Al-Qur'an itu selamanya adalah petunjuk, namun tidak semua orang dan tidak semua muslim yang akan mendapatkan pentunjuk dengannya. Al-Qur'an itu teramat suci maka ia tidak akan masuk memberikan petunjuk melainkan ke dalam hati yang suci pula. Allah berfirman:
لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
*_"Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan."_* (QS. Al-Waqi'ah: 79)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan sebuah faidah yang menawan berkaitan dengan hal ini. Setelah beliau menyebutkan ayat tadi, beliau berkata:
فَإِذَا كَانَ وَرَقُهُ لَا يَمَسُّهُ إِلَّا المُطَهَّرُوْنَ فَمَعَانِيْهِ لَا يَهْتَدِي بِهَا إِلَّا القُلُوْبُ الطَاهِرَةُ، وَإِذَا كَانَ المَلَكُ لَا يَدْخُلُ بيتًا فِيْهِ كَلْبٌ، فَالمَعَانِي الَّتِي تُحِبُّهَا المَلاَئِكَةُ لَا تَدْخُلُ قَلْبًا فِيْهِ أَخْلَاقُ الكِلَابِ المَذْمُومَةُ
Apabila lembarannya tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci, maka maknanya pun tidak akan bisa dijadikan petunjuk kecuali oleh hati-hati yang suci. Dan apabila malaikat tidak masuk ke rumah yang ada anjingnya, maka makna-makna al-Qur'an yang dicintai oleh para malaikat tidak akan masuk pula pada hati yang di dalamnya terdapat akhlak anjing yang tercela.* (Majmu'ah Fatawa li Syaikhul Islam: 5/328)
Baca selengkapnya disini:
Admin web Maribaraja.Com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar