Syariat Agama Islam bertujuan menyempurnakan maslahat dan menolak mafsadah
Syariat ini bertujuan mewujudkan maslahat dan menyempurnakannya serta menolak mafsadah dan menguranginya..
Orang-orang yang mampu menimbang maslahat dan mafsadah adalah para ahlinya dari kalangan ulama ahli bashirah.
Bukan darah muda yang dangkal pemahaman, gampang kemakan omongan, mudah dihasut orang..
Syaikh Al-'Allamah Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafidzhahullah berkata,
لأن الخروج عليه مخالف للنصوص الثابتة عن النبي ﷺ ومخالف لأصل عظيم من أصول أهل السنة والجماعة حتى لو كان كافرا لا تخرج عليه إلا إذا كان هناك قدرة وهناك مصلحة راجحة وليس هناك مفسدة راجحة حينئذ إذا أمكن التخلص منه فذاك وإلا فلأصل الصبر
"Pemberontakan terhadap penguasa muslim menyelisihi dalil-dalil yang shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menyelisihi prinsip yang agung dari manhaj Ahlissunnah wal Jamaah.
Andaikata penguasa itu kafir sekalipun tetap tidak diizinkan memberontak kepadanya kecuali bila memiliki kemampuan, maslahat yang kuat, bukan menimbulkan mafsadah (kerusakan) yang lebih besar.
Maka jika mungkin terbebas dari kezaliman penguasa kafir tersebut maka itulah (yang diharapkan), namun jika tidak, maka hukum asalnya tetap bersabar."
📚 Syarh Ushulissunnah (hlm. 107)
Bagaimana halnya dgn kritik ke penguasa dlm rangka amar makruf nahi mungkar..?
BalasHapus