembali kepada diri sendiri dan “Mengajar” yang kebaikannya kembali kepada orang lain.
7. Seorang muslim adalah pribadi yang Sholih (Baik untuk diri sendiri) dan Mushlih (Bisa memberikan kebaikan kepada orang lain)
*KAJIAN ONLINE WAG BALI MENGAJI TEMA MUTIARA HADITS*
📚 *40 Hadits Tentang Al Khairiyyah (Lebih Baik & Yang Terbaik) : Hadits ke-25 & ke-26*
2️⃣5️⃣ *Hadits Kedua Puluh Lima: Sholat Sunnah Sebelum Shubuh*
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha dari nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : _“Dua roka'at (sunnah sebelum –pent) sholat Shubuh itu lebih baik daripada dunia seisinya”_
[HR. Muslim no. 1193 At Turmudzi no. 381 An Nasaa-i no. 1738]
Faedah Hadits:
1. Anjuran untuk sholat sunnah sebelum sholat Shubuh yang disebut dengan sholat sunnah Fajar. Jadi sholat sunnah Fajar bukan sebuah nama bagi sholat sunnah yang berdiri sendiri melainkan salah satu sholat rawatib yang dilakukan sebelum sholat Shubuh (artinya sholat qobliyah Shubuh)
2. Keutamaan sholat sunnah sebelum sholat Shubuh. Oleh sebab itu kita seharusnya tidak boleh meremehkannya. Bahkan nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik di waktu mukim ataupun safar, berbeda dengan sholat sholat sunnah rawatib lainnya yang beliau tinggalkan ketika beliau safar [Lihat kitab: Zaadul Ma’ad karangan al Imam Ibnul Qayyim 1/308].
3. Isyarat bahwa orang yang paling kaya di dunia ini adalah orang yang dimudahkan Alloh untuk melakukan sholat sunnah Fajar. Maka sebagai orang yang beriman tidak sepantasnya kita berkecil hati dan bersedih ketika melihat kekayaan dunia yang dimiliki oleh mereka yang bergelimang harta. Berbangga, berbahagia dan bersyukurlah karena ternyata apabila kita dimudahkan Alloh melakukan sholat sunnah Fajar pada hakekatnya kita lebih kaya dari mereka semua.
Catatan Penting berkaitan dengan Sholat Sunnah Fajar
a. Sholat sunnah rawatib yang paling dijaga dan diperhatikan oleh nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam tidakah memberikan perhatian lebih terhadap sholat sholat sunnah melebihi perhatian beliau dengan dua roka'at sholat sunnah sebelum sholat Shubuh” [HR. Al Bukhari no. 1093]
b. Disunnahkan untuk dilakukan dengan tidak berlama lama tapi dengan ringkas.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ بِالْأُولَى مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْر)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam setelah selesai adzan, beliau melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh dengan ringkas”
[HR. Al Bukhari no. 590]
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الْكِتَابِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh dengan ringkas sampai sampai aku mengira apakah beliau membaca surat Al Fatihah ataukah tidak” [HR. Al Bukhari no. 1095]
c. Disunnahkan setelah membaca surat Al Fatihah untuk membaca surat Al Kafirun di roka’at pertama dan surat Al Ikhlash di roka’at kedua
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiyallahu ’anhu bahwasanya rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam saat sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh membaca surat Al Kafirun (di roka’at pertama –pent) dan surat Al Ikhlash (di roka’at kedua –pent)”
[HR. Muslim no. 1195]
Atau membaca surat Al Baqoroh ayat 136 di roka’at pertama dan surat Ali Imran ayat 52 di roka’at kedua [Lihat HR. Muslim no. 1196]
d. Disunnahkan untuk berbaring sebentar setelah sholat sunnah Fajar sebelum melakukan sholat Shubuh
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: (كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ)
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam setelah melakukan sholat sunnah dua roka'at sebelum sholat Shubuh beliau berbaring miring ke sebelah kanan” [HR. Al Bukhari no. 1090 lihat pula Muslim no. 1216]
e. Dibolehkan mengqodlo sholat sunnah Fajar bagi mereka yang secara rutin melakukanya ketika tidak sempat melakukannya. Dan dilakukannya setelah sholat Shubuh atau menunggu setelah matahari terbit (dan ini lebih utama)
2️⃣6️⃣ *Hadits Kedua Puluh Enam: Kebaikan Belajar Al Qur’an Dan Mengajarkannya*
عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ)
Diriwayatkan dari Utsman ibn Affan radhiyallahu ’anhu dari _Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik baik kalian adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarknnya (kepada orang lain –pent)”_
[HR. Al Bukhari no. 4639]
Dalam riwayat lain disebutkan:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ)
Diriwayatkan dari Utsman ibn Affan radhiyallahu ’anhu berkata: _Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling utama diantara kalian adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarknnya (kepada orang lain –pent)”_
[HR. Al Bukhari no. 4640]
Faedah Hadits:
1. Keutamaan orang yang belajar al qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
2. Perintah untuk belajar al qur’an, baik cara membacanya (dengan mempelajari tajwid dan tahsinnya) ataupun mempelajari isi dan maknanya (dengan mempelajari tafsirnya).
3. Perintah untuk mengajarkan al qur’an kepada orang lain, baik cara membacanya ataupun makna dan kandungannya.
4. Isyarat bahwa mengajarkan sesuatu kepada orang lain itu harus berdasarkan ilmu, karena rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam mendahulukan kata “Belajar” lalu “Mengajar”.
5. Penjelasan bahwa orang yang berilmu memiliki kewajiban untuk mengajarkannya kepada orang lain.
6. Isyarat bahwa sebaik baik amalan adalah amalan yang bisa memberikan kemanfaatan dan kebaikan kepada orang lain selain untuk kebaikan diri sendiri. Karena rasululloh Shallallahu’alaihi wa sallam menggabungkan antara “Belajar” yang kebaikannya kembali kepada diri sendiri dan “Mengajar” yang kebaikannya kembali kepada orang lain.
7. Seorang muslim adalah pribadi yang Sholih (Baik untuk diri sendiri) dan Mushlih (Bisa memberikan kebaikan kepada orang lain)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar