Jumat, 22 September 2023

JADILAH PENYEBAB ORANG TUAMU MASUK SURGA

JADILAH PENYEBAB ORANG TUAMU MASUK SURGA

📝 Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga," maka ia pun bertanya: "Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?" Allah menjawab: "Berkat istighfar anakmu bagi dirimu". (Tentang hadits ini, Imam Ibnu Katsir berkata: "Isnadnya shahih". Syaikh Al-Albani berkata).

.

📝 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih." (HR. Muslim no. 1631)

.
📝 Dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma, beliau berkata,

"Allah mengangkat derajat anak cucu seorang mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orangtuanya tenang dan bahagia. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan" ( AthThuur : 21) kemudian beliau berkata: dan kami tidak mengurangi dari bapak-bapak mereka apa yang kami berikan kepada anak mereka"(As-Silsilah Ash-Shahihah no.2490 5/495, Al-Maktabah As-Syamilah) 

Kamis, 14 September 2023

KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

Bismillah

Tentang keutamaan puasa Syawal, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

من صام رمضان ثمّ أتبعه ستاّ من شوّال كان كصيام الدّهر

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengiringinya dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seakan-akan dia telah berpuasa setahun penuh lamanya."
[Muslim, no.1.984 dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari]

Demikian pula hadis dari Tsauban radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda:

من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة (من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها)

"Barang siapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka (pahala) puasanya menjadi sempurna satu tahun (barang siapa melakukan amal yang baik, baginya (pahala) sepuluh kali lipat)."

[HR. Ibnu Majah; disahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Sahih Ibnu Majah, no. 1402]

Mengapa dikatakan pahala puasanya seperti puasa setahun penuh?

Imam al-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

وإنما كان ذلك كصيام الدهر لأن الحسنة بعشر أمثالها فرمضان بعشرة أشهر والستة بشهرين

"Hanya saja hal tersebut dikatakan seperti puasa setahun penuh, karena kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Sebab itu, hitungan puasa Ramadan menjadi sepuluh bulan, ditambah dengan Syawal dua bulan. Maka genaplah satu tahun."
[Syarh Sahih Muslim, 8/56]

Dengan kata lain, sehari puasa Ramadan dihitung sepuluh hari. Maka tiga puluh hari dihitung tiga ratus hari, yang sama dengan sepuluh bulan. Sementara itu, puasa Syawal enam hari menjadi enam puluh. Maka genaplah 360 hari atau setahun penuh. Namun seorang Muslim bisa saja mendapatkan pahala yang lebih, tergantung keutamaan Allah kepada setiap hamba.

Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan dari  Rabb-nya tabaraka wa ta'ala:

إِنَّ الله كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ؛ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمائَةِ ضِعْفٍ إِلىَ أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ

"Sesungguhnya Allah menetapkan adanya kebaikan dan kejelekan, kemudian Dia menjelaskannya. Barang siapa yang berniat untuk mengerjakan amal kebaikan dan belum terlaksana, Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Kemudian jika dia berniat untuk kebaikan dan mengerjakannya, Allah akan catat baginya dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan sampai berlipat-lipat banyaknya."
[Al-Bukhari, no. 6.491 dan Muslim no. 131]

Al-'Allamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:


الله عز وجل بفضله ورحمته جعل الجزاء في الحسنات أكثر من العمل، الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائةضعف إلى أضعاف كثيرة

"Allah 'Azza wa jalla berkat keutamaan dan rahmat-Nya, menjadikan balasan kebaikan-kebaikan itu lebih banyak daripada amalannya. Kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, atau bahkan sampai berkali-kali lipat."
[Fath Dzi al-Jalali wa al-Ikram, 1/192]

(Alfudhail)

Distributed by HIJRAH SALAF

📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyyah rahimahullahu) 

Sabtu, 09 September 2023

DOA AGAR ANAK TERHINDAR DARI ZINA

﷽ 
DOA AGAR ANAK TERHINDAR DARI ZINA ...

🎙️Ustadz Ahmad Dzainuddin, حفظه الله تعالى

*اللَّهُمّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ*

"Allahummaghfir dzanbahu wa thahhir qalbahu wa hashshin farjahu.

>> Artinya : "Ya Allah, ampunilah dosanya, bersihkan hatinya dan jagalah kemaluannya."
🏷️ *(HR. Ahmad).*

*"ANAK KETURUNAN MENEGAKKAN SHALAT ...* 

Tidak ada yang lebih membahagiakan hati orang tua selain melihat anak keturunannya menegakkan sholat, memiliki inisiatif sendiri untuk sholat tanpa disuruh.. MasyaaAllah

"Oleh karenanya sebagai orang tua wajib mendoakan anak keturunannya agar termasuk orang yang menegakkan sholat sebagimana yang dicontohkan nabi Ibrahim 'alaihissalam

*رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ*

"Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang yang menegakkan shalat. Wahai Rabb kami, terimalah doa kami!."
🏷️ *(QS. Ibrahim [14]: 40).*

🌐 Source :
📎 Berbagi Nasehat di Platform Lainnya : 

🤝𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬 𝕊𝐡𝐚𝐫𝐞 "𝐒𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐒𝐚𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚-s𝐚𝐮d𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐢𝐭𝐚 𝐌𝐞𝐧d𝐚p𝐚𝐭𝐤𝐚n 𝐟𝐚𝐞𝐝𝐚𝐡 
"𝐉𝐚𝐳𝐚𝐤𝐮𝐦𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡𝐮 𝐊𝐡𝐚𝐢𝐫𝐚𝐧 ...,

*Kajiancintasunnah*

ALLAH TIDAK MEMBEBANI KITA UNTUK MENERKA-NERKA ISI HATI ORANG LAIN

ALLAH TIDAK MEMBEBANI KITA UNTUK MENERKA-NERKA ISI HATI ORANG LAIN



➡️ Sahabat Abu Sa'id al Khudriy radhiyallahu 'anhu bercerita,

. . . فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ ، مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ ، نَاشِزُ الْجَبْهَةِ ، كَثُّ اللِّحْيَةِ ، مَحْلُوقُ الرَّأْسِ ، مُشَمَّرُ الإِزَارِ

... Datang seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjanggut tipis, berkepala gundul dan menggunakan ikat pinggang berdiri dan berkata;

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، اتَّقِ اللَّهَ!

'Ya Rasulullah! Takutlah kepada Allah.'

🎙 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

وَيْلَكَ ! أَوَلَسْتُ أَحَقَّ أَهْلِ الأَرْضِ أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ ؟!

🔥'Celaka kamu.' Bukankah di muka bumi ini aku yang paling takut kepada Allah? '

▶️ Kemudian orang itu beranjak dari tempat duduknya.


🎙 Sahabat Khalid bin Walid radhiyallahu 'anhu berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَلا أَضْرِبُ عُنُقَهُ ؟

'Ya Rasulullah! Izinkan aku menebas lehernya ?'

🎙 Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لا ، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي

"Jangan, bisa jadi ia orang yang mengerjakan shalat."

Kemudian sahabat Khalid bin walid berkata lagi,

وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ ؟!

Berapa banyak orang shalat yang berucap dengan lisannya  tidak sesuai dengan hatinya ?.

🎙 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ ، وَلا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ .

Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati manusia dan tidak juga diperintahkan untuk mengetahui isi perut mereka."

📚 Sumber : HR.Bukhari no.4351 & Muslim no.1064

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•