Senin, 26 Desember 2022

SIAPAKAH YANG UKHTI PILIH?

SIAPAKAH YANG UKHTI PILIH?

Penyusun: Ummu Muhammad (Bulletin Zuhairoh)
Muroja'ah: Ust. Aris Munandar

Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.


Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Tentu kita tidak ingin bahtera tumah tangga yang sudah terlanjur kita arungi bersama laki-laki yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan, karena tentu ini akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan, baik luka bagi kita maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada. Lagipula, kita mengetahui bahwa Allah Ta'ala, Robb sekaligus Illah kita satu-satunya sangat membenci perceraian, meskipun hal itu diperbolehkan jika memang keduanya merasa berat. "Mencegah lebih baik daripada mengobati." Itulah slogan yang biasa dipakai untuk masalah kesehatan. Dan untuk masalah kita ini, yang tentunya jauh lebih urgen dari masalah kesehatan tentu lebih layak bagi kita untuk memakai slogan ini, agar kita tidak menyesal di tengah jalan.

Saudariku muslimah, sekarang banyak kita jumpai fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan hati. Banyak dari saudari-saudari kita yang terpesona dengan kehidupan dunia, sehingga timbul predikat 'cewek matre', yaitu bagi mereka yang menyukai laki-laki karena uangnya. Ada juga diantara saudari kita yang memilih laki-laki hanya karena fisiknya saja. Ada juga diantara mereka yang menyukai laki-laki hanya karena kepintarannya saja, padahal belum tentu kepintarannya itu akan menyelamatkannya, mungkin justru wanita itu yang akan dibodohi.

Sebenarnya tidak mengapa kita menetapkan kriteria – kriteria tersebut untuk calon pasangan kita, namun janganlah hal tersebut dijadikan tujuan utama, karena kriteria-kriteria itu hanya terbatas pada hal yang bersifat duniawi, sesuatu yang tidak kekal dan suatu saat akan menghilang. Lalu bagaimana solusinya ? Saudariku, sebagai seorang muslim, standar yang harus kita jadikan patokan adalah sesuatu yang sesuai dengan ketentuan syariat. Karena hanya dengan itu kebahagian hakiki akan tercapai, bukan hanya kebahagian dunia saja yang akan kita dapatkan, tapi kebahagiaan akhirat yang kekal pun akan kita nikmati jika kita mempunyai pasangan yang bisa diajak bekerjasama dalam ketaatan kepada Allah.

Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain:

1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas." (HR. Tirmidzi, hasan)

Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin 'Ali, "Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?" Hasan bin 'Ali menjawab, "Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya."

2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.

"Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga." (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu'afa' & Ibnu Adi)

Ibnu Taimiyah berkata, "Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf." (Majmu' Fatawa 8/242)

3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh.

4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai.

5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita.

6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani.

7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta'ala.

Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do'a.

Maroji':
Ensiklopedi Wanita Muslimah. Haya bintu Mubaroh Al-Barik.


Sumber: https://muslimah.or.id/63-siapakah-yang-ukhti-pilih.html

Via HijrahApp 

Minggu, 18 Desember 2022

Dosa 99 lembar Sejauh Mata Memandang Terhapus dengan TAUHID U DiaDiraDinda

┈┈┉━•⊱༻✾๐–ฃ˜๐ŸŒธ๐–ฃ˜✾༺⊰•━┉┈┈


*ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ*

Dosa 99 lembar Sejauh Mata Memandang Terhapus dengan TAUHID

#IndonesiaBertauhid

-Iya benar, TAUHID bisa menghapuskan dosa (selain dosa syirik) walapun sangat banyak sekali bahkan  walaupun dia belum bertaubat kepada Allah sebelum meninggal

-Berikut kisah shahih seseorang yang di hari kiamat penimbangan amal, ia memiliki dosa yang sangat banyak, 99 lembar sejauh mata memandang

-Kebaikannya? Hanya 1 lembar kecil SAJA, yaitu kartu (bithaqah) yang bertuliskan kalimat TAUHID (ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡)

-Ketika ditimbang, ternyata lebih berat kartu kecil berisi kalimat TAUHID yang ternyata ia sangat IKHLAS dan BERILMU TAUHIDNYA, tentu terjauhkan dari kesyirikan

Berikut haditsnya:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallamjuga bersabda,

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุณَูŠُุฎَู„ِّุตُ ุฑَุฌُู„ًุง ู…ِู†ْ ุฃُู…َّุชِูŠ ุนَู„َู‰ ุฑُุกُูˆุณِ ุงู„ْุฎَู„َุงุฆِู‚ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูَูŠَู†ْุดُุฑُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ุณِุฌِู„ًّุง ูƒُู„ُّ ุณِุฌِู„ٍّ ู…ِุซْู„ُ ู…َุฏِّ ุงู„ْุจَุตَุฑِ ุซُู…َّ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฃَุชُู†ْูƒِุฑُ ู…ِู†ْ ู‡َุฐَุง ุดَูŠْุฆًุง ุฃَุธَู„َู…َูƒَ ูƒَุชَุจَุชِูŠ ุงู„ْุญَุงูِุธُูˆู†َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َุง ูŠَุง ุฑَุจِّ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฃَูَู„َูƒَ ุนُุฐْุฑٌ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َุง ูŠَุง ุฑَุจِّ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุจَู„َู‰ ุฅِู†َّ ู„َูƒَ ุนِู†ْุฏَู†َุง ุญَุณَู†َุฉً ูَุฅِู†َّู‡ُ ู„َุง ุธُู„ْู…َ ุนَู„َูŠْูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ูَุชَุฎْุฑُุฌُ ุจِุทَุงู‚َุฉٌ ูِูŠู‡َุง ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงุญْุถُุฑْ ูˆَุฒْู†َูƒَ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ู…َุง ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุจِุทَุงู‚َุฉُ ู…َุนَ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุณِّุฌِู„َّุงุชِ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†َّูƒَ ู„َุง ุชُุธْู„َู…ُ ู‚َุงู„َ ูَุชُูˆุถَุนُ ุงู„ุณِّุฌِู„َّุงุชُ ูِูŠ ูƒَูَّุฉٍ ูˆَุงู„ْุจِุทَุงู‚َุฉُ ูِูŠ ูƒَูَّุฉٍ ูَุทَุงุดَุชِ ุงู„ุณِّุฌِู„َّุงุชُ ูˆَุซَู‚ُู„َุชِ ุงู„ْุจِุทَุงู‚َุฉُ ูَู„َุง ูŠَุซْู‚ُู„ُ ู…َุนَ ุงุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَูŠْุกٌ

Sesungguhnya, Allah akan membebaskan seorang lelaki dari umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Akan dibentangkan padanya 99 lembaran (catatan amal keburukan), tiap-tiap lembaran seukuran sejauh pandangan mata.

Kemudian Allah bertanya, "Apakah engkau mengingkari sesuatu dari lembaran (catatan amal keburukan) ini? Apakah para (malaikat) pencatat–Ku al-Hafizhun menzhalimimu?"

Maka, hamba tadi menjawab, "Tidak wahai Rabbku." Allah bertanya lagi, "Apakah engkau memilik alasan?"

Maka, hamba tadi menjawab, "Tidak wahai Rabb-ku." Maka,

Allah berfirman, "Benar, sesungguhnya di sisi Kami engkau memiliki satu kebaikan. Sesungguhnya pada hari ini engkau tidak akan dizhalimi.

Kemudian, dikeluarkan sebuah bithaqah (kartu) yang bertuliskan:
Asyhadu alla ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu warasuluhu

(Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah adalah hambaNya dan Rasul-Nya.

Allah berfirman, "Datangkanlah timbanganmu."Hamba tadi berkata, "Wahai Rabb-ku, apa (pengaruh) karcis ini terhadap lembaran-lembaran ini."

Maka, Allah berfirman, "Sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi."

Rasulullah bersabda, "Maka, lembaran-lembaran itu diletakkan di atas satu daun timbangan, dan satu karcis tersebut diletakkan di atas satu daun timbangan yang lain.

Maka, ringanlah lembaran-lembaran itu, dan beratlah karcis tersebut. Maka, sesuatupun tidak berat ditimbang dengan nama Alah."
(H.R. Ahmad,  Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

-Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Bukan maksudnya meremehkan dosa dan menganggap kecil amalan lainnya, tetapi besarnya keutamaan TAUHID

Bahkan ada ulama yang berpendapat, lafadz "ุฑุฌู„ุง" (rajulan) berarti seseorang, berarti contoh ini HANYA PADA SATU ORANG SAJA, tidak pada yang lainnya, orang ini TAUHIDNYA sangat ikhlas dan jauh dari syirik
Jadi tidak bisa jadi dalil meremehkan dosa dan mengecilkan amalan yang lain

2. TAUHID memang bisa menghapuskan dosa walaupun sepenuh bumi, dengan syarat TIDAK pernah menyekutukan Allah/ berbuat syirik

dalam hadits qudsi,

ً ูˆَู…َู†ْ ู„َู‚ِูŠَู†ِูŠ ุจِู‚ُุฑَุงุจِ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฎَุทِูŠุฆَุฉً ู„َุง ูŠُุดْุฑِูƒُ ุจِูŠ ุดَูŠْุฆًุง ู„َู‚ِูŠุชُู‡ُ ุจِู…ِุซْู„ِู‡َุง ู…َุบْูِุฑَุฉً

"Barangsiapa menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi, dia tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Ku (MEMURNIKAN TAUHID), niscaya Aku menemuinya dengan ampunan seperti itu.'" (HR. Muslim)

3. Ingat! dosa yang dihapus adalah dosa kepada Allah, adapun dosa sesama manusia (misalnya memukul dan mencuri), maka akan dibalas dipadang mahsyar dengan seadil-adil, dibalasnya dibayar dengan pahala
Sehingga bisa jadi amal banyak awalnya tetapi ketika penimbangan menjadi sedikit

-Rincian nasib manusia nanti:

1. Jika TAUHIDnya bagus, maka bisa jadi langsung masuk surga bisa jadi tanpa hisab dan adzab

2. Amal baiknya lebih banyak dari amal buruk, maka masuk surga

3. Amal buruk lebih banyak dari amal baik, maka dirinci:

A. Bisa jadi Allah ampuni dosa-dosanya walaupun ia belum bertaubat sebelum meninggal, maka ia masuk surga

B. Allah tidak ampuni, bisa jadi TAUHIDnya kurang, maka ia atas izin Allah masuk neraka SEMENTARA dan nanti masuk surga kemudian

4. Ia pernah melakukan kesyirikan dan belum bertaubat setelah meninggal, maka ia masuk nereka kekal selama terhapus amalannya (semoga kita dijauhkan sejauh-jauhnya), jika sudah bertaubat sebelum meninggal alhamdulillah

-Sudah tahu KEUTAMAAN TAUHID kan? Ayo semangat belajar dan mendakwahkan TAUHID, Terutama ke keluarga yang kita cintai dan masyarakat. 

Kamis, 01 Desember 2022

MEYAKINI ANGKA 13 MEMBAWA KESIALAN ADALAH SEBUAH KESYIRIKAN

ุจِุณْู…ِ ูฑู„ู„َّٰู‡ِ ูฑู„ุฑَّุญْู…َٰู†ِ ูฑู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

```nasehat hari ini```    
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
MEYAKINI ANGKA 13 MEMBAWA KESIALAN ADALAH SEBUAH KESYIRIKAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
๐Ÿ“™ *DALIL DAN HUJJAH*

*1. Beranggapan Sial Adalah Sebuah Kesyirikan*

Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

 ุงู„ุทِّูŠَุฑَุฉُ ุดِุฑْูƒٌ ุงู„ุทِّูŠَุฑَุฉُ ุดِุฑْูƒٌ (ุซَู„ุงَุซًุง) ูˆَู…َุง ู…ِู†َّุง ุฅِู„ุงَّ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุฐْู‡ِุจُู‡ُ ุจِุงู„ุชَّูˆَูƒُّู„ِ

_"Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan". Beliau menyebutnya sampai 3 kali. Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun ALLAH lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal."_

✍️ _(HR. Abu Daud No. 3910 dan Ibnu Majah No. 3538)_

*2. Larangan Beranggapan Sial Baik Oleh Tempat, Bulan, Angka, Orang Dan Sebagainya*

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ุงَ ุนَุฏْูˆَู‰ ، ูˆَู„ุงَ ุทِูŠَุฑَุฉَ ، ูˆَู„ุงَ ู‡َุงู…َุฉَ ، ูˆَู„ุงَ ุตَูَุฑَ

_"Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan ALLAH), tidak dibenarkan beranggapan sial, tidak dibenarkan pula beranggapan nasib malang karena tempat, juga tidak dibenarkan beranggapan sial di bulan Shafar"_

✍️ _(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)_

*3. Beranggapan Sial Merupakan Peninggalan Akidah Jahiliyah*

ALLAH ๏ทป berfirman:

 ูَุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَุชْู‡ُู…ُ ุงู„ْุญَุณَู†َุฉُ ู‚َุงู„ُูˆุง ู„َู†َุง ู‡َุฐِู‡ِ ูˆَุฅِู†ْ ุชُุตِุจْู‡ُู…ْ ุณَูŠِّุฆَุฉٌ ูŠَุทَّูŠَّุฑُูˆุง ุจِู…ُูˆุณَู‰ ูˆَู…َู†ْ ู…َุนَู‡ُ ุฃَู„َุง ุฅِู†َّู…َุง ุทَุงุฆِุฑُู‡ُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

_"Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari ALLAH, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."_

✍️ _[QS. Al A'raf: 131]_

Orang-orang Jahiliyah menganggap Nabi Musa pembawa sial.
━━━━━━━━━━━━━━━━━ ๐Ÿ’ 
๐Ÿ‘ฅ *NASEHAT ULAMA*

*Merasa Sial Adalah Tathayyur*

_Syaikh Shalih al-'Utsaimin berkata:_

_"Tathayyur adalah menganggap sial atas apa yang dilihat, didengar, atau yang diketahui. Seperti yang dilihat yaitu, melihat sesuatu yang menakutkan. Yang didengar seperti mendengar burung gagak, dan yang diketahui seperti mengetahui tanggal, angka atau bilangan"_

✍️ _(Al-Qaulul Mufid 'ala Kitab Tauhid (I/559-560)_

*Obatnya Adalah Tawakkal Hanya Kepada ALLAH ๏ทป*

_Syaikh Sholeh Al Fauzan berkata:_

_"Penyembuh dari beranggapan sial adalah dengan bertawakkal pada ALLAH. Kemudian meninggalkan anggapan sial dan tidak memiliki keraguan lagi dalam hati." Ini perkataan beliau dalam."_

✍️ _(I'anatul Mustafid,2: 16)_

*Sekali Lagi... Tawakkal*

_Syaikh Alu Syaikh berkata:_

_"Jika kita bertawakkal pada ALLAH dalam meraih maslahat dan menolak mudhorot, maka was-was untuk beranggapan sial akan hilang dengan izin ALLAH."_

✍️ _(Fathul Majid Syarh Kitab At Tauhid, 355)_
━━━━━━━━━━━━━━━━━ ๐Ÿ’ 
_Meyakini angka 13 membawa sial adalah kesyirikan_

_Begitu juga jika meyakini orang tertentu membawa sial, bulan Shafar, bulan Muharram membawa sial, motor pembawa sial, maka ini semua adalah kesyirikan_

_*Kesyirikan semacam ini disebut dengan tathoyyur*_

_Bertawakkallah hanya kepada ALLAH ๏ทป dalam tiap keadaan, musibah, rezeki, bencana, sakit, bahagia dan kematian.._

_*WALLAHUL MUSTA'AN*_

diambil dr wag sahabat sunnah

KAPANKAH IKHTILATH ITU DIHARAMKAN?

 KAPANKAH IKHTILATH ITU DIHARAMKAN?

┈•••○○❁﷽❁○○•••┈
Oleh
Ustadz DR Muhammad Arifin Badri MA

Pertanyaan.
Ustadz, kapankah ikhtilath itu diharamkan ? Mohon penjelasan dari ustadz. Jazakumullah khairan.

Jawaban.
Ikhtilรขth atau percampuran antara laki dan perempuan diharamkan, bilamana :

Si wanita tidak ditemani oleh mahramnya
Terjadi sentuhan fisik antara laki dan perempuan yang bukan mahram.
Terjadi interaksi antara laki dan perempuan yang bukan mahram disuatu tempat, semisal bertatap pandang, berkomunikasi, sehingga menimbulkan fitnah meskipun disana ada mahramnya. Sehingga masuk dalam larangan mendekati zina. Allah Azza wa Jalla berfirman :
ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆุง ุงู„ุฒِّู†َุง ۖ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ูَุงุญِุดَุฉً ูˆَุณَุงุกَ ุณَุจِูŠู„ًุง

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk. [al-Isrรข'/17:32]