Sabtu, 04 Juni 2022

DUA PONDASI AGAMA: TAUHID DAN SUNNAH

DUA PONDASI AGAMA: TAUHID DAN SUNNAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika seseorang mau masuk Islam, yang pertama harus ia pahami, yakini kebenarannya, ucapkan dan amalkan adalah dua kalimat syahadat.

*Dan ini pula ilmu terpenting untuk dipelajari dan pendidikan yang paling wajib diberikan kepada anak. Karena dua kalimat ini adalah Rukun Islam yang pertama dan pondasi bagi seluruh ajaran Islam.*

_Dalam syahadat Laa Ilaaha lllallaah terkandung kewajiban *TAUHID,* memurnikan ibadah hanya untuk Allah ﷻ, dengan keyakinan hanya Allah ﷻ yang berhak disembah._

_Dan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah mengamalkan *SUNNAH* (petunjuk) beliau ﷺ, karena semua yang beliau ajarkan adalah syari'at Allah ﷻ._

_Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata,_

وَدِينُ الْإِسْلَامِ مَبْنِيٌّ عَلَى أَصْلَيْنِ، عَلَى أَنْ لَا نَعْبُدَ إلَّا اللَّهَ، وَأَنْ نَعْبُدَهُ بِمَا شَرَعَ، لَا نَعْبُدُهُ بِالْبِدَعِ

*"Agama Islam tegak di atas dua pondasi:*

(1)  *Kita tidak boleh beribadah kecuali kepada Allah.*

(2)  *Kita beribadah kepada-Nya dengan cara yang Dia syari'atkan, bukan dengan bid'ah-bid'ah.*" [Al-Fatawa Al-Kubro, 1/206]

Oleh karena itu kelak di hari kiamat, orang yang diterima amalannya dan menghadap Allah ﷻ dalam keadaan dirahmati adalah orang yang beramal *_di atas tauhid dan sunnah_*.

*Allah ﷻ berfirman,*

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

*"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya."* [Al-Kahfi: 110]

_Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan,_

{فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ} أَيْ: ثَوَابَهُ وَجَزَاءَهُ الصَّالِحَ، {فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا}، مَا كَانَ مُوَافِقًا لِشَرْعِ اللَّهِ {وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} وَهُوَ الَّذِي يُرَادُ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَهَذَانَ رُكْنَا الْعَمَلِ الْمُتَقَبَّلِ. لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ خَالِصًا لِلَّهِ، صوابُا عَلَى شَرِيعَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

*"Firman Allah _'Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya',_ yaitu pahala dan balasannya yang baik.*

*'Maka hendaklah ia beramal shalih', yaitu amalan yang sesuai syari'at Allah ﷻ.*

*'Dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya'*, _yaitu hendaklah ikhlas hanya mengharap wajah Allah saja, tidak mempersekutukan-Nya._

*Dua perkara ini adalah dua rukun amalan yang diterima, yaitu harus ikhlas karena Allah ﷻ dan sesuai syari'at Rasulullah ﷺ."* [Tafsir Ibnu Katsir, 5/205]


*Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,*

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

*"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya."* [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

🌴🌴🌴🌴

*📺 Youtube :*

*📱 Instagram :*

Jazaakumullahu Khayran
*Sahabat Muslim TV*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar