Minggu, 13 Maret 2022

TIDAK ADA SEORANGPUN MENJAMIN TIDAK AKAN MENYIMPANG

TIDAK ADA SEORANGPUN MENJAMIN TIDAK AKAN MENYIMPANG


Tidak ada seorang pun yang menjamin dirinya selamat dari penyimpangan dan kesesatan. Mungkin saja diawal kehidupannya atau dipertengahan kehidupannya, seseorang berada di atas kebenaran, namun akhir kehidupannya, dia menyimpang dan sesat. 

Berkata Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah :

وأنا لست ضامنا ألا أتغير وكل أحد لا يستطيع أن يضمن نفسه من التغير

"Aku tidak pernah menjamin diriku tidak akan BERUBAH (menyimpang), dan semua orang tidak ada yang mampu menjamin dirinya selamat dari PENYIMPANGAN." (Tuhfatul Mujib hal. 143). 

Berkata Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah :

لا أحد يزكي نفسه، ولا أحد لا يخاف من الفتنة، ما دام على قيد الحياة اﻹنسان معرض للفتنة، ضلََّّ علماء أحبار، وزلّت أقدامهم، وختم لهم بالسّوء وهم علماء، فالخطر شديد، ولا يأمن اﻹنسان على نفسه أن تنزلق قدمه في الضلال.

"Tidak ada seorangpun yang boleh menganggap dirinya SUCI, dan tidak ada seorangpun yang boleh merasa tidak takut terhadap KESESATAN, selama masih hidup seseorang menjadi sasaran kesesatan, telah banyak ulama yang tersesat, kaki mereka telah tergelincir, dan mereka ditimpa su'ul khatimah, padahal mereka ulama. Jadi bahaya yang mengintai sangat besar, dan seseorang tidak bisa merasa aman terhadap dirinya dari tergelincir dalam kesesatan. (I'anatul Mustafid, jilid 1 hlm. 129).  

Jika melihat seseorang di atas petunjuk, di atas kebenaran dan beramal kebaikan, maka janganlah kagum dan memuji berlebihan sebelum kita melihat akhir dari kehidupannya. Karena akhir itulah yang menentukan. Bukan diawal atau pertengahan kehidupannya. 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

 "لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْجَبُوا بِعمل أَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ" (صحيح، أخرجه ابن أبي عاصم في السنة (1/174) وأحمد في مسنده (19/246)، صححه الشيخ الأرناؤوط والألباني وغيره)

"Janganlah kalian merasa terkagum-kagum  dengan amalan salah seorang dari kalian hingga kalian dapat melihat amalan DIAKHIR HAYATNYA,

Sesungguhnya ada seseorang selama beberapa waktu dari umurnya beramal dengan amal kebaikan, yang sekiranya ia meninggal pada saat itu, ia akan masuk ke dalam surga, namun ternyata ia berubah [di akhir hayatnya] dan beramal dengan amal keburukan [maka ia termasuk ahli neraka].

Dan sungguh, ada seorang hamba selama beberapa waktu dari umurnya beramal dengan amal keburukan, yang sekiranya ia meninggal pada saat itu, ia akan masuk neraka, namun ternyata ia berubah dan beramal dengan amal kebaikan [maka ia termasuk ahli Surga].

Jika Allah menginginkan kebaikan atas seorang hamba maka Ia akan membuatnya beramal baik sebelum kematiannya, " para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana Allah membuatnya beramal?" beliau bersabda: "Allah akan Memberinya taufik untuk beramal kebaikan –pada akhir hayatnya-, setelah itu Ia mewafatkannya." (HR Ibnu Abi Ashim dalam As-Sunnah (1/174), Ahmad dalam Musnadnya.  (19/246). Berkata Syeikh Syu'aib Al-Arna'ut dan Syeikh Al-Albani : Hadist Shahih). 

Semoga Allah Ta'ala mewafatkan kita semua di atas islam dan sunnah dan beramal kebaikan. 

AFM

Minggu, 06 Maret 2022

AMALAN-AMALAN BULAN SYA’BAN

SYA'BAN Ⓜ️enuju ®️amadhan 1443H
┈┉┉━━❁▪️◽▪️❁━━┉┉┈ 

#️⃣1️⃣
*AMALAN-AMALAN BULAN SYA'BAN*
 _yang biasa dilakukan oleh rasulullah dan para as-salafush-shalih, antara lain:_ 


🟣  *1. MEMPERBANYAK PUASA*
_*Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak puasa pada bulan ini tidak seperti beliau berpuasa pada bulan-bulan yang lain.*_

📌 Diriwayatkan dari 'Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya dia berkata, *"Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya'ban."*
( _HR Al-Bukhari no. 1969 dan Muslim 1156/2721._ )

📌 Begitu pula istri beliau Ummu Salamah radhiallahu 'anha mengatakan:
*"Saya tidak pernah mendapatkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya'ban dan Ramadhan."*
( _HR An-Nasai no. 2175 dan At-Tirmidzi no. 736. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasai._ )

📌  Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hampir berpuasa Sya'ban seluruhnya. *Para ulama menyebutkan bahwa puasa di bulan Sya'ban meskipun dia hanya puasa sunnah, tetapi memiliki peran penting untuk menutupi kekurangan puasa wajib di bulan Ramadhan.*
➖  Seperti shalat fardhu, shalat fardhu memiliki shalat sunnah rawatib, yaitu: qabliyah dan ba'diyah.  Shalat-shalat tersebut bisa menutupi kekurangan shalat fardhu yang dikerjakan. 
➖ Sama halnya dengan puasa Ramadhan, dia memiliki puasa sunnah di bulan Sya'ban dan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal. Orang yang memulai puasa di bulan Sya'ban insya Allah tidak terlalu kesusahan menghadapi bulan Ramadhan.


🟣  *2. MEMBACA AL-QUR'AN*

📌 Membaca Al-Qur'an mulai diperbanyak dari awal bulan Sya'ban, sehingga ketika menghadapi bulan Ramadhan, seorang muslim akan bisa menambah lebih banyak lagi bacaan Al-Qur'an-nya.

📌  Salamah bin Kuhail rahimahullah berkata:
*"Dulu dikatakan bahwa bulan Sya'ban adalah bulan para qurra' (pembaca Al-Qur'an)."*  

➖ Begitu pula yang dilakukan oleh *'Amr bin Qais* rahimahullah _*apabila beliau memasuki bulan Sya'ban beliau menutup tokonya dan mengosongkan dirinya untuk membaca Al-Qur'an.*_
( _Lihat: Lathaiful-Ma'arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 138._ )


🟣  *3. MENGERJAKAN AMALAN-AMALAN SHALIH*

Seluruh amalan shalih disunnahkan dikerjakan di setiap waktu. Untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Sya'ban, sehingga mereka sudah terlatih untuk menambahkan amalan-amalan mereka ketika di bulan Ramadhan. 

📌 Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan:
*"Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Sya'ban adalah bulan memanen tanaman."*

📌  Dan dia juga mengatakan:
*"Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya'ban seperti awan yang membawa hujan dan bulan Ramadhan seperti hujan. Barang siapa yang tidak menanam di bulan Rajab dan tidak menyiraminya di bulan Sya'ban bagaimana mungkin dia memanen hasilnya di bulan Ramadhan."* 
( _Lihat: Lathaiful-Ma'arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130._ )


🟣  *4. MENJAUHI PERBUATAN SYIRIK DAN PERMUSUHAN DI ANTARA KAUM MUSLIMIN*

📌 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan mengampuni orang-orang yang tidak berbuat syirik dan orang-orang yang tidak memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya. 

➖  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*"Sesungguhnya Allah muncul di malam pertengahan bulan Sya'ban dan mengampuni seluruh makhluknya kecuali orang musyrik dan musyahin."*
( _HR Ibnu Majah no. 1390. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah_  )

➖ *Musyahin adalah orang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya.*

📌  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga secara khusus tentang orang yang memiliki permusuhan dengan saudara seagamanya:
*"Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis dan akan diampuni seluruh hamba kecuali orang yang berbuat syirik kepada Allah, dikecualikan lagi orang yang memiliki permusuhan antara dia dengan saudaranya. Kemudian dikatakan, 'Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini sampai keduanya berdamai'"*
( _HR Muslim no. 2565/6544._ )

_Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menjauhi segala bentuk kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar, begitu juga kita menjauhi segala bentuk permusuhan dengan teman-teman muslim kita._


━━•❅❖━❖❅•━━━
✍🏿 Ustadz Sa'id Yai Ardiansyah, Lc.,M.A. _hafidzahullah_

Kamis, 03 Maret 2022

Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan

Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan

Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci nan mulia, bulan Ramadhan. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, yang Al-Qur'an diturunkan kepada beliau melalui perantara malaikat Jibril.

Bulan Ramadhan memiliki banyak sekali keutamaan. Salah satunya adalah Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bertaubat. Oleh karenanya, marilah kita berlomba-lomba memanfaatkan peluang emas tersebut untuk menyucikan diri kita dari tumpukan dosa.

Di antara sebab turunnya ampunan dari Allah adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan puasa Ramadhan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena beriman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 2014 dan Muslim no. 760)

2. Mendirikan shalat tarawih dan tahajjud

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan karena beriman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 2008 dan Muslim no. 174)

3. Beribadah di malam Lailatul Qadar

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مَنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa menegakkan shalat di malam Lailatul Qadar karena beriman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 1910 dan Muslim no. 760)

4. Memperbanyak istighfar

Hendaknya setiap muslim membasahi lisannya dengan dzikir, doa, dan istighfar di bulan Ramadhan. Karena, doa orang yang berpuasa adalah mustajab, khususnya ketika sedang berpuasa, berbuka, dan makan sahur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لاَ تَرُدُّ دَعْوَتَهُمْ : الصاَئِمُ حَتَّى يُفْطِرُ

"Ada tiga jenis orang yang tidak tertolak doanya, yaitu orang yang berpuasa hingga ia berbuka." (HR. Timidzi no. 2525 dan dinilai shahih At Tirmidzi, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami' no.3032)


Silakan di-share...
📲 *Repost: WAG Bimbingan Islam*
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Bimbinganislam.com | Follow TG, YT, IG, FB, TWITTER : Bimbingan Islam

ADALAH BENAR BAHWA JIN BISA MELIHAT KITA SEMENTARA KITA TIDAK BISA MELIHAT JIN.

ADALAH BENAR BAHWA JIN BISA MELIHAT KITA SEMENTARA KITA TIDAK BISA MELIHAT JIN.

Allah tegaskan dalam al-Quran,

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ …

"Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga; ia menanggalkan pakaiannya dari keduanya untuk memperlihatkan–kepada keduanya–'auratnya. Sesungguhnya, iblis dan golongannya bisa melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka." (Qs. Al-A'raf:27)
.
🌴🌴🌴
Ayat ini berlaku umum. Artinya, jin bisa melihat kita dalam semua keadaan, baik ketika kita memakai pakaian atau melepas pakaian. Sehingga jika dibiarkan, jin bisa melihat aurat manusia ketika dirinya tidak mengenakan pakaian.
.

🌴🌴🌴
SOLUSI AGAR AURAT TIDAK DILIHAT JIN
.

Bagian dari kasih sayang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kepada umatnya, beliau ajarkan kepada mereka berbagai macam sunah yang akan menyelamatkan mereka dari bahaya dunia dan akhirat. Tak terkecuali bahaya jin yang berada di sekitarnya.
.
🌴🌴🌴
Cara yang beliau ajarkan, agar aurat kita tidak dilihat jin adalah dengan MEMBACA BASMALAH ketika :
1. membuka pakaian 
2. sebelum masuk kamar mandi/wc 
.
🌴🌴🌴
Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
.
"Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, DIA MEMBACA: BISMILLAH." (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam al Mu'jam al-Ausath).
.
🌴🌴🌴
Demikian pula, ketika seseorang hendak masuk kamar mandi, dia dianjurkan untuk membaca basmalah, sebagai tabir auratnya dari pandangan jin. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) :
.
"Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang masuk kamar mandi, DIA MEMBACA: BISMILLAH." (HR. at Tirmidzi 606, dan dishahihkan al-Albani).
.
.
Ustadz Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

   ======🌴🌴🌴🌴🌴======

KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA

KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA

📑 Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah:

⭕ Keutamaan ilmu atas harta bisa diketahui dari beberapa sisi diantaranya:

⏭ Ilmu merupakan warisan para Nabi, dan harta merupakan warisan para raja dan hartawan.

⏭ Ilmu menjaga pemiliknya, dan pemilik harta menjaga hartanya.

⏭ Harta berkurang dengan pemberian, dan ilmu bertambah dengan pemberian.

⏭ Pemilik harta kalau meninggal dunia berpisah dengan hartanya, dan ilmu masuk ke kuburan bersama pemiliknya.

⏭ Ilmu menghakimi harta, dan harta tidak bisa menghakimi ilmu.

⏭ Harta ada pada orang yang beriman dan kafir, orang baik dan buruk, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak ada kecuali pada orang yang beriman.

⏭ Pemilik ilmu membutuhkannya para raja dan orang-orang yang di bawahnya, dan pemilik harta tak lain membutuhkannya orang-orang yang tidak punya dan tidak mampu saja.

⏭ Jiwa menjadi mulia dan suci dengan mengumpulkan ilmu -hal ini dikarenakan kesempurnaan dan kemuliyaan ilmu- , adapun harta tidak menyucikannya, tidak menyempurnakannya, tidak pula menambah sifat kesempurnaan, bahkan jiwa menjadi rendah, kotor, dan bakhil dengan mengumpulkannya dan tamak padanya, maka ketamakan terhadap ilmu adalah kesempurnaan ilmu itu sendiri dan ketamakan terhadap harta merupakan kekurangan harta itu sendiri.

⏭ Harta menyeru ke perbuatan melampaui batas, berbangga-bangga dan bermegah-megahan, sedangkan  ilmu menyeru ke perbuatan merendahkan diri dan penghambaan, dan harta menyeru ke sifat para raja sedangkan ilmu menyeru ke sifat para hamba.

⏭ Ilmu menarik dan menghantarkan makhluk ke kebahagiaan yang dia diciptakan karenanya, dan harta menghalangi makhluk dari kebahagiaannya.

⏭ Cinta ilmu dan penuntutannya asal dari semua ketaatan, dan cinta dunia dan harta serta penuntutannya asal dari semua kejelekan.

⏭ Harga diri orang yang kaya dinilai dari hartanya, dan dia tegak dengan hartanya, maka jika hilang hartanya hilang pula harga dirinya, sedangkan harga diri orang yang berilmu dinilai dari ilmunya dan selalu ada, bahkan bertambah dengan berlipat ganda.

⏭ Tidaklah seseorangpun mentaati Allah kecuali dengan ilmu, dan kebanyakan yang memaksiati Allah, tak lain memaksiati-Nya dengan harta.

⏭ Orang yang berilmu menyeru manusia kepada Allah dengan ilmunya dan keadaannya, dan orang yang berharta menyeru manusia ke dunia dengan keadaannya dan hartanya.

⏭ Kaya harta kebanyakannya merupakan sebab kebinasaan pemiliknya, dan sesungguhnya itu perkara yang dicintai jiwa, maka jika jiwa melihat orang yang mengutamakan perkara yang dicintai dari dirinya, maka dia akan mengusahakan dalam kebinasaannya, seperti kenyataan yang ada.

Adapun kaya ilmu sebab kehidupan seseorang dan kehidupan  selainnya, dan manusia jika melihat orang yang menuntut dan mengutamakan ilmu atas mereka, maka mereka mencintainya, melayaninya dan memuliyakannya.

⏭ Harta akan dipuji pemiliknya dengan mengosongkan dan mengeluarkannya, dan ilmu dipuji dengan berhias dan bersifat dengannya.

⏭ Orang yang kaya harta harus berpisah dengan kekayaannya, maka dia tersiksa dan tersakiti ketika berpisah dengannya, orang yang kaya ilmu tidak akan sirna ilmu itu darinya, sehingga dia tidak tersiksa dan tersakiti, maka kelezatan kaya harta terputus, sirna dan berakibat kepedihan, sedangkan kelezatan kaya ilmu tetap ada, terus menerus dan tidak berakibat kepedihan.

📚 (Miftah Daris Sa'adah 1/418-421)

📃 Ittibaus Salaf

✒ Editor : Admin AsySyamil.com

SISAKAN WAKTU MALAM MU UNTUK SHOLAT TAHAJUD ,DAN JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHOLAT WITIR

SISAKAN WAKTU MALAM MU UNTUK SHOLAT TAHAJUD ,DAN JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHOLAT WITIR

 ```SHALAT MALAM (TAHAJUD)``` 

Hukum, Waktu dan Jumlah Rokaat Sholat Malam

Hukum sholat malam adalah sunah muakkad. Waktunya adalah setelah sholat 'isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh.

 Akan tetapi, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam yang terakhir dan boleh dikerjakan sesudah tidur ataupun sebelumnya.

Sedangkan jumlah rokaatnya paling sedikit adalah 1 rokaat berdasarkan sabda Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam, "Sholat malam adalah 2 rokaat (salam) 2 rokaat (salam), apabila salah seorang di antara kamu khawatir akan datangnya waktu shubuh maka hendaklah dia sholat 1 rokaat sebagai witir baginya." (HR. Bukhori dan Muslim).

 Dan paling banyak adalah 11 rokaat berdasarkan perkataan 'Aisyah radhiyallohu 'anha, "Tidaklah Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam sholat malam di bulan romadhon atau pun bulan yang lainnya lebih dari 11 rokaat." (HR. Bukhori dan Muslim), walaupun mayoritas ulama menyatakan tidak ada batasan dalam jumlah rokaatnya.

Keutamaan Sholat Malam

Ketika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa, Alloh Subhanallohu wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar." (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

Karena pentingnya sholat malam ini Alloh berfirman kepada Nabi-Nya yang artinya, "Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat), separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah Al-Qur'an dengan tartil." (QS. AlMuzammil: 1-4)

Berikut ini akan kami sampaikan beberapa keutamaan sholat malam dengan tujuan agar seseorang lebih bersemangat dan terdorong hatinya untuk mengerjakannya dan selalu mengerjakannya.

1. Sebab masuk surga.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat." (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani)

2. Menaikkan derajat di surga.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh di dalam surga tedapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar-kamar itu Alloh sediakan bagi orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Romadhon (dengan puasa sunah), menebarkan salam dan mengerjakan sholat malam ketika manusia lain terlelap tidur." (HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani)

3. Penghapus dosa dan kesalahan.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hendaklah kalian melakukan sholat malam, karena sholat malam itu adalah kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian, dan ibadah yang mendekatkan diri pada Tuhan kalian serta penutup kesalahan dan sebagai penghapus dosa." (HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani)

4. Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu.

Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR. Muslim)

5. Kemulian orang yang beriman dengan sholat malam.

Ketika Jibril datang pada Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam lalu berkata, "Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman adalah dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain." (HR. Al Hakim, dihasankan oleh Al Albani)

Akan tetapi disayangkan kebanyakan kaum muslimin meninggalkan sholat malam yang berarti telah menyia-nyiakan keutamaan yang telah Alloh sediakan dikarenakan kemalasan yang ada pada mereka atau pun tergoda dengan gemerlapnya dunia.

 Dalam riwayat Imam Bukhori disebutkan bahwa ketika Rosululloh ditanya tentang seorang yang tidur sepanjang malam sampai waktu subuh, maka Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi oleh setan." Hal ini adalah penghinaan setan baginya, lalu bagaimana seorang yang bangun setelah waktu subuh??? Wallohu Musta'an.

***

Penulis: Abu Abdillah

Cara syar’i mengobati dan melepaskan pengaruh sihir

Cara syar'i mengobati dan melepaskan pengaruh sihir

*M A R I B A R A J A .COM*

🍂 Para ulama telah menyebutkan bahwa cara syar'i mengobati dan melepaskan pengaruh sihir ada dua yaitu:

*Pertama, mengupayakan untuk mengeluarkan wasilah (buhul) sihir dari tempat dia diletakkan atau ditanam, kemudian menghancurkannya.*
Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia menuturkan

سُحِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَفْعَلُ الشَّيْءَ وَمَا يَفْعَلُهُ حَتَّى كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ دَعَا وَدَعَا ثُمَّ قَالَ أَشَعَرْتِ أَنَّ اللَّهَ أَفْتَانِي فِيمَا فِيهِ شِفَائِي أَتَانِي رَجُلَانِ فَقَعَدَ أَحَدُهُمَا عِنْدَ رَأْسِي وَالْآخَرُ عِنْدَ رِجْلَيَّ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِلْآخَرِ مَا وَجَعُ الرَّجُلِ قَالَ مَطْبُوبٌ قَالَ وَمَنْ طَبَّهُ قَالَ لَبِيدُ بْنُ الْأَعْصَمِ قَالَ فِيمَا ذَا قَالَ فِي مُشُطٍ وَمُشَاقَةٍ وَجُفِّ طَلْعَةٍ ذَكَرٍ قَالَ فَأَيْنَ هُوَ قَالَ فِي بِئْرِ ذَرْوَانَ فَخَرَجَ إِلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ لِعَائِشَةَ حِينَ رَجَعَ نَخْلُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ فَقُلْتُ اسْتَخْرَجْتَهُ فَقَالَ لَا أَمَّا أَنَا فَقَدْ شَفَانِي اللَّهُ وَخَشِيتُ أَنْ يُثِيرَ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ شَرًّا ثُمَّ دُفِنَتْ الْبِئْرُ

_"Nabi ﷺ telah disihir hingga terbayang oleh beliau seolah-olah berbuat sesuatu padahal tidak. Hingga pada suatu hari Beliau memanggil-manggil kemudian berkata: "Apakah kamu menyadari bahwa Allah telah memutuskan tentang kesembuhanku?. Telah datang kepadaku dua orang, satu diantaranya duduk dekat kepalaku dan yang satu lagi duduk di dekat kakiku. Yang satu bertanya kepada yang lainnya; "Sakit apa orang ini?". Yang lain menjawab; "Kena sihir". Yang satu bertanya lagi; "Siapa yang menyihirnya?". Yang lain menjawab; "Labid bin Al A'sham". Yang satu bertanya lagi; "Dengan cara apa?". DIjawab; "Dengan cara melalui sisir, rambut yang rontok saat disisir dan putik kembang kurma jantan". Yang satu bertanya lagi; "Sekarang sihir itu diletakkan dimana?". Yang lain menjawab; "Di sumur Dzarwan". Maka Nabi ﷺ pergi mendatangi tempat tersebut kemudian kembali dan berkata kepada 'Aisyah setelah kembali; "Putik kurmanya bagaikan kepala-kepala setan". Aku bertanya; "Apakah telah baginda keluarkan?". Beliau berkata: "Tidak, karena Allah telah menyembuhkan aku. Namun aku khawatir bekasnya itu dapat mempengaruhi manusia maka sumur itu aku timbun."_ (HR. Bukhari: 3268)

*Kedua, ruqyah dengan ayat, dzikir dan do'a yang ma'tsurah.*  Allah ﷻ berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang yang beriman. (QS. Al-Isra': 82)

*Untuk pengobatan dengan ruqyah maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi:*

1️⃣Ruqyah dengan menggunakan firman Allah ﷻ atau Asma' dan Shifatnya atau sabda Rasulullah ﷺ

2️⃣Ruqyah harus diucapkan dalam bahasa Arab, diucapkan dengan makna yang jelas dan dapat dipahami maknanya.

3️⃣Harus diyakini bahwa bukanlah zat ruqyah itu sendiri yang memberi pengaruh, tetapi yang memberi pengaruh adalah kekuasaan Allah ﷻ, sedangkan ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja. (Lihat Fathul Bari: X/195)

👤Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah menjelaskan: "Apabila seseorang terkena sihir, santet, guna-guna, kesurupan jin dan lainnya, maka hendaklah ia berikhtiar sesuai dengan syariat dan mencari obatnya dengan usaha yang maksimal. Dalam usaha seorang hamba untuk mengobati penyakit yang diderita, haruslah memperhatikan dua hal:

▪️Pertama, bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah ﷻ. Allah ﷻ mengisahkan Nabi Ibrahim:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

_"Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku."_ (QS. Asy-Syu'ara': 80)

▪️Kedua, ikhtiyar tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara-cara yang haram dan syirik. Di antara yang haram ini seperti berobat dengan menggunakan obat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah ﷻ tidak mengizinkan penyembuhan dari barang yang haram seperti sihir. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ, فَتَدَاوَوْا وَلَا تَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

_"Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan yang haram."_ (HR. Ad-Daulabi, dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1633)

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ شِفَاءَكُمْ فِيمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ

_"Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan penyakit kalian pada apa-apa yang diharamkan atas kalian."_ (HR. Bukhari, Fathul Bari: X/78-79)

Langkah yang ditempuh oleh orang yang terkena sihir, guna-guna santet, dan yang lainnya hendaklah ia berobat dengan pengobatan syar'i dengan cara memakan 7 butir kurma Ajwah (kurma Nabi) setiap pagi, minum habbatus sauda' (jintan hitam), dibekam, dan diruqyah (dibacakan ayat-ayat al-Qur'an dan doa-doa dari Sunnah Rasulullah yang shahih), in syaa Allah akan sembuh dengan izin Allah. (Syarh Aqidah Ahlussunnah Waljamaah: 469-470)

✍️ Semoga Allah ﷻ melindungi kita dan keluarga dari pengaruh sihir. Amin.


Ditulis oleh: _Zahir al-Minangkabawi_

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Referensi:

*Pertanyaan:*

_Assalamu 'alaikum. Apakah shalat "nishfu Sya'ban" itu ada dan sesuai dengan Sunah? Saya sering mendengar adanya pelaksanaan shalat tersebut secara berjemaah, biasanya dalam rangka menyambut Ramadhan. Jazakallahu khairan._

Arya (dwiarya**@***.com)

*Jawaban:*

_Wa'alaikumussalam warahmatullah._

Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

```"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di malam yang berkah, dan sesungguhnya Kami yang memberi peringatan. () Di malam itu diturunkan setiap takdir dari Yang Maha Bijaksana."```
(QS. Ad-Dukkhan: 3 – 4).

Diriwayatkan dari Ikrimah – rahimahullah – bahwa yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam nisfu syaban. Ikrimah mengatakan:

أن هذه الليلة هي ليلة النصف من شعبان ، يبرم فيها أمر السنة

Sesungguhnya malam tersebut adalah malam nisfu syaban. Di malam ini Allah menetapkan takdir setahun. (Tafsir Al-Qurtubi, 16/126).

*Sementara itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam yang disebutkan pada ayat di atas adalah lailatul qadar dan bukan nisfu syaban. Sebagaimana keterangan Ibnu Katsir, setelah menyebutkan ayat di atas, beliau mengatakan:*

يقول تعالى مخبراً عن القرآن العظيم أنه أنزله في ليلة مباركة ، وهي ليلة القدر كما قال عز وجل :{ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر} وكان ذلك في شهر رمضان، كما قال: تعالى: { شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ }

Allah berfirman menceritakan tentang Al-Quran bahwa Dia menurunkan kitab itu pada malam yang berkah, yaitu lailatul qadar. Sebagaimana yang Allah tegaskan di ayat yang lain, (yang artinya); "Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran di lailatul qadar." Dan itu terjadi di bulan ramadhan, sebagaimana yang Allah tegaskan, (yang artinya); "Bulan ramadhan, yang mana di bulan ini diturunkan Al-Quran." (Tafsir Ibn Katsir, 7/245).

Selanjutnya Ibnu Katsir menegaskan lebih jauh:

ومن قال : إنها ليلة النصف من شعبان -كما روي عن عكرمة-فقد أبعد النَّجْعَة فإن نص القرآن أنها في رمضان

Karena itu, siapa yang mengatakan, yang dimaksud malam pada ayat di atas adalah malam nisfu syaban – sebagaimana riwayat dari Ikrimah – maka itu pendapat yang terlalu jauh, karena nash Al-Quran dengan tegas bahwa malam itu terjadi di bulan ramadhan. (Tafsir Ibn Katsir, 7/246).

*Dengan demikian, pendapat yang kuat tentang malam yang berkah, yang disebutkan pada surat Ad-Dukhan di atas adalah lailatul qadar di bulan ramadhan dan bukan malam nisfu Syaban. Karena itu, ayat dalam surat Ad-Dukhan di atas, tidak bisa dijadikan dalil untuk menunjukkan keutamaan malam nisfu Syaban.*

_*Hadis seputar nisfu syaban*_

Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan keutamaan nisfu syaban. Ada yang shahih, ada yang dhaif, bahkan ada yang palsu.

*Berikut beberapa hadis tentang nisfu syaban yang tenar di masyarakat;*

Pertama,

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

"Jika datang malam pertengahan bulan Sya'ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman, 'Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, dst…?' (Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar." (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su'abul Iman, 3/378)

Keterangan:

Hadits di atas diriwayatkan dari jalur Ibnu Abi Sabrah, dari Ibrahim bin Muhammad, dari Mu'awiyah bin Abdillah bin Ja'far, dari ayahnya, dari Ali bin Abi Thalib, secara marfu' (sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam).

Hadits dengan redaksi di atas adalah hadits maudhu' (palsu), karena perawi bernama Ibnu Abi Sabrah statusnya muttaham bil kadzib (tertuduh berdusta), sebagaimana keterangan Ibnu Hajar dalam At-Taqrib. Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma'in) berkomentar tentang Ibnu Abi Sabrah, "Dia adalah perawi yang memalsukan hadits."[ Lihat Silsilah Dha'ifah, no. 2132]

Kedua,

Riwayat dari A'isyah, bahwa beliau menuturkan:

فقدت النبي صلى الله عليه وسلم فخرجت فإذا هو بالبقيع رافعا رأسه إلى السماء فقال: "أكنت تخافين أن يحيف الله عليك ورسوله" فقلت يا رسول الله ظننت أنك أتيت بعض نسائك فقال: " إن الله تبارك وتعالى ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب

Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya; "Kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menipumu?" (maksudnya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam nisfu syaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb."

Keterangan:

Hadis ini diriwayatkan At-Turmudzi, Ibn Majah dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Yahya bin Abi Katsir dari Urwah bin Zubair dari Aisyah. At-Turmudzi menegaskan: "Saya pernah mendengar Imam Bukhari mendhaifkan hadis ini." Lebih lanjut, imam Bukhari menerangkan: "Yahya tidak mendengar dari Urwah, sementara Hajaj tidak mendengar dari Yahya." (Asna Al-Mathalib, 1/84).

Ibnul Jauzi mengutip perkataan Ad-Daruquthni tentang hadis ini:

"Diriwayatkan dari berbagai jalur, dan sanadnya goncang, tidak kuat." (Al-Ilal Al-Mutanahiyah, 3/556).
Akan tetapi hadis ini dishahihkan Al-Albani, karena kelemahan dalam hadis ini bukanlah kelemahan yang parah, sementara hadis ini memiliki banyak jalur, sehingga bisa terangkat menjadi shahih dan diterima. (lihat Silsilah Ahadits Dhaifah, 3/138).

Ketiga,

Hadis dari Abu Musa Al-Asy'ari, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Keterangan:

Hadis ini memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Tsa'labah Al-Khusyani, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhum. Hadis dishahihkan oleh Imam Al-Albani dan dimasukkan dalam Silsilah Ahadits Shahihah, no. 1144. Beliau menilai hadis ini sebagai hadis shahih, karena memiliki banyak jalur dan satu sama saling menguatkan. Meskipun ada juga ulama yang menilai hadis ini sebagai hadis lemah, dan bahkan mereka menyimpulkan semua hadis yang menyebutkan tentang keutamaan nisfu syaban sebagai hadis dhaif.

Sikap ulama terkait nisfu syaban

Berangkat dari perselisihan mereka dalam menilai status keshahihan hadis, para ulama berselisish pendapat tentang keutamaan malam nisfu Syaban. Setidaknya, ada dua pendapat yang saling bertolak belakang dalam masalah ini. Berikut ini rinciannya:

Pendapat pertama: Tidak ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya'ban.

Statusnya sama dengan malam-malam biasa lainnya. Mereka menyatakan bahwa semua dalil yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya'ban adalah hadis lemah. Al-Hafizh Abu Syamah mengatakan, "Al-Hafizh Abul Khithab bin Dihyah, dalam kitabnya tentang bulan Sya'ban, mengatakan, 'Para ulama ahli hadis dan kritik perawi mengatakan, 'Tidak terdapat satu pun hadis sahih yang menyebutkan keutamaan malam nishfu Sya'ban."" (Al-Ba'its 'ala Inkaril Bida', hlm. 33)

Dalam nukilan yang lain, Ibnu Dihyah mengatakan:

لم يصح في ليلة نصف من شعبان شيء ولا نطق بالصلاة فيها ذو صدق من الرواة وما أحدثه إلا متلاعب بالشريعة المحمدية راغب في زي المجوسية

"Tidak ada satupun riwayat yang shahih tentang malam nisfu syaban, dan para perowi yang jujur tidak menyampaikan adanya shalat khusus di malam ini. Sementara yang terjadi di masyarakat berasal dari mereka yang suka mempermainkan syariat Muhammad yang masih mencintai kebiasaan orang majusi (baca: Syiah). (Asna Al-Mathalib, 1/84)

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz. Beliau mengingkari adanya keutamaan malam nishfu Sya'ban. Beliau mengatakan, "Terdapat beberapa hadis dhaif tentang keutamaan malam nishfu Sya'ban, yang tidak boleh dijadikan landasan. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat di malam nishfu Sya'ban, semuanya statusnya palsu, sebagaimana keterangan para ulama (pakar hadis)." (At-Tahdzir min Al-Bida', hlm. 11)

Pendapat kedua: Ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya'ban.

Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan nisfu syaban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Diantara hadis pokok yang mereka jadikan landasan adalah hadis dari Abu Musa Al-Asy'ari;

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (H.R. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Diantara jajaran ulama ahlus sunah yang memegang pendapat ini adalah ahli hadis abad ini, Imam Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Bahkan beliau menganggap sikap sebagian orang yang menolak semua hadis tentang malam nisfu syaban termasuk tindakan yang gegabah. Setelah menyebutkan salah satu hadis tentang keutamaan malam nisfu syaban, Syaikh Al-Albani mengatakan:

فما نقله الشيخ القاسمي رحمه الله تعالى في " إصلاح المساجد " (ص 107) عن أهل التعديل والتجريح أنه ليس في فضل ليلة النصف من شعبان حديث صحيح، فليس مما ينبغي الاعتماد عليه، ولئن كان أحد منهم أطلق مثل هذا القول فإنما أوتي من قبل التسرع وعدم وسع الجهد لتتبع الطرق على هذا النحو الذي بين يديك. والله تعالى هو الموفق

Keterangan yang dinukil oleh Syekh Al-Qosimi –rahimahullah– dalam buku beliau; 'Ishlah Al-Masajid' dari beberapa ulama ahli hadis, bahwa tidak ada satupun hadis shahih tentang keutamaan malam nisfu syaban, termasuk keterangan yang tidak layak untuk dijadikan sandaran. Sementara, sikap sebagian ulama yang menegaskan tidak ada keutamaan malam nisfu syaban secara mutlak, sesungguhnya dilakukan karena terlalu terburu-buru dan tidak berusaha mencurahkan kemampuan untuk meneliti semua jalur untuk riwayat ini, sebagaimana yang ada di hadapan anda. Dan hanyalah Allah yang memberi taufiq. (Silsilah Ahadits Shahihah, 3/139)

Setelah menyebutkan beberapa waktu yang utama, Syekhul Islam mengatakan, "… Pendapat yang dipegang mayoritas ulama dan kebanyakan ulama dalam Mazhab Hanbali adalah meyakini adanya keutamaan malam nishfu Sya'ban. Ini juga sesuai keterangan Imam Ahmad. Mengingat adanya banyak hadis yang terkait masalah ini, serta dibenarkan oleh berbagai riwayat dari para shahabat dan tabi'in …." (Majmu' Fatawa, 23/123)

Ibnu Rajab mengatakan, "Terkait malam nishfu Sya'ban, dahulu para tabi'in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma'dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi'in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu …." (Lathaiful Ma'arif, hlm. 247)

Kesimpulan:

Dari keterangan di atas, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan:

Pertama, malam nishfu syaban termasuk malam yang memiliki keutamaan. Hal ini berdasarkan hadis, sebagaimana yang telah disebutkan. Meskipun sebagian ulama menyebut hadis ini hadis yang dhaif, namun, insya Allah yang lebih kuat adalah penilaian Syekh Al-Albani, yaitu bahwa hadis tersebut berstatus sahih.

Kedua, belum ditemukan satu pun riwayat yang shahih, yang menganjurkan amalan khusus maupun ibadah tertentu ketika nishfu Syaban, baik berupa puasa atau shalat. Hadis shahih tentang malam nisfu syaban hanya menunjukkan bahwa Allah mengampuni semua hamba-Nya di malam nishfu sya'ban, tanpa dikaitkan dengan amal tertentu. Karena itu, praktek sebagian kaum muslimin yang melakukan shalat khusus di malam itu dan dianggap sebagai shalat malam nisfu syaban adalah anggapan yang tidak benar.

Ketiga, Ulama berselisih pendapat tentang apakah dianjurkan menghidupkan malam nishfu Sya'ban dengan banyak beribadah? Sebagian ulama menganjurkan, seperti sikap beberapa ulama tabi'in yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Sebagian yang lain menganggap bahwa mengkhususkan malam nishfu Sya'ban untuk beribadah adalah bid'ah.

Keempat, Ulama yang memperbolehkan memperbanyak amal di malam nishfu Sya'ban menegaskan bahwa tidak boleh mengadakan acara khusus, atau ibadah tertentu, baik secara berjamaah maupun sendiri-sendiri, di malam nisfu syaban, karena tidak ada amalan sunah khusus di malam nishfu Sya'ban. Untuk itu, menurut pendapat ini, seseorang diperbolehkan memperbanyak ibadah secara mutlak, apa pun bentuk ibadah tersebut.

Allahu a'lam

Artikel terkait: Malam Nisfu Syaban, Catatan Amal Ditutup?

👤 Dijawab oleh *Ustadz* Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


Referensi:

MERAHASIAKAN AMAL SHOLEH

MERAHASIAKAN AMAL SHOLEH


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ

_"Barang siapa diantara kalian yang mampu untuk memiliki amal sholeh yang tersembunyikan maka lakukanlah !"_
*(Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2313)*

Coba kita bersikap jujur dan bertanya pada diri sendiri, 

_*"Berapakah amal sholeh kita yang tersembunyi, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, bahkan istri dan anak-anak?.*_

_*Ataukah setiap kali kita beramal sholeh hati dan lidah menjadi gatal ingin segera menceritakannya kepada orang lain??".*_

🍃 Sungguh tidaklah mudah menyembunyikan amalan sholeh, karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang senang untuk dipuji dan dihormati. 

🍃 Dengan menampakan kebaikan dan amal sholehnya maka orang-orangpun akan menjadi menghormati, menghargai, dan memujinya.

📌 Faedah menyembunyikan amal sholeh :

– Menyembunyikan amal sholeh lebih menjauhkan seseorang dari penyakit riyaa dan sum'ah

– Amal sholeh yang tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal sholeh yang dinampakan

– Amal sholeh yang tersembunyikan bisa menjadikan seseorang jauh dari penyakit ujub. 
Karena ia sadar bahwasanya ia telah berusaha menyembunyikan amalan sholehnya sebagaimana ia telah mati-matian berusaha untuk menyembunyikan kemaksiatan-kemaksiatan dan keburukannya. 

Jika orang-orang tidak mengetahui kebaikannya maka sebagaimana mereka tidak mengetahui keburukan-keburukannya
Karenanya Salamah bin Diinaar berkata :

اُكْتُمْ مِنْ حَسَنَاتِكَ كَمَا تَكْتُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكَ

*_"Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu"_*

– Amal sholeh yang tersembunyikan melatih seseorang terbiasa hanya mencari muka di hadapan Allah dan tidak memperdulikan komentar manusia, karena yang terpenting adalah penilaian Allah dan bukan penilaian manusia

– Menyembunyikan amal sholeh menjadikan seseorang bahagia, karena meskipun tidak ada orang yang menghormatinya ia akan merasa bahagia karena Penguasa alam semesta ini mengetahui amal sholehnya

__________

*Oleh: Mutiara Risalah Islam*
>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

14 Amalan yang Keliru di Bulan Ramadhan

14 Amalan yang Keliru di Bulan Ramadhan

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 


Berikut adalah beberapa kesalahan yang dilakukan di bulan Ramadhan yang tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin.

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan

Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan "nyadran"). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. 

Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan

Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. 

Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan "padusan") ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. 

Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

"Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Bazizah mengatakan,"Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari'at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth'i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini  kecuali sedikit sekali." (Fathul Baari, 6/156)

4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ

"Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah." (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dho'if Sunan Nasa'i)

Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

"Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pen)." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho'if Sunan Tirmidzi)

5. Melafazhkan Niat "Nawaitu Shouma Ghodin…"

Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. 

An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi'i- mengatakan,

لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ

"Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama." (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi'ul Waroq-Maktabah Syamilah)

6. Membangunkan "Sahur … Sahur"

Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh.

Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur.

Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan "sahur … sahur …." baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. 

Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu memiliki nasehat yang indah, "Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid'ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian." (Lihat pembahasan at Tashiir di Al Bida' Al Hawliyah, hal. 334-336)

7. Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ

"Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah yang melintang." (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam Shohih wa Dho'if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih). 

Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat.
Kemudian Anas berkata, "Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?" Kemudian Zaid berkata, "Sekitar 50 ayat." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan adzan? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur'an (sekitar 10 atau 15 menit)

8. Do'a Ketika Berbuka "Allahumma Laka Shumtu wa Bika Aamantu…"

Ada beberapa riwayat yang membicarakan do'a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482.

Namun hadits-hadits yang membicarakan amalan ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta (Lihat Dho'if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh 'Ishomuddin Ash Shobaabtiy).

Adapun do'a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Dzahabazh zhoma-u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)" (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho'if Sunan Abi Daud)

9. Dzikir Jama'ah Dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu

Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, "Tidak diperbolehkan para jama'ah membaca dizkir secara berjama'ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama'ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari'at Islam yang suci ini." (Majmu' Fatawa Ibnu Baz, 11/189)

10. "Ash Sholaatul Jaami'ah…" untuk Menyeru Jama'ah dalam Shalat Tarawih

Ulama-ulama Hambali berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama'ah dengan ucapan "Ash Sholaatul Jaami'ah…" Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid'ah). (Lihat Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9634, Asy Syamilah)

11. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

"Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh." (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa' 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.

12. Perayaan Nuzulul Qur'an
Perayaan Nuzulul Qur'an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. 

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengatakan,

لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

"Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya." Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid'ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

13. Membayar Zakat Fithri dengan Uang

Syaikh Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz mengatakan, "Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini.

Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu 'anhum– akan menukil berita tersebut. 

Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari'at lainnya dinukil (sampai pada kita)." (Majmu' Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)

14. Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan Hari Raya kepada Pemerintah

Al Lajnah Ad Da'imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan, "Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya." (Fatawa no. 388)

Demikian beberapa kesalahan atau kekeliruan di bulan Ramadhan yang mesti kita tinggalkan dan mesti kita menasehati saudara kita yang lain untuk meninggalkannya. Tentu saja nasehat ini dengan lemah lembut dan penuh hikmah.

Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat 'afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. 

Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.

Wa shallallahu wa salaamu 'ala Nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa shohbihi ajma'in. Walhamdulillahi rabbil 'alamin.
***

HAL YANG MENGHANCURKAN AMAL

HAL YANG MENGHANCURKAN AMAL
         
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

"Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan !

🌴🌴🌴
Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu. Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan sholat, namun di pagi hari engkau merasa ujub.

🌴🌴🌴
Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah)."

[Madaarijus Saalikiin, 1/177]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

======🌴🌴🌴🌴🌴======

Jalan-Jalan Keselamatan

Jalan-Jalan Keselamatan


```Saudara-saudaraku yang kami cintai karena ALLAH, berikut ini kita akan mengambil pelajaran yg sangat berharga dari sebuah hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan kepada kita tentang jalan-jalan keselamatan dunia dan akhirat kita.```

Haditsnya:

🗣️ Dari 'Uqbah bin 'Amir dia berkata: 

_"Aku bertanya kepada Rasulullah, apakah yang menyebabkan keselamatan itu?"_

Beliau menjawab:

🔇 Tahanlah lisanmu

🏡 Tinggal di rumahmu

🌧️ Tangisilah kesalahanmu (dosamu)

Hadits Hasan Lighairihi diriwayatkan oleh imam tirmidzi no 2406


*Penjelasan hadits diatas ialah:*

Bahwa diantara sebab manusia ingin mendapatkan Keselamatan dunia dan akhirat:

1️⃣ Tahanlah Lisanmu yaitu kita diperintah untuk menjaga dan memelihara lisan ini dari mengucapkan sesuatu yang tercela atau yang tidak baik apakah itu menceritakan aib saudaranya, mengadu domba, menyakiti saudaranya dan sebagainya, dan kita diperintah untuk menggunakan lisan kita untuk perkara-perkara yang diRidhoi ALLAH apakah untuk berdzikir, berkata yang baik, dll.

2️⃣ Tinggal dirumahmu artinya tetaplah engkau tinggal di rumahmu dan sibukkanlah dirimu dengan mentaati, beribadah kepada ALLAH. Serta tinggalkanlah keinginan-keinginan atau segala sesuatu yang tidak baik yang menyebabkan dirimu keluar rumah yang akhirnya menjerumuskan dirimu kepada perbuatan dosa dan ma'siyat, KECUALI engkau keluar rumah untuk mengerjakan perkara-perkara yang baik yang dibenarkan oleh syariat Rabbul 'Aalamiin atau yang tidak dilarang oleh agama.

3️⃣ Tangisilah kesalahan (dosamu) yakni ingatlah kesalahan dan dosa-dosamu yang pernah engkau kerjakan pada masa lalu dan selalu engkau ingat adzab atau siksa yang sangat pedih baik di dunia dan akhirat akibat perbuatan dosa dan ma'siyat itu, yang demikian dapat membantumu untuk tetap berada di jalan ketaatan dan juga dapat menghalangimu untuk kembali melakukan perbuatan dosa.


🤲🏻 Semoga ALLAH  memberikan kemudahan kepada kita semua untuk memahami hadits tersebut dengan baik, dan diberikan kemudahan untuk mengamalkan.


📎 Sumber *Artikel* :  www.salamdakwah. com


🔄 Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

_Barakallah fikunna._
                                        

✍🏻 Ditulis oleh Ustadz. Abu 'Urwah Ahmad Ferry Nasution Rahimahullah.

▪┈┈◈❂◉❖ ° ❖◉❂◈┈┈▪

AKU BAHAGIA DAN BANGGA MENJADI AHLUS SUNNAH

AKU BAHAGIA DAN BANGGA MENJADI AHLUS SUNNAH


Bismillah. 

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata : 



إن تكلمت عن التوحيد نبذك أهل الشرك



» "Jika engkau berbicara tentang Aqidah Tauhid, niscaya Ahli Syirik (orang-orang musyrik) akan meninggalkanmu.



 إن تكلمت عن السنة نبذك أهل البدعة



» Jika engkau berbicara tentang Sunnah (Tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), niscaya Ahli Bid'ah akan meninggalkanmu.



إن تكلمت عن الدليل والحجة نبذك أهل التعصب المذهبي و المتصوفة والجهلة



» Jika engkau berbicara tentang dalil dan hujjah, niscaya orang-orang yang fanatik terhadap madzhab, orang-orang tarekat sufi, dan bodoh akan meninggalkanmu.



 إن تكلمت عن طاعة ولاة الأمر بالمعروف والدعاء والنصح لهم وعقيدة أهل السنة ، نبذك الخوارج والمتحزبة



» Jika engkau berbicara tentang (kewajiban) taat kepada pemerintah (muslim) dalam hal yang ma'ruf, mendo'akan dan menasehati (kebaikan) untuk mereka, serta tentang Aqidah Ahlus Sunnah, niscaya orang-orang (yang berpemahaman) Khowarij dan yang fanatik terhadap aliran dan kelompok (sesat) akan meninggalkanmu.



وإن تكلمت عن الإسلام وربطته بالحياة نبذك العلمانيون والليبراليون و أشباههم ممن يريدون فصل الدين عن الحياة



» Jika engkau berbicara tentang Islam dan hubungannya dengan kehidupan, niscaya orang-orang (yang memiliki) paham Sekuler, Liberal (SEPILIS) dan yang serupa dengan mereka dari siapa saja yang ingin memisahkan agama dari kehidupan (urusan dunia) akan meninggalkanmu.



غربة شديدة على أهل السنة!



» Ini adalah keterasingan yang luar biasa bagi Ahlus Sunnah.



حاربونا بجميع الوسائل
حاربونا بالإعلام المسموع والمرئي والمكتوب
حتى أصبح الأهل والأصحاب يحاربون هذا الغريب المتمسك بكتاب الله وسنة رسول الله.



» Mereka semua memerangi kita (Ahlus Sunnah) dengan berbagai media.

» Mereka memerangi kita melalui media massa cetak (buku, majalah, koran, dsb) maupun elektronik (televisi, radio, internet, Facebook dsb), sehingga keluarga dan sahabat-sahabat pun (ikut) memerangi "orang asing" ini yang senantiasa berpegang teguh dengan Al-Kitab dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.



 و رغم هذا
نحن سعداء بهذه الغربة و نفتخر بها ، ﻷن رسول الله ﷺ أثنى على هؤلاء الغرباء فقال عليه السلام:



» Namun meskipun demikian (keadaannya), kami (Ahlus Sunnah) merasa bahagia dan bangga dengan keterasingan ini. Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:



إن الإسلام بدأ غريبًا ، وسيعودُ غريبًا كما بدأَ ، فطُوبَى للغُرباءِ قيل : من هم يا رسولَ اللهِ ؟ قال : الذينَ يصلحونَ إذا فسدَ الناسُ.



"Sesungguhnya Islam pertama kali datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali dalam keadaan terasing pula sebagaimana keadaan awalnya. Maka, kebahagiaan diperuntukkan bagi orang-orang yang terasing. Maka ada seseorang yang bertanya, 'Siapakah mereka yang terasing itu, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang senantiasa sholih (baik aqidah, manhaj dan ibadahnya, pent) ketika manusia telah rusak." (Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah nomor.1273).

 طوبى ada yang menafsirkan dengan sebuah pohon di dalam Surga.



Semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan kepada kita semua untuk senantiasa istiqomah, sabar dan tegar dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta mendakwahkan keduanya hingga akhir hayat. Aamiin.




🌐 Sumber *Artikel* : http://www.salamdakwah.com



☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.



✒ Ditulis oleh *Ustadz. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc, MA* _hafidzohulloh_




▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪

DIDEKATI ORANG BAIK

DIDEKATI ORANG BAIK


Mungkin selama ini ada orang-orang baik yang bersabar mencoba mendekati anda sedikit-demi-sedikit, mendakwahi anda, dan mengajak anda untuk hijrah.

Namun anda selalu naik-turun, tarik-ulur, dan akhirnya anda memutuskan untuk menjauhi mereka.

🍃 *Ketahuilah, Bahwa Mereka Tidak Rugi Sama Sekali Dengan Menjauhnya Anda.* 
Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

_"Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyiakan-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"_ 
*(QS. Yusuf: 90).*

🍃  *Bahkan Semoga Mereka Termasuk Umat Terbaik Karena Telah Berusaha Berdakwah.* Allah Ta'ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

_"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah"_
*(QS. Ali Imran: 110).*

🍃  *Bahkan Mereka Mendapat Banyak Keutamaan.*
Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

_"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, serta semua makhluk di langit dan bumi, bahkan semut-semut dalam lubangnya serta ikan-ikan (di lautan), bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"_
*(HR At-Tirmidzi no. 2685, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).*

Mereka mendapat ini semua, walaupun objek dakwahnya tetap tidak mendapat hidayah. Karena tentu hidayah taufik itu hanya di tangan Allah. 
Allah ta'ala berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

_" Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk"_ 
*(QS. Al Qashash: 56).*

```Jadi, mereka tidak rugi sama sekali dengan menjauhnya anda. ```

Justru anda yang tidak bersabar dengan seruan dan dakwah mereka yang mengajak anda kepada kebaikan, dan anda lebih memilih sesuatu yang lebih enak dan lezat bagi hawa nafsu anda, *ANDALAH YANG MERUGI.*
Allah ta'ala berfirman:


وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

_"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas"_ 
*(QS. Al Kahfi: 28).*

Berpalingnya anda tidak bermudarat pada mereka dan tidak bermudarat bagi agama sedikitpun. 
Allah ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ

_"Sesungguhnya orang-orang kafir dan orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta orang-orang yang memusuhi Rasul, setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun.  Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka"_
*(QS. Muhammad: 32).*

📌  Maka jika ada orang-orang baik yang berusaha mengajak anda pada kebaikan, mengajarkan anda akidah yang shahih dan agama yang benar sesuai Sunnah Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, PEGANG ERATLAH mereka. Jangan lepaskan sedikitpun.

Semoga Allah memberi taufik.

🖊  Ustadz Yulian Purnama

*Oleh: Mutiara Risalah Islam*
>>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<

SURGA BAGI ORANG YANG BERSABAR

SURGA BAGI ORANG YANG BERSABAR

Allah ta'ala berfirman ;

إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ

_"Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang."_
(Al Mu'minum: 111)

_Dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,_

إنَّ الله – عز وجل – ، قَالَ :
 إِذَا ابْتَلَيْتُ عبدي بحَبيبتَيه فَصَبرَ عَوَّضتُهُ مِنْهُمَا الجَنَّةَ

_Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla berfirman:_ 
_Apabila Aku memberi cobaan kepada hambaKu dengan melenyapkan kedua perkara yang dia cintai (yakni kedua matanya), kemudian ia bersabar, maka untuknya akan Kuberi ganti surga karena kehilangan keduanya."_
(HR. Al Bukhari)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
📡 Republished by :

╔═📚💎══════════╗
*🌟MEDIA DAKWAH SUNNAH🌟*
╚══════════✒💎═╝

📌 *"Berpegang Teguh Dengan Al Quran Dan Sunnah."*

♻️ *Silahkan dishare*

RAMADHAN...

RAMADHAN...

Kala Ramadhan yang penuh kebaikan tiba, berbagai ganjaran dan hadiah besar yang berupa pahala pun dilipatgandakan, pintu-pintu kebaikan terbuka lebar, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan yang diturunkan padanya Al - Qur'an, bulan yang terdapat padanya malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang didalamnya dituliskan takdir - takdir kebaikan, dan setiap malamnya Allah Ta'ala memerdekakan hamba-hambanya dari api neraka. Ditanyakan oleh para sahabat : " Apakah malam yang dimaksud adalah malam Lailatul Qadar ?" Rasulullah menjawab : " Tidak, akan tetapi seorang pekerja pasti akan dilunasi upahnya setiap kali ia telah menyelesaikan tugasnya "
( Hr Ahmad, Al Bazzar, Al Baihaqi dan Abusy Syaikh dalam kitab Tsawab, sebagian riwayat menguatkan sebagaian riwayat yang lain)

Wahai yang tak puas berdosa di bulan Rajab, hingga masih saja ia durhaka di bulan Syaban

bulan puasa menjelang setelah keduanya, maka janganlah jadikan ia penuh dengan dosa. Bacalah Al-qur'an dan bersungguhlah bertasbih, karena inilah bulan baca Qur'an dan bertasbih

Berapa orang puasa yang pernah kamu kenal dari kalangan keluarga, tetangga, saudara, kematian renggut mereka dan sisakan engkau hidup setelah mereka, maka alangkah dekat generasi dahulu dan generasi sekarang

Pertemuan hamba dengan bulan Ramadhan merupakan nikmat yang agung, pada bulan inilah kita dianjurkan kembali kepada Allah dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari melalaikan kepada mengingatNya, dari yang semula jauh dari Dia menjadi lebih dekat kepadaNya

Semoga kita menjadi orang yang beruntung, yang diberikan kesempatan Allah Ta'ala untuk mencari keberkahan pada bulan Ramadhan dengan banyak beramal shalih dan termasuk orang-orang yang dimerdekakan oleh Allah dari api neraka dan mendapatkan ampunanNya

Tiada jalan lain kecuali bersungguh - sungguh dalam berdoa 

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan." (Lathaif Al-Ma'arif, hlm. 264)

𝑾𝑨𝑵𝑰𝑻𝑨 𝑫𝑨𝑵 𝑨𝑴𝑨𝑳𝑨𝑵𝑵𝒀𝑨 𝑫𝑰 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑱𝑼𝑴'𝑨𝑻

𝑾𝑨𝑵𝑰𝑻𝑨 𝑫𝑨𝑵 𝑨𝑴𝑨𝑳𝑨𝑵𝑵𝒀𝑨 𝑫𝑰 𝑯𝑨𝑹𝑰 𝑱𝑼𝑴'𝑨𝑻 

𝑱𝒖𝒎'𝒂𝒕 𝒊𝒅𝒆𝒏𝒕𝒊𝒌 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒖𝒎 𝒑𝒓𝒊𝒂 𝒎𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎𝒊𝒏, 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒔𝒉𝒐𝒍𝒂𝒕 𝒋𝒖𝒎'𝒂𝒕, 𝒎𝒂𝒏𝒅𝒊 𝒋𝒂𝒏𝒂𝒃𝒂𝒉, 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒌𝒂𝒊 𝒑𝒂𝒌𝒂𝒊𝒂𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒃𝒂𝒊𝒌, 𝒅𝒂𝒏 𝒍𝒂𝒊𝒏𝒏𝒚𝒂.

𝑵𝒂𝒎𝒖𝒏, 𝒂𝒑𝒂𝒌𝒂𝒉 𝒘𝒂𝒏𝒊𝒕𝒂 𝒋𝒖𝒈𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒊𝒍𝒊𝒌𝒊 𝒔𝒖𝒏𝒏𝒂𝒉-𝒔𝒖𝒏𝒏𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒋𝒖𝒎'𝒂𝒕? 

𝑩𝒆𝒓𝒊𝒌𝒖𝒕 𝒃𝒆𝒃𝒆𝒓𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒎𝒂𝒍𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒘𝒂𝒏𝒊𝒕𝒂 𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉 𝒅𝒊 𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒋𝒖𝒎'𝒂𝒕.

1⃣ 𝑴𝑬𝑴𝑩𝑨𝑪𝑨 𝑺𝑼𝑹𝑨𝑻 𝑨𝑳 𝑲𝑨𝑯𝑭𝑰

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum'at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka'bah."
(HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami' no. 6471)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum'at."
(HR. An Nasa'i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami' no. 6470)

2⃣ 𝑩𝑬𝑹𝑺𝑯𝑨𝑳𝑨𝑾𝑨𝑻

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum'at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum'at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti."
(HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan lighoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

🔖 𝑳𝑨𝑭𝑨𝑫𝒁 𝑺𝑯𝑨𝑳𝑨𝑾𝑨𝑻𝑵𝒀𝑨

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

"Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shollaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barokta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid."

[Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia]

3️⃣ 𝑷𝑬𝑹𝑩𝑨𝑵𝒀𝑨𝑲 𝑫𝑶𝑨 𝑫𝑰 𝑾𝑨𝑲𝑻𝑼 𝑴𝑼𝑺𝑻𝑨𝑱𝑨𝑩

💠 Rasulullah ﷺ bersabda: 

Pada hari jum'at ada 12 jam. Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah ashar.
(HR. Abu Daud 1048)

4️⃣ 𝑷𝑬𝑹𝑩𝑨𝑵𝒀𝑨𝑲 𝑺𝑬𝑫𝑬𝑲𝑨𝑯

Wahai wanita selamatkanlah dirimu dari api neraka dengan bersedekah, meskipun sedikit.

💠 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

يَامَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ . فَإنِّيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

"Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Karena sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka"
(HR. Ibnu Majah no.4003)

Karena bersedekah di hari jum'at memiliki keutamaan dibanding hari-hari lainnya.

🎙️ Berkata Ka'ab Al-Ahbar kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu : 

وَلَمْ تَطْلَعِ الشَّمْسُ وَلَمْ تَغْرُبْ مِنْ يَوْمٍ أَعْظَمَ مِنَ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، وَالصَّدَقَةُ فِيهِ أَعْظَمُ مِنْ سَائِرِ الْأَيَّامِ.

"Dan tidaklah matahari terbit dan terbenam pada suatu hari, yg mulia dari pada hari Jum'at, dan bersedekah padanya (hari Jum'at) lebih utama dari hari-hari lainnya."

🎙️ Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah :

قال الإمام ابن القيم رحمه الله:
وشاهدت شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه إذا خرج إلى الجمعة يأخذ ما وجد في البيت من خبز أو غيره فيتصدق به في طريقه سرا، وسمعته يقول: 

"Aku melihat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga allah mensucikan ruhnya- ketika beliau keluar pada hari Jum'at beliau mengambil apa yang beliau dapati di dalam rumahnya (berupa makanan) roti atau yang selainnya. Lalu dia mensedekahkannya di jalanan secara sembunyi sembunyi, dan aku mendengar beliau berkata:

إذا كان الله قد أمرنا بالصدقة بين يدي مناجاة رسول الله‏ﷺ  فالصدقة بين يدي مناجاته تعالى أفضل وأولى بالفضيلة.

"Jika Allah memerintahkan kita bersedekah sebelum berbisik dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka bersedekah sebelum berbisik dengan Allah (bermunajat) itu lebih afdhal dan lebih pantas untuk diutamakan."

📕 Sumber:
(Dalam Kitab Zaad Al-Maad 1/395)

✒️ 𝑷𝒆𝒏𝒚𝒖𝒔𝒖𝒏 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 𝑴𝒖𝒕𝒊𝒂𝒓𝒂 𝑭𝒂𝒆𝒅𝒂𝒉 𝑨𝒔𝒚𝑺𝒚𝒂𝒎𝒊𝒍.𝒄𝒐𝒎

Semoga bermanfaat....

♻️ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

•┈•◎❅❀❦❖🌷❖❦❀❅◎•┈•

DARURAT HADIS PALSU DI MedSos

DARURAT HADIS PALSU DI MedSos

👤 Oleh Ustadz Ammi Nur Baits


*Bertebaran Hadis Palsu di MedSos*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,_

Satu tombol bisa memiliki sejuta fungsi… bisa menjadi sumber kebaikan, dan sekaligus menjadi sumber kejahatan. Itulah media sosial. Betapa mudahnya orang menyebarkan informasi. Dan jika kita perhatikan, hampir setiap even masyarakat yang berbau agama, dikaitkan dengan satu hadis. Sehingga setiap ada even, terbit hadis baru.

*Diantaranya yang pernah mampir dalam broadcast di WA beberapa hadis berikut,*

● Rasullullah _Shallallahu 'alaihi wa sallam_ Bersabda "Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya".

● Rasullullah _Shallallahu 'alaihi wa sallam_ Bersabda "Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita Arafah kepada Yang Lain, maka Haram Api Neraka Baginya"

● Rasullullah _Shallallahu 'alaihi wa sallam_ Bersabda "Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 zulhijjah Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya"

● Nabi _Shallallahu'Alaihi Wasallam_ , ```"Barang siapa yang memberitahukan berita Sya'ban kepada yang lain, maka haram api neraka baginya."```

● Rasullullah _Shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda "Barangsiapa yang memberitahukan berita 1 Rajab kepada yang lain, maka haram api neraka baginya".

Nampaknya yang membuat hadis ini sudah kehilangan rasa malu… redaksi sama, dan hanya menggunakan metode copas. Namun ini bukan sesuatu yang mengherankan, seperti yang diriwayatkan oleh al-Uqaily dari Hammad bin Zaid, bahwa orang-orang zindiq (munafiq) yang pernah membuat hadis palsu sebanyak 14.000 hadis! Dan tiga orang yang terkenal sebagai pemalsu hadis pernah membuat hadis palsu lebih dari 4000 hadis!. (Tadrib Rawi, as-Suyuthi, 1/335)

*Bahaya Dusta atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam*

Rasulullah  _Shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda,

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

```"Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat di Neraka."``` (Muttafaq 'alaih)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan,

```"Para ulama sepakat bahwa sengaja berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam termasuk dosa besar, bahkan Abu Muhammad al-Juwaini sangat keras sehingga mengkafirkan orang yang sengaja dusta atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan mereka bersepakat haramnya meriwayatkan hadis maudhu' (palsu) kecuali disertai keterangannya (yang menjelaskan kepalsuannya), berdasarkan hadis Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,```

مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

```"Barang siapa menceritakan dariku suatu hadis yang dia ketahui kedustaannya, maka dia termasuk di antara dua pendusta."```
(HR. Muslim dalam al-Muqadimah, Ibnu Majah 41, dan yang lainnya)."

*Jika Dapat Broadcast Hadis*

Jika anda mendapatkan broadcast hadis yang tidak jelas, penulisnya juga bukan orang yang terkenal hati-hati dalam hadis, sebaiknya tidak anda sebarkan. Meskipun dalam tulisan itu menyebutkan janji pahala besar bagi orang yang menyebarkannya.

Lebih baik diam tidak menyebarkannya, dari pada salah dalam menyebarkan. Meskipun anda bukan orang yang membuat hadis palsu itu, tapi anda juga dilarang untuk ikut menyebarkannya.

Nabi  _Shallallahu'alaihi wa sallam_ bersabda,

مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

```"Barang siapa menceritakan dariku suatu hadis yang dia ketahui kedustaannya, maka dia termasuk di antara dua pendusta."```
(HR. Muslim dalam al-Muqadimah, Ibnu Majah 41, dan yang lainnya).

Imam an-Nawawi menjelaskan hadis ini,

يحرم رواية الحديث الموضوع على من عرف كونه موضوعا أو غلب على ظنه وضعه فمن روى حديثا علم أو ظن وضعه ولم يبين حال روايته وضعه فهو داخل في هذا الوعيد

```"Haram hukumnya meriwayatkan hadis maudhu' bagi orang yang mengetahui atau menurut dugaan kuatnya bahwa derajat hadis tersebut adalah maudhu'. Sebab itu, barang siapa meriwayatkan suatu hadis yang dia yakin atau ada sangkaan kuat bahwa derajatnya adalah maudhu' (palsu), namun dia tidak menjelaskan derajatnya, maka dia termasuk dalam ancaman hadis ini."```
(Syarh Sahih Muslim, 1/71)

Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang para khatib yang biasa menyampaikan hadis-hadis lemah dan palsu dalam khutbahnya, beliau menjawab,

```"Tidak halal berpedoman dalam menyampaikan hadis pada suatu kitab atau khutbah yang penulisnya bukan ahli hadis. Barang siapa yang melakukan hal itu maka dia layak untuk dihukum dengan hukuman yang berat. Inilah keadaan para khatib zaman sekarang, tatkala melihat ada khutbah yang berisi hadis-hadis, mereka langsung menghafalnya dan berkhutbah dengannya tanpa menyeleksi terlebih dahulu apakah hadis tersebut ada asalnya ataukah tidak. Maka merupakan kewajiban bagi pemimpin negeri tersebut untuk melarang para khatib dari perbuatan tersebut dan menegur dari khatib yang telah melakukan perbuatan tersebut."``` (al-Fatawa al-Haditsiyah, hlm. 63)

*Semoga Allah menyelamatkan kita dari kesalahan ketika bermedsos..*

Demikian, Allahu a'lam.

👤 Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.