بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Jangan Lupakan Nasib Kalian di Dunia
✍️Muhammad Abduh Tuasikal,
Apa yang dimaksud dengan ayat yang artinya 'jangan lupakan nasib kalian di dunia'?
Apakah itu berarti kita membagi dunia dan akhirat menjadi 'fifty-fifty'?
Apakah itu berarti dunia dan akhirat mesti seimbang?
Ataukah akhirat yang jadi tujuan utama, sedangkan dunia kita gunakan sebagai sarana untuk menggapai kebahagiaan akhirat
Ayat yang bisa kita renungkan dan kita kaji di pagi hari ini,
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"*Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi"*
(QS. Al Qashshash: 77).
🌷Raihlah Akhiratmu
Sekarang kita lihat terlebih dahulu makna penggalan pertama dari ayat di atas (yang artinya), "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat".
👤Dikatakan oleh Qurthubi dalam Al Jaami' li Ahkamil Qur'an (7: 199),
*"Hendaklah seseorang menggunakan nikmat dunia yang Allah berikan untuk menggapai kehidupan akhirat yaitu surga. Karena seorang mukmin hendaklah memanfaatkan dunianya untuk hal yang bermanfaat bagi akhiratnya. Jadi ia bukan mencari dunia dalam rangka sombong dan angkuh."*
👤Ibnu Katsir mengatakan mengenai ayat tersebut,
استعمل ما وهبك الله من هذا المال الجزيل والنعمة الطائلة، في طاعة ربك والتقرب إليه بأنواع القربات، التي يحصل لك بها الثواب في الدار الآخرة
"*Gunakanlah yang telah Allah anugerahkan untukmu dari harta dan nikmat yang besar untuk taat pada Rabbmu dan membuat dirimu semakin dekat pada Allah dengan berbagai macam ketaatan. Dengan ini semua, engkau dapat menggapai pahala di kehidupan akhirat."*
(Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 6: 37).
🌷Jangan Lupakan Nasibmu di Dunia
💎Yang dimaksud ayat,
وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"*Jangan melupakan nasibmu di dunia".*
Jika kita artikan leterlek, mungkin maknanya adalah hendaklah kita seimbangkan dunia dan akhirat.
Namun ternyata, yang dipahami oleh para ulama pakar tafsir tidaklah demikian.
Banyak yang salah dalam memahami ayat ini gara-gara cuma bersandar pada Al Qur'an terjemahan.
👤Imam Ibnu Katsir -semoga Allah merahmati beliau- menyebutkan dalam kitab tafsirnya,
{ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا } أي: مما أباح الله فيها من المآكل والمشارب والملابس والمساكن والمناكح، فإن لربك عليك حقًّا، ولنفسك عليك حقًّا، ولأهلك عليك حقًّا، ولزورك عليك حقا، فآت كل ذي حق حقه.
"*Janganlah engkau melupakan nasibmu dari kehidupan dunia yaitu dari yang Allah bolehkan berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan menikah. Rabbmu masih memiliki hak darimu. Dirimu juga memiliki hak. Keluargamu juga memiliki hak. Istrimu pun memiliki hak. Maka tunaikanlah hak-hak setiap yang memiliki hak."*
(Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 6: 37).
✍️Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,
Sumber:*🌷rumaysho.com🌷*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar