BISMILLAH
JIKA TUKANG JAGALNYA TIDAK SHALAT
Oleh : Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah
Pertanyaan :
هل يجوز الأكل من ذبائح تارك الصلاة عمداً - علما أنه إذا أخبر بذلك احتج بأنه كان ينطق بالشهادة ، كيف العمل إذا لم يوجد أي جزار يصلي ؟
Apakah boleh makan sembelihan orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dan kalau diberitahu ia beralasan bahwa dirinya masih bersyahadat, bagaimana seharusnya kalau tidak ada jagal yang mendirikan shalat ?
Jawaban :
الذي لا يصلي لا تؤكل ذبيحته ، هذا هو الصواب ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( بين الرجل والشرك والكفر ترك الصلاة ) أخرجه مسلم في صحيحه عن جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما
، وقول الرسول عليه الصلاة والسلام : ( العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر ) أخرجه الإمام أحمد وأهل السنن الأربع بإسناد صحيح من حديث بريدة بن الحصيب الأسلمي رضي الله عنه
وقوله صلى الله عليه وسلم : ( رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة ) أخرجه الإمام أحمد والترمذي بإسناد صحيح عن معاذ بن جبل رضي الله عنه
فكل شيء سقط عموده لا يستقيم ولا يبقى ، ومتى سقط العمود سقط ما عليه .
وبذلك يعلم أن الذي لا يصلي لا دين له ، ولا تؤكل ذبيحته ، وإذا كنت في بلد ليس فيها جزار مسلم فاذبح لنفسك ، واستعمل يدك فيما ينفعك ، أو التمس جزارا مسلما ولو في بيته حتى يذبح لك ، وهذا بحمد الله ميسر فليس لك أن تتساهل في الأمر
Orang yang tidak shalat, maka sembelihannya tidak boleh dimakan, inilah yang benar. Hal ini didasarkan pada sabda Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
"(Perbedaan) antara seseorang dan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Hadist Riwayat Muslim dalam shahihnya, dari Jabir bin Abdullah al Anshari radhiyallahu 'anhuma).
Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang lain :
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir." (Hadist Riwayat Ahmad, dan ahlus sunan yang empat, dengan sanad yang benar dari hadits Buraidah bin al Hushaib al Aslami radhiyallahu 'anhu)
Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
"Pangkal segala sesuatu adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." (Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu)
Segala sesuatu yang roboh tiangnya, maka akan roboh pula bangunannya.
Oleh karenanya, dapat diketahui bahwa seseorang yang tidak shalat, tidak dianggap beragama, dan tidak boleh dimakan sembelihannya. Dan jika anda berada pada negara yang tidak ada jagal yang muslim, maka sembelihlah sendiri untuk diri anda, gunakan tangan anda untuk hal yang bermanfaat, atau carilah dulu jagal yang muslim meskipun di rumahnya, hingga ia menyembelih untuk anda, hal ini sebenarnya –alhamdulillah- mudah dilaksanakan, maka jangan sekali-kali anda meremehkannya.
(Majmu' Fatawa Syeikh bin Baaz: 10/ 274-276)
Wallahu'alam
JIKA TUKANG JAGALNYA TIDAK SHALAT
Oleh : Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz rahimahullah
Pertanyaan :
هل يجوز الأكل من ذبائح تارك الصلاة عمداً - علما أنه إذا أخبر بذلك احتج بأنه كان ينطق بالشهادة ، كيف العمل إذا لم يوجد أي جزار يصلي ؟
Apakah boleh makan sembelihan orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dan kalau diberitahu ia beralasan bahwa dirinya masih bersyahadat, bagaimana seharusnya kalau tidak ada jagal yang mendirikan shalat ?
Jawaban :
الذي لا يصلي لا تؤكل ذبيحته ، هذا هو الصواب ؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم : ( بين الرجل والشرك والكفر ترك الصلاة ) أخرجه مسلم في صحيحه عن جابر بن عبد الله الأنصاري رضي الله عنهما
، وقول الرسول عليه الصلاة والسلام : ( العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر ) أخرجه الإمام أحمد وأهل السنن الأربع بإسناد صحيح من حديث بريدة بن الحصيب الأسلمي رضي الله عنه
وقوله صلى الله عليه وسلم : ( رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة ) أخرجه الإمام أحمد والترمذي بإسناد صحيح عن معاذ بن جبل رضي الله عنه
فكل شيء سقط عموده لا يستقيم ولا يبقى ، ومتى سقط العمود سقط ما عليه .
وبذلك يعلم أن الذي لا يصلي لا دين له ، ولا تؤكل ذبيحته ، وإذا كنت في بلد ليس فيها جزار مسلم فاذبح لنفسك ، واستعمل يدك فيما ينفعك ، أو التمس جزارا مسلما ولو في بيته حتى يذبح لك ، وهذا بحمد الله ميسر فليس لك أن تتساهل في الأمر
Orang yang tidak shalat, maka sembelihannya tidak boleh dimakan, inilah yang benar. Hal ini didasarkan pada sabda Rasululah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
"(Perbedaan) antara seseorang dan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Hadist Riwayat Muslim dalam shahihnya, dari Jabir bin Abdullah al Anshari radhiyallahu 'anhuma).
Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang lain :
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir." (Hadist Riwayat Ahmad, dan ahlus sunan yang empat, dengan sanad yang benar dari hadits Buraidah bin al Hushaib al Aslami radhiyallahu 'anhu)
Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
"Pangkal segala sesuatu adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat." (Hadist Riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu)
Segala sesuatu yang roboh tiangnya, maka akan roboh pula bangunannya.
Oleh karenanya, dapat diketahui bahwa seseorang yang tidak shalat, tidak dianggap beragama, dan tidak boleh dimakan sembelihannya. Dan jika anda berada pada negara yang tidak ada jagal yang muslim, maka sembelihlah sendiri untuk diri anda, gunakan tangan anda untuk hal yang bermanfaat, atau carilah dulu jagal yang muslim meskipun di rumahnya, hingga ia menyembelih untuk anda, hal ini sebenarnya –alhamdulillah- mudah dilaksanakan, maka jangan sekali-kali anda meremehkannya.
(Majmu' Fatawa Syeikh bin Baaz: 10/ 274-276)
Wallahu'alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar