Adakah Shalat Khusus Lailatul Qadar ?
*✍🏻 Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah*
💫 *(1) *Pertama,* Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa lailatul qadar itu besar
👉🏻 *kemungkinan terjadinya di 10 hari ganjil yang terakhir dari malam bulan Ramadhan*(malam 21,23,25,27,29) *lailatul qadar sendiri sebenarnya tidak ada yang bisa memprediksikan kapan pasti terjadinya.*
*تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ*
_"Carilah lailatul qadar *di malam ganjil* dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan"._
[HSR. Bukhari 2017]
💫 *(2) *Kedua,*
*malam lailatul qadar memang *memiliki tanda,* sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:*
*ىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ* *-صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.*
💫 *_"Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh* (dari bulan Ramadhan). Dan *tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru."*_
[HSR. Muslim 762]
💫 *Walau hadits di atas disebutkan malam ke 27, bukan berarti selalu tanggal 27, karena setiap tahun bisa berubah tanggalnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh rahimahullah: *"Waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun".* (Selengkapnya penjelasan para Ulama dalam hal ini lihat dalam Fathul Baari IV:262-266)
Dalam hadits lain disebutkan bahwa *ciri terjadinya lailatul qadar* adalah:
*لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء*
*_"Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, *tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan".*_
[HR. Ibnu Khuzimah 2192 dll dengan sedikit perbedaan redaksi. Kata Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibni Khuzimah 2192, Shahih karena adanya jalur pendukungnya]*
💫 *(3) *Ketiga,*
*namun tanda-tanda itu baru diketahui setelah terjadinya lailatul qadar (adapun sebelumnya tentu orang sulit untuk mengetahuinya). Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh rahimahullah berikut:*
*وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي*
"Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, *namun semua tanda itu tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu."* (Fathul Baari IV:260)
💫 *(4)*Keempat,* *
*dengan demikian bagaimana orang akan menyatakan ada shalat khusus lailatul qadar, sementara lailatul qadarnya saja tidak diketahui kapan hari terjadinya, kecuali setelah harinya berlalu.*
*💫 *(5) Kelima,*
*adapun ada suatu hadits yang spesifik menyebut tata cara khusus shalat lailatul qadar, yakni hadits berikut:*
*من صلّى ركعتين في ليلة القدر، فيقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب مرة، وقل هو الله أحد سبع مرات، فإذا فرغ يستغفر سبعين مرة.....*
*_"Siapa yang shalat dua rakaat saat lailatul qadar, lantas dia membaca Al-Fatihah satu kali di setiap rakaatnya dan membaca Qul Huwallahu Ahad (surat Al-Ikhlash) 7 kali, kemudian setelah selesai shalat dia beristighfar 70 kali, maka selama dia masih di tempat shalatnya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan kedua orang tuanya"._*
Maka *dipastikan hadits ini palsu.*
*Hal ini sebagaimana diperingatkan dalam Lembaga Fatawa Syabakah Islamiyyah yang menyampaikan:*
*فلا شك في كون هذا الحديث كذبا مختلقا فلا تحل روايته ولا نسبته إلى النبي صلى الله عليه وسلم، ولا وجود لهذا الحديث في شيء من كتب السنة البتة*
"Tidak diragukan lagi hadits ini adalah *hadits palsu yang direkayasa orang* (dengan demikian) tidak halal meriwayatkannya dan tidak boleh pula menisbatkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. *Hadis ini tidak pernah dijumpai sama sekali dalam kitab-kitab hadits manapun".*
(Fatawa Syabakah Islamiyah no.140030)
*Keenam,* adapun hadits shahih berikut:
*مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ*
_"Barangsiapa yang melakukan *qiyamul lail dimalam qadar (lailatul qadar)* maka akan *diampuni dosa-dosanya yang telah lewat."*_
[HSR. Bukhari 1901 dan Muslim 1817]
Maka, *hadits diatas bukan menunjukkan adanya shalat khusus dimalam qadar.*
*Bagaimana akan dikatakan ada shalat khusus lailatul qadar sementara sebagaimana telah kami jelaskan terdahulu bahwa *kapan malam persis terjadinya lailatul qadar tidak bisa diketahui melainkan baru pada esok (pagi harinya) dengan melihat tanda-tanda telah terjadinya lailtul qadar di malam tadi.*
*Jadi apa maksud hadits diatas?*
Begini, *kita disunnahkan untuk banyak meningkatkan amal ibadah bahkan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.* Nah, saat i'tikaf ataupun walau tidak i'tikaf *dianjurkan bagi kita di sepuluh hari Ramadhan itu banyak melakukan amal ibadah sunnah, seperti membaca Al-Quran, dzikir-dzikir syar'i dan sebagainya termasuk salah satunya mengintensifkan shalat malam.*
Jadi ini adalah *shalat malam biasa berupa tahajjud atau shalat sunnah mutlaq dan bukan shalat malam khusus lailatul qadar.* Karena itu dalam situs dorar net disebutkan bahwa maksud hadits di atas adalah:*
*ثم يُبيِّنُ النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فضلَ ليلةِ القدرِ، وأنَّ مَن أحيَا هذه اللَّيلةَ المبارَكةَ بالصَّلاةِ وتلاوةِ القرآنِ، غفَر اللهُ له ذنوبَه السَّابقةَ*
*"Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan lailatul qadar, yakni bahwasanya barangsiapa yang menghidupkan malam-malam yang penuh keberkahan ini dengan *melakukan shalat (shalat malam atau shalat sunnah muthlaq -pent)* serta membaca Al-Quran, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lampau".*
Jadi, hadits shahih itu *tidak ada kaitannya dengan shalat khusus lailatul qadar.* Dengan penjelasan ini jelaslah bahwa *shalat khusus lailatul qadar apalagi dengan cara-cara tertentu sebagaimana yang telah ana sebutkan diatas adalah bid'ah yang munkar.*
Berhati-hatilah.!!
*وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم*
*https://dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/shalat-khusus-lailatul-qadar.html*
*•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•*
🔰 *MANHAJ SALAF*🔰
*✍🏻 Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah*
💫 *(1) *Pertama,* Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa lailatul qadar itu besar
👉🏻 *kemungkinan terjadinya di 10 hari ganjil yang terakhir dari malam bulan Ramadhan*(malam 21,23,25,27,29) *lailatul qadar sendiri sebenarnya tidak ada yang bisa memprediksikan kapan pasti terjadinya.*
*تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ*
_"Carilah lailatul qadar *di malam ganjil* dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan"._
[HSR. Bukhari 2017]
💫 *(2) *Kedua,*
*malam lailatul qadar memang *memiliki tanda,* sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:*
*ىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ* *-صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.*
💫 *_"Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh* (dari bulan Ramadhan). Dan *tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru."*_
[HSR. Muslim 762]
💫 *Walau hadits di atas disebutkan malam ke 27, bukan berarti selalu tanggal 27, karena setiap tahun bisa berubah tanggalnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh rahimahullah: *"Waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun".* (Selengkapnya penjelasan para Ulama dalam hal ini lihat dalam Fathul Baari IV:262-266)
Dalam hadits lain disebutkan bahwa *ciri terjadinya lailatul qadar* adalah:
*لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء*
*_"Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, *tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan".*_
[HR. Ibnu Khuzimah 2192 dll dengan sedikit perbedaan redaksi. Kata Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibni Khuzimah 2192, Shahih karena adanya jalur pendukungnya]*
💫 *(3) *Ketiga,*
*namun tanda-tanda itu baru diketahui setelah terjadinya lailatul qadar (adapun sebelumnya tentu orang sulit untuk mengetahuinya). Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh rahimahullah berikut:*
*وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي*
"Ada beberapa dalil yang membicarakan tanda-tanda lailatul qadar, *namun semua tanda itu tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu."* (Fathul Baari IV:260)
💫 *(4)*Keempat,* *
*dengan demikian bagaimana orang akan menyatakan ada shalat khusus lailatul qadar, sementara lailatul qadarnya saja tidak diketahui kapan hari terjadinya, kecuali setelah harinya berlalu.*
*💫 *(5) Kelima,*
*adapun ada suatu hadits yang spesifik menyebut tata cara khusus shalat lailatul qadar, yakni hadits berikut:*
*من صلّى ركعتين في ليلة القدر، فيقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب مرة، وقل هو الله أحد سبع مرات، فإذا فرغ يستغفر سبعين مرة.....*
*_"Siapa yang shalat dua rakaat saat lailatul qadar, lantas dia membaca Al-Fatihah satu kali di setiap rakaatnya dan membaca Qul Huwallahu Ahad (surat Al-Ikhlash) 7 kali, kemudian setelah selesai shalat dia beristighfar 70 kali, maka selama dia masih di tempat shalatnya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan kedua orang tuanya"._*
Maka *dipastikan hadits ini palsu.*
*Hal ini sebagaimana diperingatkan dalam Lembaga Fatawa Syabakah Islamiyyah yang menyampaikan:*
*فلا شك في كون هذا الحديث كذبا مختلقا فلا تحل روايته ولا نسبته إلى النبي صلى الله عليه وسلم، ولا وجود لهذا الحديث في شيء من كتب السنة البتة*
"Tidak diragukan lagi hadits ini adalah *hadits palsu yang direkayasa orang* (dengan demikian) tidak halal meriwayatkannya dan tidak boleh pula menisbatkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. *Hadis ini tidak pernah dijumpai sama sekali dalam kitab-kitab hadits manapun".*
(Fatawa Syabakah Islamiyah no.140030)
*Keenam,* adapun hadits shahih berikut:
*مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ*
_"Barangsiapa yang melakukan *qiyamul lail dimalam qadar (lailatul qadar)* maka akan *diampuni dosa-dosanya yang telah lewat."*_
[HSR. Bukhari 1901 dan Muslim 1817]
Maka, *hadits diatas bukan menunjukkan adanya shalat khusus dimalam qadar.*
*Bagaimana akan dikatakan ada shalat khusus lailatul qadar sementara sebagaimana telah kami jelaskan terdahulu bahwa *kapan malam persis terjadinya lailatul qadar tidak bisa diketahui melainkan baru pada esok (pagi harinya) dengan melihat tanda-tanda telah terjadinya lailtul qadar di malam tadi.*
*Jadi apa maksud hadits diatas?*
Begini, *kita disunnahkan untuk banyak meningkatkan amal ibadah bahkan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.* Nah, saat i'tikaf ataupun walau tidak i'tikaf *dianjurkan bagi kita di sepuluh hari Ramadhan itu banyak melakukan amal ibadah sunnah, seperti membaca Al-Quran, dzikir-dzikir syar'i dan sebagainya termasuk salah satunya mengintensifkan shalat malam.*
Jadi ini adalah *shalat malam biasa berupa tahajjud atau shalat sunnah mutlaq dan bukan shalat malam khusus lailatul qadar.* Karena itu dalam situs dorar net disebutkan bahwa maksud hadits di atas adalah:*
*ثم يُبيِّنُ النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فضلَ ليلةِ القدرِ، وأنَّ مَن أحيَا هذه اللَّيلةَ المبارَكةَ بالصَّلاةِ وتلاوةِ القرآنِ، غفَر اللهُ له ذنوبَه السَّابقةَ*
*"Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan lailatul qadar, yakni bahwasanya barangsiapa yang menghidupkan malam-malam yang penuh keberkahan ini dengan *melakukan shalat (shalat malam atau shalat sunnah muthlaq -pent)* serta membaca Al-Quran, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lampau".*
Jadi, hadits shahih itu *tidak ada kaitannya dengan shalat khusus lailatul qadar.* Dengan penjelasan ini jelaslah bahwa *shalat khusus lailatul qadar apalagi dengan cara-cara tertentu sebagaimana yang telah ana sebutkan diatas adalah bid'ah yang munkar.*
Berhati-hatilah.!!
*وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم*
*https://dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/shalat-khusus-lailatul-qadar.html*
*•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•*
🔰 *MANHAJ SALAF*🔰

Tidak ada komentar:
Posting Komentar